Peran Konformitas Teman Sebaya dan Self Monitoring Terhadap Impulsive Buying pada Remaja Madya Putri di Denpasar

  • Ni Made Desi Ernayanti Universitas Udayana
  • Adijanti Marheni Universitas Udayana

Abstract

Remaja madya kerap melakukan pembelian secara impulsive pada suatu barang yang dikarenakan barang tersebut terlihat menarik baginya, namun faktanya remaja madya putri membeli barang karena terlalu memantau dirinya (self monitoring) hingga berpengaruh pada perilaku sosial remaja madya, karena mengikuti konformitas teman sebaya dalam prilaku berbelanja dan self monitoring yang berlebih pada dirinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran konformitas teman sebaya dan self monitoring terhadap impulsive buying pada remaja madya putri di Denpasar. Subjek dalam penelitian ini adalah 230 siswa perempuan yang masih bersekolah SMA di Denpasar. Penelitian ini diukur menggunakan tiga skala yaitu skala konformitas teman sebaya, skala self monitoring, dan skala impulsive buying. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cluster sampling. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi berganda yang hasilnya menunjukkan R=0,289 dan adjusted R square sebesar 0,083. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel konformitas teman sebaya dan self monitoring memberikan peran terhadap impulsive buying pada remaja putri di Denpasar sebesar 8,3%. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (p<0,05) sehingga dapat disimpulkan konformitas teman sebaya dan self monitoring  secara bersama-sama berperan terhadap impulsive buying.


Kata kunci: Konformitas teman sebaya, self monitoring, impulsive buying pada remaja madya putri.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Andriyani, D. (2015). Hubungan Antara Konformitas pada Teman Sebaya dengan Impulsive Buying Produk Fashion pada Remaja Putri. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.
Anin, A. (2015). Hubungan Self Monitoring dengan Impulsive Buying terhadap Produk Fashion pada Remaja. Jurnal Psikologi, 35 (2), 181-193.
Astasari, A. R., & Sahrah, A. (2009). Hubungan antara konformitas dengan perilaku membeli impulsive pada remaja putri. Journal Universitas Wangsa Manggala, 1-12.
Azwar, S. (2014). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Bappeda Provinsi Bali. (2016). Penduduk bali. (online).Http://www.bappeda.baliprov.go.id/files/subdomain/bappeda/foto%20dan%20berita%20web%20terbaru/data%20makro%20bulan%20april%202016.pdf. Diunduh 6 november 2017.
Baron, R. A & Byrne, D. (2005). Psikologi sosial jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Choi, K. F. (2000). Relationship between teenager’s self monitoring and buying behavior. Journal Psikologi 7 ( 2) ,53-59.
Dahlihade, Massie dan Tielung (2017). Pengaruh potongan harga dan store atmosphere terhadap impulse buying pada matahari departement store mega mall manado. Jurnal EMBA. 2 (3). 3538-3549.
Dayaksini, T. & Hudaniah. (2003). Psikologi sosial. Malang: UMM Press.
Devita, C. (2015). Pengaruh self monitoring terhadap impulse buying pada remaja perempuan dalam pembelian produk tas replica. Jurnal Parsimonia. 2 (2), 43-53.
Dhania, D. R. (2017). Hubungan antara gaya hidup hedonis dan konformitas teman Sebaya dengan perilaku pembelian impulsif universitas muria kudus. Jurnal 21 (1), 43-49.
Dini. (2017). Menata toko agar pengunjung tertarik belanja. (online). Http://lifestyle.kompas.com/read/2013/06/14/1951248/menata.toko.agar.pengunjung.tertarik.belanja. Diunduh 20 mei 2017.
Engel, J. F. (1995). Perilaku konsumen edisi 6. Jakarta: Bina Rupa Aksara.
Ernayanti, D. (2017a). Case study: Gambaran impulsive buying pada remaja putri. (Tidak dipulikasikan).
Ernayanti, D. (2017b). Preliminary study: Permasalahan pada Remaja Putri yang Mengalami Impulsive Buying di Denpasar. (Tidak dipulikasikan).
Ghozali, I. (2005). Aplikasi analisis multivariate dengan program spss. Semarang: badan penerbit universitas diponegoro.
Hanifah, L. (2015). Hubungan antara konformitas dengan pembelian impulsive remaja putri. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.
Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan. Jakarta: Erlangga.
Kainama, G. C. (2016). Hubungan antara Konformitas terhadap Kelompok Remaja GPM Silo dengan Perilaku Pembelian Impulsif. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Kristen Satya Wacana.
Loudon, D. L & Bitta, A. J. D. (1993). Consumer behavior: concepts & applications. New york: Mc Graw-Hill series Marketing.
Maria. (2011). Hubungan antara pemantauan diri dan konformitas teman sebaya dengan kecenderungan pembelian impulsive buying pada remaja putri. Skripsi universitas sebelas maret.
Miner8. (2017). 5 shopping mall terbesar di bali. (online). Http://miner8.com/id/3298. Diunduh 6 november 2017.
Park, J. (2006). A structural model of fashion oriented impulse buying behavior, Journal of Fashion Marketing and Management. 10 (4), 433-446.
Pratiwi, I. (2017). Pengaruh literasi ekonomi, kelompok teman sebaya dan kontrol diri terhadap perilaku pembelian impulsif untuk produk fashion di online shop pada mahasiswa jurusan pendidikan ekonomi undiksha. Ejournal jurusan pendidikan ekonomi. 9 (1). 1-11.
Putri, D. (2017). Mall plaza renon,mall baru ekslusif di tengah kota denpasar.(online). Http://thebaliestate.com/mall-plaza-renon-mall-baru-eksklusif-di-tengah- kota-denpasar. Diunduh 6 november 2017.
Ratih, I. A. T. (2016). Pengaruh motivasi hedonis dan atmosfer toko terhadap pembelian impulsive pada remaja putri di Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana. 3 (2), 209-219.
Rook, D. W. (1987). The buying impulse. The journal of consumer research. Vol. 14.
Santrock, J. W. (2007). Remaja. Edisi kesebelas. Jakarta: Erlangga.
Santrock, J. W. (2009). Perkembangan Anak. Edisi 11. Jakarta. Erlangga
Snyder. (1974). The self monitoring of expressive behavior. Journal of personality and social psychology. 30, 526-555.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian kombinasi (mixed methods). Bandung:alfabeta.
Sumartono. (2002). Terperangkap dalam iklan. Bandung: Alfabeta.
Sumarwan. (2003). Perilaku konsumen. Bandung: PT. Ghalia Indonesia.
Sunarto, V. (2015). Peran pola asuh autoritatif dan pemantauan diri terhadap intensitas cinta dalam berpacaran pada remaja akhir di fakultas kedokteran universitas udayana. Jurnal Psikologi Udayana. 2 (2), 256-265.
Synder, M. & Gangestad, S. (1986). On the nature of self monitoring: matters of assesment, matters of validity. Journal of personality and social psychology. 51 (1).
Tambunan, R. (2001). Remaja dan perilaku konsumtif. Www.e-psikologi.com. (diakses 17 mei 2017).
Widawati, L. (2011). Analisis perilaku “impulsive buying dan “locus control” pada konsumen di Carrefour Bandung. Jurnal Mimbar. 27 (2), 125-132.
Widodo, B. P. (2016). Hubungan antara self monitoring dengan perilaku konsumtif pada mahasiswa fakultas psikologi universitas muhammadiyah Surakarta. (Naskah publikasi). Fakultas Psikologi Universitas Muhamadiyah Surakarta, Surakarta.
Yusuf, S. (2007). Psikologi Perkembangan Anak & Remaja. Bandung: Rosdakarya.
Published
2019-02-27
How to Cite
ERNAYANTI, Ni Made Desi; MARHENI, Adijanti. Peran Konformitas Teman Sebaya dan Self Monitoring Terhadap Impulsive Buying pada Remaja Madya Putri di Denpasar. Jurnal Psikologi Udayana, [S.l.], p. 226-236, feb. 2019. ISSN 2654-4024. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/psikologi/article/view/47166>. Date accessed: 25 oct. 2021.
Section
Articles