Hubungan kematangan emosi dan konformitas teman sebaya terhadap agresivitas remaja di SMAN 3 Denpasar

  • Tarate Timur Raviyoga Universitas Udayana
  • Adijanti Marheni Universitas Udayana

Abstract

Menurut survei, SMAN 3 Denpasar merupakan salah satu sekolah yang dipilih sebagai sekolah dengan tingkat agresivitas siswa rendah. Namun, ditemukan perbedaan fakta di lapangan yang menjelaskan kasus-kasus agresivitas yang dilakukan oleh siswa SMAN 3 Denpasar yang tidak diketahui oleh pihak luar sekolah. Agresivitas pada remaja dapat disebabkan oleh faktor internal maupun eksternal. Faktor internal penyebab agresivitas pada remaja adalah pelampiasan dari emosi marah dan frustrasi yang tidak tepat yang disebabkan oleh rendahnya kematangan emosi remaja. Emosi yang tidak stabil mendorong remaja bertndak tanpa berpikir kritis. Sedangkan faktor eksternal yakni adanya pengaruh serta tekanan dari lingkungan pergaulan remaja yang muncul dalam bentuk konformitas teman sebaya. Ketika remaja konform, maka remaja rela melakukan berbagai hal sekalipun melanggar normal sosial. 


 


Penelitian ini bertujuan untuk melihat tingkat agresivitas siswa dan melihat hubungan antara kematangan emosi dan konformitas teman sebaya dengan agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan subjek sejumlah 258 siswa SMAN 3 Denpasar, berusia 15-18 tahun, serta berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode klaster. Instrumen penelitian ini adalah skala agresivitas, kematangan emosi, dan konformitas yang sudah diuji validitasnya. Metode analisis data menggunakan regresi berganda dengan signifikansi 0.00 (p<0.05) yang menjelaskan agresivitas siswa dipengaruhi oleh kematangan emosi dan konformitas teman sebaya. Nilai R Square sebersar 0,140 artinya kematangan emosi dan konformitas teman sebaya menjelaskan 14% dari agresivitas siswa. Sebanyak 10,46% subjek yang memiliki skor diatas mean teoritis. Hal ini sekaligus menjelaskan bahwa tingkat agresivitas siswa SMAN 3 Denpasar dapat dikatakan rendah..


 


Kata kunci: Agresivitas, kematangan emosi, konformitas teman sebaya, remaja.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Amanda, A. A. A. N. (2015). Hubungan konformitas dan kecerdasan emosional terhadap agresivitas remaja di SMAN 7 Denpasar. Skripsi. (Tidak Dipublikasikan). Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana.
Aronson, E., Wilson, T. D., & Akert, R. M. (2007). Social psychology. New Jersey: Pearson Education.
Atkinson, R. L., Atkinson, R. C., & Hilgard, E. (2011). Pengantar psikologi edisi ke-8 jilid kedua. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Azwar, S. (2015). Penyusunan Skala Psikologi Edisi Dua. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.
Baron, R.A. & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial. Jakarta: Erlangga.
Berkowitz, L. (2006). Emotional behavior: Mengenali perilaku dan tindak kekerasan di lingkungan sekitar kita. Jakarta: PPM Anggota IKAPI.
BPS. (2011). Survey tindak pidana. Bali.
Breakwell, G. M. (1998). Coping with aggressive behavior. Yogyakarta: Kansius.
Briggita, A. (2013). Hubungan antara kematangan emosi terhadap agresivitas pada remaja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sanatha Dharma. Yogyakarta.
Buss, A. H. & Perry, M. (1992). The agression quisonaire. Journal of Personality and Social psychology. 63 (3). Diakses pada tanggal 21 Agustus 2017. http://dx.doi.org/10.1037/0022-3514.63.3.452.
Chaplin, J.P. & Kartono, K. (2011). Kamus lengkap psikologi. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Davidoff. (2007). Psikologi: Suatu pengantar jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Feist, J. & Feist, G. J. (2013). Teori kepribadian edisi ke-7 – buku 2. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Gardner, J. E. (1992). Memahami gejolak masa remaja. Jakarta: Mitra Utama.
Gatari, E. (2008). Hubungan antara percived social support dengan subjective well-being pada Ibu Bekerja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Jakarta. Diakses pada tanggal 3 Januari 2017 dari http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/125240-155.633%20GAT%20h%20-%20Hubungan%20Antara%20-%20HA.pdf.
GDS. 8 Februari 2012, 18:04 WIB. Geng cewek di Bali aniaya korban karena kostumnya dipakai keset. Diakses pada tanggal 28 Januari 2017. https://news.detik.com/berita/1837727/ geng-cewek-di-bali-aniaya-korban-karena-kesal-kostumnya-dipakai-keset.
Ghozhali, I. (2015). Aplikasi analisis multivariate IBM SPSS 23 edisi ke-8. Semarang: Penerbit Universitas Diponogoro.
Goleman, D. (2003). Kecerdasan emosional. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Gunarsa & Gunarsa, S.D. (1995). Psikologi perkembangan anak dan remaja - edisi revisi. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.
Hanurawan, F. (2010). Psikologi sosial. Malang: Univeristas Negeri Malang dan PT Remaja Rosdakarya.
Heviantini, F. (2007) Agresivitas pada remaja ditinjau dari intensitas menonton film kekerasan di televisi. Jurnal Psikologi Fakultas Psikologi UNIKA Semarang, 4 (2). Diakses pada tanggal 12 Maret 2017. http://www.syekhnurjati.ac.id/jurnal/index.php/awlady/article/vi ew/764.
Hurlock, E. B. (2006). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan. edisi kelima. Jakarta: Erlangga.
Jannah, F. N. (2009). Hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku agresi pada siswa di SMK Muhammadiyah Malang. Skripsi. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Diakses pada tanggal 3 Februari 2017. http://etheses.uin-malang.ac.id/943/2/ 04520019%20Indonesia.pdf.
Kartono & Kartini. (2003). Patologi sosial 2 (Kenakalan remaja). Jakarta: Rajawali Pers.
Kartono & Kartini. (2005). Psikologi anak (Psikologi perkembangan). Bandung: Mandar Maju.
King, L. A. (2010). Psikologi umum: Sebuah pandangan apresiatif buku satu. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika.
Kinanti, R. A. (2016). Perilaku agresif remaja ditinjau dari konformitas teman sebaya. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Katolik Soegijapranata. Semarang. Diakses pada tanggal 3 Februari 2017. http://repository.unika.ac.id/13155/1/12.40.0107%20Regina%20Ayu%20 Kinanti% .pdf.
Koeswara. E. (1988). Agresi manusia. Bandung: PT. Eresco.
Krahe, B. (2005). Perilaku agresif: Buku panduan psikologi sosial. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Levianti. (2008). Konformitas dan bullying pada siswa. Jurnal Psikologi, 6 (1). Diakses pada tanggal 22 April 2017. http://digilib.esaunggul.ac.id/public/UEU-Journal-4987-Levianti .pdf.
Mappiare, A. (1982). Psikologi remaja. Surabaya: Usaha Nasional.
Monks, F.J. & Knoers, A. M. P. (2001). Psikologi perkembangan: Pengantar dalam berbagai bagiannya. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Myers, D. G. (2012). Psikologi sosial buku 2 edisi 10. Jakarta: Penerbit Salemba Humanika
Nurpratiwi, A. (2010). Pengaruh kematangan emosi dan usia saat menikah terhadap kepuasan pernikahan pada dewasa awal. Skripsi. Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah. Jakarta. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2017. http://repository.uinjkt.ac.id/ dspace/bitstream /123456789/2557/1/AULIA%20NURPRATIWI-FPS.PDF.
Nurtjahyo, A. & Matulessy, A. (2013). Hubungan kematangan emosi dan konformitas terhadap agresivitas verbal. Persona, Jurnal Psikologi Indonesia, (2) 3. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2017. http://jurnal.untag-sby.ac.id/index.php/persona/article/viewFile/149/6.
Palinoan, E. L. (2015). Pengaruh konformitas dengan agresivitas pada kelompok geng motor di Samarinda. Jurnal Psikologi, 4 (1). Diakses pada tanggal 22 Januari 2018. http://ejournal.psikologi.fisip-unmul.ac.id/site/wpcontent/ uploads/2015/11/ejournal %20 Erick%20%20(11-17-15-01-29-32).pdf.
Papalia, D. E., Old, S.W., & Feldman, R.D. (2008). Human development (Psikologi perkembangan). Jakarta: Kansius.
Prasetyo, E. B. (2012). Puluhan pelajar SMK bentrok. Diakses pada tanggal 1 Desember 2016. http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2012/10/23/133554/Puluhan-Pelajar-SMK-Bentrok.
Purwanto. (2015). Metodologi penelitian kuantitatif untuk psikologi dan pendidikan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Purwanto, M. N. (2003). Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Putri, F. A. (2010). Hubungan kematangan emosi dengan agresivitas remaja akhir laki-laki. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta. Diakses pada tanggal 16 juli 2017. http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream /123456789/ 21694/1/FARADINA%20ANGGRAINI%20PUTRI-FPS.PDF.
Putri, R. H. N. (2012). Hubungan penyesuaian sosial dengan agresivitas siswa di SMK Negeri 1 Cikarang Barat. Jurnal Psikologi Universitas Pendidikan Indonesia, 2 (1). Diakses pada tanggal 3 Februari 2018. http://repository.uksw.edu/bitstream/ 123456789 /7420/ 1/T1132009098BAB%20I.pdf.
Rachmawati, F. (2013). Hubungan kematangan emosi dengan konformitas pada remaja. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Diakses pada tanggal 30 Oktober 2017. http://www.jogjapress.com/index.php/EMPATHY/article/download/1532 /870.
Rahayu, D. C. (2008). Hubungan antara kematangan emosi dan konformitas dengan perilaku agresif pada suporter sepak bola. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Diakses pada tanggal 31 Oktober 2017. http://eprints.ums.ac.id/1333/.
Rahmat, J. (2004). Psikologi komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Raviyoga, T.T. & Marheni, A. (2017). Studi pendahuluan: Hubungan kematangan emosi dan konformitas teman sebaya terhadap agresivitas remaja di SMAN 3 Denpasar. (Naskah Tidak Dipublikasikan). Program Studi Psikologi Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana Denpasar.
Rudhy. (2012). Kasus kriminalitas usai remaja kian meningkat. Diakses pada tanggal 2 Desember 2017. http://tribunnews.com/regional/2012/01/21/kasus-kriminalitas-usia-remaja-kian men ingkat.
Santoso, S. (2000). Buku latihan SPSS statistik parametrik. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Santrock, J. W. (2007). Remaja edisi kesebelas. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Sarwono, S. W. (2005). Psikologi sosial: Individu dan teori-teori psikologi sosial. Jakarta: Balai Pustaka.
Sari, E. S. N. (2014). Tingkat konformitas siswa Sekolah Menengah Atas Stella Duce 2 Yogyakarta tahun ajaran 2014/2015. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Diakses pada 17 Januari 2018. https://repository.usd.ac.id/3285/.
Setiadi, B. N. (2001). Terjadinya tindak kekerasan dalam masyarakat: Suatu analisis teoritik. Jakarta. Jurnal Psikologi Sosial, (1) (2). Diakses pada tanggal 2 November 2017. https://ejournal.unisba.ac.id/index.php/mimbar/article/view/52.
Shapiro, L. E. (1997). Mengajarkan emotional intelligence pada anak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Silvia & Iriani, R. D. F. (2003). Pengaruh tayangan kekerasan dalam film terhadap perilaku agresi pada remaja awal laki-laki. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Tarumanegara Jakarta. Diakses pada tanggal 17 Mei 2017. http://eprints.ums.ac.id/28986/12/NASKAHPU BLIKASI.pdf.
Sloan, P., Bermanm, H. V., & Bullock, J. (2009). Group influence on self-aggression: conformity and dissenter effects. Journal of Social Psychology (5). Diakses pada tanggal 17 Mei 2017. http://dx.doi.org/10.1521/jscp.2009.28.5.535.
Stein, J.S. & Book, E.H. (2002). Ledakan EQ: 15 prinsip dasar kecerdasan emosional meraih sukses. Bandung: Kaifa
Suciati, N. (2008). Studi korelasi antara kestabilan emosi dan religiusitas dengan prestasi belajar pada anak tuna laras SLB-E “Bhina Putera” Surakarta tahun ajaran 2007/2008. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah. Surakarta. Diakses pada tanggal 27 Juni 2017. http://eprints.ums.ac.id/1368/1/F100040085.pdf.
Sudarmanto, R. G. (2005). Analisis regresi linear ganda dengan SPSS. Yogyakarta: Graha Ilmu,
Sugiyono. (2005). Statistika untuk penelitian. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Taylor, S. E., Peplau, L.A., & Sears, O. D. (2009). Psikologi sosial edisi kedua belas. Jakarta: Penerbit Kencana.
Walgito, B. (2010). Pengantar psikologi umum. Yogyakarta: Pustaka Remaja
Wilujeng, P., & Budiani, M. S. (2012). Pengaruh konformitas pada geng remaja terhadap perilaku agresi di SMK PGRI 7 Surabaya. Jurnal Psikologi. Diakses pada tanggal 16 Juni 2017. http://eprints.ums.ac.id/34920/1/02.%20Naskah%20Publikasi.pdf.
Yanur, H. 17 Februari 2018, 01:42 WIB. Gara-gara tatto Helo Kitty, siswi di Yogyakarta dianiaya temannya. Diakses pada tanggal 28 Januari 2017. http://news.liputan6.com/read/ 21768 86/gara-gara-tato-hello-kitty-siswi-di-yogyakarta-aniaya-temannya.
Yayah, K. (2007). Menepis prasangka, memupuk toleransi untuk multikulturalisme: Dukungan dari psikologi sosial. Surakarta: PSB-PS UMS.
Zebua, A. S. & Nurdjayayadi, R.D. (2001). Hubungan antara konformitas dan konsep diri dengan kecenderungan perilaku konsumtif pada remaja putri. Jurnal Phronesis (3). Diakses pada 22 Desember 2017. http://eprints.ums.ac.id/47090/30/NASKAH%20PUBLIKASI-rena. pdf.
Published
2019-04-27
How to Cite
RAVIYOGA, Tarate Timur; MARHENI, Adijanti. Hubungan kematangan emosi dan konformitas teman sebaya terhadap agresivitas remaja di SMAN 3 Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, [S.l.], v. 6, n. 01, p. 44-55, apr. 2019. ISSN 2654-4024. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/48624>. Date accessed: 06 apr. 2020. doi: https://doi.org/10.24843/JPU.2019.v06.i01.p05.
Section
Articles