HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN RISIKO MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PENGRAJIN GERABAH DI DESA PEJATEN, TABANAN, BALI

  • Komang Embun Dini Hari Program Studi Sarjana Fisioterapi dan Profesi Fisioterapi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali
  • Sayu Aryantari Putri Thanaya Departemen Fisioterapi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali
  • Indira Vidiari Juhanna Departemen Ilmu Faal, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali
  • Anak Agung Gede Eka Septian Utama Departemen Fisioterapi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar, Bali

Abstract

Pendahuluan: Myofascial pain syndrome atau myofascial trigger point syndrome (MPS) merupakan rasa nyeri yang dirasakan akibat adanya titik sensitif pada taut band. MPS muncul akibat kontraksi terus menerus karena aktivitas statis yang dilakukan selama bekerja yang menyebabkan hipoksia pada sel otot. Salah satu faktor yang mempengaruhi terjadinya MPS adalah postur kerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan postur kerja dengan risiko terjadinya myofascial pain syndrome otot upper trapezius pada perajin gerabah di Desa Pejaten, Tabanan, Bali.
Metode: Metode penelitian yang digunakan berupa metode observasional analitik cross-sectional dengan teknik purposive sampling pada 52 sampel yang sesuai dengan kriteria inklusi, eksklusi dan drop out. Pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis postur kerja menggunakan RULA dan keberadaan MPS melalui palpasi oleh fisioterapis. Uji hipotesis yang digunakan berupa chi-square.
Hasil: Hasil dari analisis chi-square, diperoleh p = 0,019 sehingga p<0,05. Postur menunduk, memunculkan kontraksi eksentrik pada otot upper trapezius. Pada perajin gerabah, postur menunduk disertai dengan posisi punggung yang membungkuk atau fleksi, yang menambah pembebanan pada otot upper trapezius dan otot ekstensor leher lainnya untuk mempertahankan posisi kepala. Dengan dilakukannya postur menunduk secara statis dan dalam durasi yang lama, akan memunculkan trigger point. Kelelahan pada otot akan memicu munculnya metabolisme anaerobik yang menstimulasi otak untuk melepaskan zat kimia bradykinin, histamine dan serotonin. Zat kimia tersebut akan diterjemahkan oleh reseptor nyeri dan dipersepsikan sebagai nyeri MPS.
Simpulan: Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara postur kerja dengan risiko terjadinya myofascial pain syndrome otot upper trapezius pada perajin gerabah di Desa Pejaten.


Kata Kunci: myofascial pain syndrome, myofascial trigger point syndrome, postur kerja, perajin gerabah

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2022-01-25
How to Cite
HARI, Komang Embun Dini et al. HUBUNGAN POSTUR KERJA DENGAN RISIKO MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS PADA PENGRAJIN GERABAH DI DESA PEJATEN, TABANAN, BALI. Majalah Ilmiah Fisioterapi Indonesia, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 11-16, jan. 2022. ISSN 2722-0443. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/mifi/article/view/73960>. Date accessed: 27 nov. 2022. doi: https://doi.org/10.24843/MIFI.2022.v10.i01.p03.

Most read articles by the same author(s)