BIOFEEDBACK EXERCISE LEBIH BAIK DARIPADA ACTIVE ASSISTED EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA OTOT BAHU PADA FUNGSIONAL MERAIH POSISI 900 FLEKSI BAHU PASIEN PASCA STROKE

  • La Ode Muhammad Gustrin Syah Program Studi Magister Fisiologi Keolahragaan Universitas Udayana, Denpasar
  • J Alex Pangkahila Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar
  • Muhammad Irfan Fakultas Fisioterapi Universitas Esa Unggul, Jakarta
  • Luh Putu Ratna Sundari Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar
  • I Nyoman Adiputra Departemen Ilmu Faal Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar
  • I Made Jawi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana, Denpasar

Abstract

Pendahuluan: Kondisi pasca stroke akan menimbulkan beberapa permasalahan yang berhubungan dengan struktur dan fungsi anggota tubuh, salah satunya fungsional meraih yang disebabkan oleh kompensasi karena hilangnya kontrol mengendalikan kinerja otot. Untuk meningkatkan kinerja otot bahu pada fungsional meraih diperlukan latihan yang dapat melihat langsung kinerja otot yang terjadi pada saat gerakan meraih, sehingga dapat mengurangi kompensasi yang terjadi serta mengontrol kinerja otot. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui Biofeedback Exercise lebih baik daripada Active Assisted Exercise untuk meningkatkan kinerja otot bahu pada fungsional meraih posisi 900 fleksi bahu pasien pasca stroke. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan penelitian pre and post test group design. Kelompok Kontrol diberikan Active Assisted Exercise dan Kelompok Perlakuan diberikan Biofeedback Exercise. Jumlah sampel tiap Kelompok sebanyak 8 orang dan masing-masing Kelompok diberikan latihan dengan durasi waktu 30 menit, 3 kali seminggu selama 4 minggu. Tes pengukuran kinerja otot menggunakan Surface-Electromyography. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan pada Kelompok Perlakuan terjadi kemampuan kinerja otot bahu dengan nilai rerata pre test 101,38 ± 21,13 dan post test 77,16 ± 19,41, dan didapatkan nilai p < 0,001. Pada Kelompok Kontrol terjadi peningkatan kemampuan kinerja otot bahu dengan hasil rerata pre test 82,50 ± 17,44 dan post test 64,00 ± 16,76  dan di dapatkan nilai p < 0,001. Terdapat perbedaan yang signifikan peningkatan kinerja otot bahu antara Kelompok Perlakuan dan Kelompok Kontrol dengan nilai p < 0,001 (p < 0,05). Kesimpulan: Biofeedback Exercise lebih baik daripada Active Assisted Exercise untuk meningkatkan kinerja otot bahu pada fungsional meraih posisi 900 fleksi bahu pasien pasca stroke.

Downloads

Download data is not yet available.
Published
2020-01-09
How to Cite
SYAH, La Ode Muhammad Gustrin et al. BIOFEEDBACK EXERCISE LEBIH BAIK DARIPADA ACTIVE ASSISTED EXERCISE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA OTOT BAHU PADA FUNGSIONAL MERAIH POSISI 900 FLEKSI BAHU PASIEN PASCA STROKE. Sport and Fitness Journal, [S.l.], v. 8, n. 1, p. 29-35, jan. 2020. ISSN 2654-9182. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/sport/article/view/56116>. Date accessed: 25 nov. 2020. doi: https://doi.org/10.24843/spj.2020.v08.i01.p05.