Kekuatan Sambungan Dan Ketahanan Korosi Melalui Penambahan Filler Zinc Pada Las Titik Dissimilar Antara Aluminium AL 1100 Dan Baja Tahan Karat SS 316
Abstract
Abstrak
Las titik merupakan salah satu metode pengelasan yang dapat digunakan untuk menyambungkan plat logam yang tipis dan dapat diaplikasikan pada industri otomotif. Ada beberapa parameter yang mempengaruhi kekuatan sambungan yang dihasilkan pada las titik. Parameter yang diketahui dan dapat mempengaruhi hasil sambungan las pada penelitian ini diantaranya adalah penggunaan sambungan dissimilar pada logam, diameter taper elektroda yang digunakan, lamanya waktu penekanan saat proses pengelasan, dan penambahan filler zinc pada sambungan las. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kekuatan sambungan las melalui pengujian geser dan ketahanan logam terhadap korosi pada sambungan dissimilar antara logam AL 1100 dan SS 316 dengan penambahan filler zinc. Hasil data yang diperoleh dari pengujian geser adalah tegangan geser dan regangan. Sambungan las yang memiliki tegangan geser maksimum tertinggi adalah sambungan pada penggunaan variasi (Ø7mm, 1detik, filler zinc) dengan tegangan geser maksimum sebesar 66,5 MPa. Hasil dari pengujian korosi adalah pengamatan korosi secara visual pada logam dan nilai laju korosi, serta efisiensi penggunaan filler zinc. Pada pengamatan visual, sampel uji yang tanpa filler zinc mengalami perubahan yang signifikan dibandingkan sampel yang menggunakan filler zinc. Untuk laju korosi yang dimiliki oleh sampel yang tanpa filler zinc adalah 12,586 mpy sedangkan pada sampel yang menggunakan filler zinc memiliki laju korosi sebesar 4,413 mpy. Sehingga filler zinc ini memiliki efisiensi sebesar 64,9%. Berdasarkan pengujian korosi yang dilakukan, filler zinc sebagai anoda korban dapat berfungsi dengan baik dalam memperlambat laju korosi pada sambungan dissimilar antara logam AL 1100 dan SS 316.
Kata Kunci: sambungan dissimilar, las titik, aluminium 1100, stainless steel 316, uji korosi, uji geser.