Sistem Pemeliharaan Anjing dan Tingkat Pemahaman Masyarakat terhadap Penyakit Rabies di Kabupaten Bangli, Bali (DOG REARING SYSTEM AND UNDERSTANDING LEVEL OF PEOPLE IN BANGLI, BALI TOWARD RABIES DISEASE)

Main Article Content

Elisabeth Yulia Nugraha I Wayan Batan I Made Kardena

Abstract

Rabies is a zoonotic fatal disease. The disease infects the central nervous system, known as encephalitis. This study aims were to determine the relationship between the percentage and the factors that influence the maintenance system and the level of public awareness toward rabies in Bangli Regency, Bali. A total of 140 questionnaires were distributed in 14 villages that have never been reported having cases of rabies. Interview data were analyzed using quantitative descriptive analysis and dendrogram. The results showed that a proper dog care system in Bangli associated with dog rearing conditions (100%); provided awareness of the feed (100%); the number of feeding more than one each day (91.4%); rabies vaccination status (83.6%); not keeping other rabies transmitted animals (cat) (75.7%); health inspection status (67.1%); and the number of dogs that were kept not more than one tail (55.7%). Bad dog maintenance systems associated with the type of feed given (100%); contact with other dogs (80%); and system maintenance by way of detachable dogs (73.6%). The level of public understanding in Bangli district was well connected with the mobility of dogs (88.6%); understanding of the dangers of rabies (79.3%); dog origin (79.3%); knowledge of the characteristics of rabies (74.3%); and the village of rabies free status was retained (78.6%). Poor level of public understanding related to the lack of village rules and custom rules relating to rabies (100%); lack of community participation in education programs (62.1%); and how to have dogs (52.1%). Based on the results of this study, its concluded that the maintenance system of dogs and the level of public understanding regarding rabies in Bangli are relatively good.


ABSTRAK


Rabies adalah penyakit zoonosis yang bersifat mematikan. Penyakit ini menyerang sistem saraf pusat atau encephalitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persentase dan hubungan antara faktor-faktor yang memengaruhi sistem pemeliharaan dan tingkat pemahaman masyarakat terhadap penyakit rabies di Kabupaten Bangli, Bali. Jumlah responden yang diambil sebanyak 140, tersebar di 14 desa yang belum pernah dilaporkan terjadi kasus rabies. Data hasil wawancara berdasarkan kuisioner dianalisis menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan dendrogram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pemeliharaan anjing yang baik di Kabupaten Bangli berhubungan dengan kondisi pemeliharaan anjing (100%); kesadaran memberikan pakan (100%); jumlah pemberian pakan yang lebih dari satu kali (91,4%); status vaksinasi rabies (83,6%); tidak memelihara hewan penular rabies (HPR) selain anjing (kucing) (75,7%); status pemeriksaan kesehatan (67,1%); dan jumlah anjing yang dipelihara tidak lebih dari satu ekor (55,7%). Sistem pemeliharaan anjing yang buruk berhubungan dengan jenis pakan yang diberikan (100%); berkontak dengan anjing lainnya (80%); dan sistem pemeliharaan anjing dengan cara dilepas (73,6%). Tingkat pemahaman masyarakat Kabupaten Bangli yang baik berhubungan dengan mobilitas anjing (88,6%); pemahaman mengenai bahaya rabies (79,3%); asal anjing (79,3%); pengetahuan mengenai ciri-ciri rabies (74,3%); dan status desa bebas rabies yang masih dipertahankan (78,6%). Tingkat pemahaman masyarakat yang buruk berhubungan dengan belum adanya aturan desa maupun aturan adat yang berkaitan dengan penyakit rabies (100%); kurangnya pastisipasi masyarakat dalam program penyuluhan (62,1%); dan cara memperoleh anjing (52,1%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sistem pemeliharaan anjing dan tingkat pemahaman masyarakat mengenai penyakit rabies di Kabupaten Bangli tergolong baik.


 

Article Details

How to Cite
NUGRAHA, Elisabeth Yulia; BATAN, I Wayan; KARDENA, I Made. Sistem Pemeliharaan Anjing dan Tingkat Pemahaman Masyarakat terhadap Penyakit Rabies di Kabupaten Bangli, Bali (DOG REARING SYSTEM AND UNDERSTANDING LEVEL OF PEOPLE IN BANGLI, BALI TOWARD RABIES DISEASE). Jurnal Veteriner, [S.l.], v. 18, n. 2, p. 274-282, june 2017. ISSN 2477-5665. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jvet/article/view/31366>. Date accessed: 18 july 2019. doi: https://doi.org/10.19087/jveteriner.2017.18.2.274.
Section
Articles