Ekspresi Verbal Masyarakat Bali terhadap Kelahiran Bayi: Kajian Linguistik Kebudayaan

  • Ni Wayan Sartini Universitas Airlangga

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ekspresi verbal diberikan masyarakat Bali terhadap kelahiran seorang bayi dengan mengkaji inti ungkapan dari penggunaan pilihan kata. Dalam konteks wacana, pilihan kata yang dipakai tersebut tidak semata-mata hanya karena kebetulan, tetapi juga secara ideologis menunjukkan bagaimana pemaknaan masyarakat  terhadap fakta atau realitas. Analisis data menunjukkan ada perbedaan penggunaan pilihan kata antara ekspresi verbal untuk bayi laki-laki dan perempuan.  Ekspresi verbal untuk bayi laki-laki mengandung fitur-fitur semantik kebahagiaan yang luar biasa sedangkan untuk bayi perempuan ada doa dan harapan yang lebih kepada tugas-tugas domestik perempuan. Secara umum,  variasi ekspresi verbal yang diberikan tersebut mengandung ketimpangan gender karena terlihat mengutamakan salah satu jenis kelamin dibandingkan yanglainnya. Dalam kaitan analisis wacana dapat dikatakan bahwa struktur mikro dari ekspresi verbal merupakan cerminan dari struktur makro yaitu konstruksi budaya masyarakat Bali yang masih mengutamakan jenis kelamin laki-laki.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahimsa-Putra, Heddy Shri. (1985). “Etnosains dan Etnometodologi: Sebuah Perbandingan”. Masyarakat Indonesia. Tahun XII (2), pp. 13-33.

Astiti, Tjok Istri Putra. (1999). “Nilai anak dalam kehidupan keluarga orang Bali”, dalam Bunga Rampai Sosiologi Keluarga. T.O. Ihromi (ed), pp. 226-238. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Astiti, Tjok Istri Putra. (1994). “Pengaruh hukum adat dan program keluarga berencana terhadap nilai anak laki-laki dan perempuan pada masyarakat Bali yang sedang berubah”. Disertasi, Institut Pertanian Bogor.

Bonvillain, Nancy.(2003). Language, Culture, and Communication. The Meaning of Messages. New Jersey: Prentice Hall

Budiana, I Nyoman. (2009). Perkawinan Beda Wangsa dalam Masyarakat Bali. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Coates, Jennifer. (1986). Women, Men and Language. London: Longman.

van Dijk, Teun A. (1997). “Discourse as Interaction in Society”. Dalam Teun A van Dijk (ed.), Discoure as Social Interaction: Discourse Studies A Multidisiplinary Introduction, Vol.2. London: Sage Publication.

Dyatmikawati, Putu. (2015). Kewajiban pada Perkawinan “Pada Gelahang” dalam Perspektif Hukum Adat Bali. dalam Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], Vol.5. No.2, Nov.2015. pp. 461- 479.

Graddol, D. Dan J. Swann. (2003). Gender Voices : Telaah Kritis Relasi Bahasa dan Gender. Diterjemahkan oleh M. Muhith. Pasusuruan: Pedati.

Foley, W.A. (1997). Anthropological Linguistics: An Introduction. University of Sydney: Blackwell.

Kridalaksana, Harimurti. (1993). Kamus Linguistik. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Liliweri, A. (2002). Makna Budaya dalam Komunikasi Antar Budaya. Yograkarta: Lkis.

Mbete, A. M. (2004). “Linguistik Kebudayaan: Rintisan Konsep dan Beberapa Aspek Kajiannya” dalam . I.W. Bawa dan I.W. Cika (ed.). Bahasa dalam Perspektif Kebudayaan. Denpasar: Penerbit Universitas Udayana.

Oktavianus, (2006). “Nilai Budaya dalam Ungkapan Minangkabau: Sebuah Kajian dari Aspek Antropologi Linguistik “ dalam Linguistik Indonesia. No. 1, pp.115-127.

Palmer, GB.(1996). Toward a Theory of Cultural Linguistics. Austin: University of Texas Press.

Rais, H. Wakit A. (2017). Kearifan Lokal dalam Bahasa dan Budaya Jawa : Studi Kasus Masyarakat Nelayan di Pesisir Selatan Kebumen Jawa Tengah (Kajian Etnolinguistik). Surakarta: UNS Press.

Richards, Jack, Platt, Weber. (1990). Longman Dictionary of Applied Linguistics. Great Britain: Ricards Clay Ltd.

Sharifian, Farzad. (2015). The Routledge Handbook of Language and Culture. London and New York: Routledge.

Smith, P. M. (1979). “Sex markers in speech”, dalam Social Markers in Speech. Scherer Klaus R. dan Howard Giles. (ed) pp. 109-139. Cambridge: Cambridge University Press.

Suaka, I Nyoman. Refleksi Kekerasan dalam Rumah Tangga dalam Cerita Rakyat Bali Tuwung Kuning. Analisis Feminisme. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), Vol. 8, No. 2, pp. 63-84.

Suhandano, (2004). “Klasifikasi Tumbuh-tumbuhan dalam Bahasa Jawa: Sebuah Kajian Linguistik Antropologi”. Disertasi Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada.

Susanta, Yohanes Krismantyo. (2018). “Sentana Rajeg dan Nilai Anak Laki-laki Bagi Komunitas Bali Diaspora di Kabupaten Konawe” dalam Jurnal Multikultural & Multireligius, Vol 17, No. 2, pp. 505-517.
Published
2020-10-10
How to Cite
SARTINI, Ni Wayan. Ekspresi Verbal Masyarakat Bali terhadap Kelahiran Bayi: Kajian Linguistik Kebudayaan. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 10, n. 2, p. 395–416, oct. 2020. ISSN 2580-0698. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/61829>. Date accessed: 20 jan. 2021. doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i02.p03.