Bali Diaspora di Daerah Transmigrasi: Representasi Kearifan Lokal Bali di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara

  • I Nengah Punia Universitas Udayana
  • Wahyu Budi Nugroho Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i01.p03

Abstrak

Artikel ini mengkaji representasi kearifan lokal Bali dalam kehidupan sehari-hari masyarakat transmigran Bali di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara. Kajian ini juga untuk mengetahui sejauh mana representasi budaya berimplikasi terhadap interaksi sosial antara masyarakat Bali diaspora dengan penduduk asli dan transmigran asal daerah lainnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan angket dan wawancara sebagai instrumen pengumpulan data. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar kearifan lokal Bali masih terrepresentasi dalam keseharian hidup masyarakat transmigran Bali di Bolaang Mongondow, kecuali subak dan arsitektur Bali dirasa masih kurang. Interaksi antara masyarakat transmigran Bali di Bolaang Mongondow dengan penduduk asli dan transmigran dari daerah lain sangatlah harmonis. Hal ini dikarenakan masih kuatnya berbagai filosofi Bali seperti Tri Hita Karana (Tiga Penyebab Kebahagiaan) dan manyama braya (persaudaraan) dalam keseharian hidup masyarakat transmigran Bali di Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara.

Kata kunci:  representasi, kearifan lokal, transmigran Bali, Kabupaten Bolaang Mongondow

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Ardika, I Wayan. (1994). Pertanian pada Masa Bali Kuno: Suatu Kajian Efigrafi, Laporan Penelitian, Denpasar: Fakultas sastra Universitas Udayana.

Asief, Noor. (2002). Hubungan Tingkat Sosial Ekonomi dengan Integrasi Sosial Masyarakat Transmigrasi di Kawasan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow, Tesis Program Pascasarjana Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Barker, Chris. (2009). Cultural Studies. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Booth, Anne & Peter McCawley. (1985). Ekonomi Orde Baru. Jakarta: LP3ES.

Departemen Kebudayaan dan Pariwisata & Universitas Udayana. (2006). Bali Bangkit Kembali. Bali: UNUD Press.

Eka Juliawati, Ni Putu. (2013). Representasi Budaya Lokal dalam Kegiatan Denpasar Festival di Kota Denpasar. E-Jurnal Kajian Budaya (Online Journal of Cultural Studies), [S.l.], feb. 2013. ISSN 2302-7304.

Dinas Kebudayaan Karangasem. (2017). Sejarah Megibung. https://disbud.karangasemkab.go.id/data-budaya/megibung/ (diakses pada 03 April 2020)

Hardjosudarmo, S. (1965). Kebijaksanaan Transmigrasi dalam Rangka Pembangunan Masyarakat Desa di Indonesia. Jakarta: Bhatara.

Putra, Darma & Windhu Sancaya [ed.]. (2005). Kompetensi Budaya dalam Globalisasi. Bali: Pustaka Larasan.

Raharjo, Rukmadi Warsito Chondidah Budi, dkk. (1984). Transmigrasi dari Daerah Asal sampai Benturan Budaya di Tempat Pemukiman. Jakarta: CV. Rajawali

Sibarani, Robert. (2012). Kearifan Lokal: Hakikat, Peran, dan Tradisi Lisan. Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Storey, John. (2006). Cultural Studies dan Kajian Budaya Pop. Yogyakarta: Jalasutra.

Kymlicka, Will. (2002). Kewargaan Multikultural. (Pengantar F. Budi Hardiman). Jakarta: LP3ES.

Liliweri, Alo. (2009). Prasangka dan Konflik, Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultur, Yogyakarta: LKiS.

Madva, Alex. (2019). Integration, Community, and the Medical Model of Social Injustice. Journal of Applied Philosophy. 10.111/japp.12356.

Mahdalena, Niswatin. (2016). “Nilai Kearifan Lokal “Subak” Sebagai Modal Sosial Transmigran Etnis Bali”, Jurnal Akuntansi Multiparadigma JAMAL, Volume 7 Nomor 2 Halaman 156-323.

Mulhern, Francis. (2010). Budaya/Metabudaya. Yogyakarta: Jalasutra.

Nani, Asripan. (2003). “ Analisis Pendapatan dan Kesejahteraan Petani Padi Sawah Di Kabupaten Bolaang Mongondow “ Tesis Program Magister (S2) Sumber Daya Manusia Universitas Sam Ratulangi Manado.

Pemerintah Kabupaten Buleleng. (2017). Sistem Irigasi Subak Bali. https://buleleng.bulelengkab.go.id/artikel/sistem-irigasi-subak-bali-indonesia-metode-pengairan-sawah-tradisional-di-bali-yang-terkenal-dan-ditetapkan-oleh-unesco-sebagai-warisan-budaya-dunia-36 (diakses pada 03 April 2020)

Punia, I Nengah. (2007). Kajian Perubahan Sosial Budaya Masyarakat Desa Werdhi, Kecamatan Dumoga Kabupaten Bolaang Mongondow Sulawesi Utara, Tesis Program Magister Universitas Sam Ratulangi, Manado.

Sumolang, Steven & Janeke Peggy. (2019). Pemetaan Konflik Sosial pada Masyarakat Dumoga di Kabupaten Bolaang Mongondow. Kementerian Pendidikan dan Kebudyaan Sulawesi Utara: Manado.

Wawancara dengan Jero Mangku Mustiada, transmigran tahun 1964

Wawancara dengan I Gusti Parsa, transmigran tahun 1974

Wawancara dengan Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Bolaang Mongondow, I Nyoman Sukra
Diterbitkan
2020-04-12
##submission.howToCite##
PUNIA, I Nengah; BUDI NUGROHO, Wahyu. Bali Diaspora di Daerah Transmigrasi: Representasi Kearifan Lokal Bali di Kabupaten Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 10, n. 1, p. 49-72, apr. 2020. ISSN 2580-0698. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/58559>. Tanggal Akses: 30 jan. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i01.p03.
Bagian
Articles