Dampak Pemilihan Lokasi terhadap Arsitektur Bangunan Benteng Karang Bolong di Pulau Nusakambangan

  • Putri Rizqi Suciningrum Universitas Udayana
  • Rochtri Agung Bawono Universitas Udayana
  • Kristiawan Kristiawan Universitas Udayana

Abstract

This article discusses the impact of site selection on the architecture of the Karang Bolong Fort. Data collection was done by using observation, interviews, and literature studies techniques. The research uses the analysis techniques of the outside of the buildings and qualitative analysis. The supporting theory used is the theory of landscape architecture. The results of this study provide an overview of site selection of Karang Bolong Fortress which affect the architecture form of the fort. Seeing the location, the Dutch East Indies government chose to adapt the Napoleon Tower model with some adjustments in the function and number of rooms. The architectural shape of the defense tower was chosen because it is in accordance with the function of Karang Bolong Fort as a defensive fortress on the east coast of Nusakambangan Island.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abbas, N. (1995). “Survei Sarana Pertahanan Kolonial di Kotamadia Pekalongan, Kabupaten Kebumen, dan Kotamadia Cilacap Provinsi Jawa Tengah (Tahap III)” Laporan Hasil Penelitian Arkeologi. Yogyakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Yogyakarta.

Abbas, N. (2001). “Dutch Forts Of Java A Locational Study” (Thesis). Department of History, Faculty of Arts and Social Science : National University of Singapore.

Adrisijanti, I. (2013). Benteng Dulu Kini Dan Esok. Yogyakarta : Balai Arkeologi Yogyakarta.

Awat, R. (2013). “Sumberdaya Lingkungan: Strategi Pemilihan Lokasi Situs Benteng Lakudo”. Lembaga Jurnal Akademik FKIP Unidayan Bau-Bau, Vol 01 No 02, hlm 172-183.

Bawono, R. A., Zuraidah. (2009). Penelitian Pendahuluan: Peninggalan Bungker dan Gua Jepang di Pulau Nusa Penida Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. Denpasar: Fakultas Sastra Universitas Udayana.

Chawan, M. (2016). “Spesifikasi dan Asal Sarana Pertahanan Asing yang Ada di Pulau Madura: Bunker Jepang versus Bunker Belanda”. Jurnal Arkeologi, Vol 19 No 01, hlm 58-74.

Dammerman, K.W. (1924). Overzicht der Nederl. – Indische Natuurmonumenten. Nederlandsch Indische Vereeniging tot Natuurbesherming.

D’traveler. (2011). Benteng-Benteng Tersembunyi di Nusakambangan. (Diakses 27 April 2021 dari alamat https://travel.detik.com/cerita-perjalanan/d-5405485/benteng-benteng-tersembunyi-di-nusakambangan).

Ginaris, L. S. 2017. Benteng Karang Bolong : Satu-satunya Benteng “Menara Napoleon” di Indonesia. (Diakses 27 April 2021 dari alamat https://jejakkolonial.blogspot.com/2017/08/benteng-karangbolong-satu-satunya.html).

Kielstra, E. B. (1879). De Grondslagen der Verdediging van Java. Padang.

Lepage, J. D. (2010). French Fortificatoins 1715 - 1815 ; An Illustrated History. Jefferson : MacFarland & Company, Inc.

Loir, C., Henry dan Ambary, H. M. (1999). Panggung Sejarah. Jakarta : Yayasan Obor Indonesia.

Nugroho, A. (2017). Benteng Karang Bolong. (Diakses 27 April 2021 dari alamat https://perpus.jatengprov.go.id/tempat-wisata-jateng/kab-cilacap/68-tempat-wisata-jateng/kab-cilacap/489-benteng-karang-bolong).

Manonizah, K. (2018). “Pesona Benteng Pendem di Cilacap Jawa Tengah”. Jurnal Domestic Case Study, Vol 05 No 03, hlm 23-33.

Mansyur, S. (2015). “Benteng Kolonial Eropa di Pulau Makian dan Pulau Moti: Kajian Atas Pola Sebaran Benteng di Wilayah Maluku Utara”. Jurnal Kapata Arkeologi, Vol 11 No 02, hlm 97-110.

Marihandini, Djoko. (2008). “Perubahan Peran dan Fungsi Benteng dalam Tata Ruang Kota”. Jurnal Domestic Case Study, Vol 01 No 02, hlm 47-55.

Meason, G.L. (1828). On the Landscape Architecture of the Great Painters of Italy. London: Leather Bound.

Puspitasari, A., Maryam. (2020). “Keunikan Tiga Benteng Kalamata, Benteng Rotterdam, dan Benteng Malborough (Tinjauan berdasarkan sejarah pembuatannya)”. Jurnal Sejarah dan Kebudayaan, Vol 05 No 02.

Wibowo, M. U. (2001). Nusakambangan : Dari Poelaoe Boei Menuju Pulau Wisata. Yogyakarta: Mitra Gama Widya.

Wulan, R. (2016). Mengintip Seramnya Penjara Nusakambangan Tempo Dulu. (Diakses 27 April 2021 dari alamat http://m.dream.co.id/travel/destination/mengintip-seramnya-penjara-nusakambangan-tempo-dulu-160815d.html).

Zuhdi, S. (2002). Cilacap (1830-1942) Bangkit dan Runtuhnya Suatu Pelabuhan di Jawa. Jakarta : Kepustakaan Populer Gramedia.

Sumber website

Diakses 27 April 2021 dari alamat https://earth.google.com/web/search/cilacap/@-7.76133049,109.04186896,19.66571686a,2138.07216666d,35y,0h,0t,0r/data=CigiJgokCWMJ_UOWrDtAEWMJ_UOWrDvAGRn1h5QcnTdAIcER0GwoslXA
Published
2022-05-28
How to Cite
SUCININGRUM, Putri Rizqi; BAWONO, Rochtri Agung; KRISTIAWAN, Kristiawan. Dampak Pemilihan Lokasi terhadap Arsitektur Bangunan Benteng Karang Bolong di Pulau Nusakambangan. Humanis, [S.l.], v. 26, n. 2, p. 190-199, may 2022. ISSN 2302-920X. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/sastra/article/view/85248>. Date accessed: 19 aug. 2022. doi: https://doi.org/10.24843/JH.2022.v26.i02.p14.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)