INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE LEBIH MENURUNKAN NILAI DISABILITAS LEHER DARIPADA AKTIVASI DEEP CERVICAL FLEXOR MUSCLE PADA MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS

  • Nitaya Putri Nur Hidayat Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan Universitas Udayana, Denpasar
  • Dewa Putu Gede Purwa Samatra Divisi Neurologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana/RSUP Sanglah, Denpasar
  • S. Indra Lesmana Fakultas Fisioterapi, Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Nyoman Mangku Karmaya Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar
  • Ni Wayan Tianing Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar
  • I Putu Gede Adiatmika Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana, Denpasar 5

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan teknologi memudahkan seseorang untuk menyelesaikan tugas sehari-hari. Banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk berada di depan gawai. Dampak negatif yang timbul pada penggunaan gawai yang berlebihan adalah buruknya postur tubuh, karena seseorang cenderung akan duduk dengan posisi leher yang membungkuk ke depan. Hal tersebut akan menyebabkan ketidakseimbangan kerja otot area leher, terjadi ketegangan terus menerus tanpa disertai relaksasi yang cukup pada otot upper trapezius akan menimbulkan myofascial pain syndrome pada otot tersebut. Tujuan Penelitian: Untuk menemukan intervensi fisioterapi yang efektif dan efisien guna menurunkan nilai disabilitas leher pada myofascial pain syndrome otot upper trapezius. Metode: Penelitian ini bersifat experimental, dengan pretest-posttest design dengan randomisasi sebagai desain penelitiannya. Intervensi dilakukan 3 kali seminggu selama 4 minggu. Sampel merupakan pasien di klinik Fitasoma, Colomadu, Karanganyar, yang terdiri dari 19 orang berusia 25 - 40 tahun, dibagi menjadi 2 kelompok yang terdiri dari Kelompok I dengan perlakuan intervensi integrated neuromuscular inhibition technique yang berjumlah 9 orang dan Kelompok II dengan perlakuan aktivasi deep cervical flexor muscle yang berjumlah 10 orang. Pengukuran nilai disabilitas menggunakan Neck Disability Index. Hasil: Terdapat penurunan nilai disabilitas leher yang bermakna pada ke dua kelompok. Pada Kelompok I didapat rerata dari 40,00 menjadi 21,67  dan pada Kelompok II di dapat rerata dari 39,10 menjadi 30,30. Uji beda setelah perlakuan pada masing-masing kelompok didapatkan nilai p=0,042 dan selisih rerata 18,33 pada Kelompok I dan 8,80 pada Kelompok II yang berarti Integrated Neuromuscular Inhibition Technique lebih baik daripada aktivasi deep cervical flexor muscle dalam menurunkan nilai disabilitas leher.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-09
How to Cite
HIDAYAT, Nitaya Putri Nur et al. INTEGRATED NEUROMUSCULAR INHIBITION TECHNIQUE LEBIH MENURUNKAN NILAI DISABILITAS LEHER DARIPADA AKTIVASI DEEP CERVICAL FLEXOR MUSCLE PADA MYOFASCIAL PAIN SYNDROME OTOT UPPER TRAPEZIUS. Sport and Fitness Journal, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 45-52, jan. 2020. ISSN 2654-9182. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/sport/article/view/56121>. Date accessed: 29 nov. 2020. doi: https://doi.org/10.24843/spj.2020.v08.i01.p06.