Studi Kasus: Mastektomi Tunggal dengan Drainase Pasif pada Adenoma Glandula Mammae Anjing Dachshund

  • Ni Wayan Nicky Asih Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana
  • I Wayan Gorda Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Abstract

Tumor glandula mammae merupakan neoplasia yang paling sering terjadi pada anjing betina dewasa dan dapat bersifat jinak ataupun ganas. Seekor anjing ras dachshund betina berumur 4 tahun dan berat badan 6,1 kg diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan adanya benjolan pada ambing kiri kedua dan ketiga. Setelah itu dilakukan biopsi dan pemeriksaan histopatologi di Balai Besar Veteriner Denpasar. Berdasarkan pemeriksaan histopatologi, anjing kasus didiagnosis menderita adenoma glandula mammae. Dari anamnesis, pemeriksaan fisik, klinis, dan laboratorium, anjing dalam kondisi stabil untuk dilakukan pembedahan. Penanganan kasus ini dilakukan dengan mastektomi tunggal disertai drainase pasif karena tumor bersifat jinak. Prognosis dari kasus ini adalah fausta karena adenoma glandula mammae adalah tumor jinak dan terlokalisir. Pengobatan pasca pembedahan dilakukan dengan pemberian amoxicillin trihydrate, mefenamic acid serta vitamin B kompleks. Luka pasca mastektomi tunggal kering dan menyatu pada hari ke-14. Jadi, mastektomi tunggal dengan drainase pasif ini merupakan terapi yang dapat digunakan untuk penanganan adenoma glandula mammae dengan hasil yang baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

I Wayan Gorda, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Laboratorium Ilmu Bedah Veteriner

Published
2018-11-30
How to Cite
ASIH, Ni Wayan Nicky; GORDA, I Wayan. Studi Kasus: Mastektomi Tunggal dengan Drainase Pasif pada Adenoma Glandula Mammae Anjing Dachshund. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], p. 707-716, nov. 2018. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/45232>. Date accessed: 21 jan. 2021.
Section
Articles