DAYA HAMBAT EKSTRAK LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Escherichia coli O157:H7 dan Staphylococcus epidermidis
Abstrak
Escherichia coli O157:H7 dan Staphylocccus epidermidis merupakan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia. Upaya pengendalian alternatif sangat penting dilakukan karena penggunaan antbiotika dapat menimbulkan efek samping yang merugikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan ekstrak lengkuas putih (Alpinia galanga L.) dalam menghambat pertumbuhan E. coli O157:H7 dan S. epidermidis. Pada pengujian ini, menggunakan ekstrak lengkuas putih yang dimaserasi dengan tiga pelarut pada tingkat kepolaran berbeda (etanol 96%, n-heksan dan etil asetat). Kemampuan ekstrak lengkuas putih dalam menghambat bakteri uji, dilakukan dengan metode Kirby Bauer (kertas cakram). Konsentrasi ekstrak lengkuas yang diujikan adalah 0%; 5% ; 10% ; 15%; 20% (b/v), kontrol (ciprofloxacin) dan MIC (Minimum Inhibition Concentration). Penentuan toksisitas ekstrak maka dilakukan uji LC50. Sedangkan penentuan golongan senyawa yang terkandung dalam ekstrak lengkuas, dilakukan uji senyawa fitokimia melalui metode skrinning fitokimia. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak lengkuas putih dengan pelarut Etanol 96% dan n-heksan mampu menghambat bakteri uji. Penghambatan terhadap E. coli O157:H7 paling efektif pada pelarut n-heksan dengan konsentrasi ekstrak 20% (diameter zona hambat 20,2 mm). sedangkan terhadap S. epidermidis adalah pelarut n-heksan dengan konsentrasi 20% (diameter zona hambat 23,5 mm). LC50 terhadap E. coli O157:H7 dengan pelarut etanol 96% dan n-heksan masing-masing 11,2% dan 10,4%. Sedangkan LC50 S. epidermidis dengan pelarut etanol 96% dan n-heksan masing-masing 9,9% dan 9,3%. Secara kualitatif, ekstrak tanaman lengkuas putih mengandung golongan senyawa flavonoid, saponin, terpenoid, dan tannin.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



