Kebijakan Pendidikan Bermotif Politik: Pengembangan Pendidikan Dasar Melalui Pembagian Laptop Gratis di Kabupaten Badung, Bali

  • Agus Putra Mahendra Universitas Udayana
  • I Nyoman Darma Putra Universitas Udayana
  • Ida Bagus Gede Pujaastawa Universitas Udayana

Abstract

This paper analyzes the policy of distributing free laptops by the Badung Regency Government, Bali, to all 5th and 6th grade students at the public elementary school, but not to students at private school, in Badung Regency, Bali, since 2016 to develop basic education in the region. This topic is researched because it is a public policy development of basic education that was first implemented in Bali. The problem studied is how the response of stakeholders in the public elementary and private elementary schools to the policy. Data was obtained based on the results of interviews, document studies, and observations which were then analyzed by Hermeneutics theory and the Power of Knowledge. The analysis produced three conclusions. First, the policy was responded positively by supporters of the interests of public elementary schools. Second, the policy was responded to as a discriminatory policy by private elementary school stakeholders. Third, education policy is political sense for the interests of the authorities.

Keywords: public policy, primary education, free laptop, politically motivated of education policy, Badung Regency

Downloads

Download data is not yet available.

References

Antaranews.Com. (2017). “Bupati Badung Gratiskan PBB P2”, sumber: https://bali.antaranews.com/berita/106265/bupati-badung-gratiskan-pbb-p2 Diakses 15/10/2019.

Aur, Alexander. (2005). ‘Pascastrukturalisme Michel Foucault dan Gerbang Menuju Dialog Antarperadaban’, dalam Teori-teori Kebudayaan. Mudji Sutrisno & Hendar Putranto (eds). Bandung: Kanisius.

Bali Express. (2017). “Seragam Gratis di Badung Molor Karena Data Siswa Belum Rampung”, https://baliexpress.jawapos.com/read/2017/07/18/1841/seragam-gratis-di-badung-molor-karena-data-siswa-belum-rampung Diakses 21/8/2019.

Barker, Chris. (2014). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Bungin, Burhan. (2018). Komunikasi Politik Pencitraan. Jakarta: Prenada Media Group.

Cavallaro, Dani. (2004). Teori Kritis dan Teori Budaya. Yogyakarta: Niagara.

Darmaningtyas. (2015). Pendidikan yang Memiskinkan. Malang: Intrans Publishing.

DenPost. (2018). “Giri Prasta Terima 20 Calon Mahasiswa Beasiswa ke Luar Negeri”. DenPost, 15 September, Halaman 3.

DenPost. (2019). “Ngenteg Linggih di Pura Ulun Desa, Tabanan. Suiasa Serahkan Dana Hibah Rp 1,3 Miliar Lebih”, DenPost, 9 April, Halaman 3.

Erfina, Tahmid Sabri, Syamsiati. (2012). Penggunaan Audio Visual Laptop Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita Anak Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Sumber: https://media.neliti.com/media/publications/210439-none.pdf Diakses 3/7/2019.

Foucault, Michel. (2012). Arkeologi Pengetahuan. (Inyiak Ridwan Muzir, Pen). Yogyakarta: Ircisod.

Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi, Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi. Yogyakarta: Kanisius.

Hayat. (2018). Kebijakan Publik, Evaluasi, Reformasi dan Formulasi. Malang: Intrans Publishing.

Heryanto, Ariel. (2018). Identitas dan Kenikmatan, Politik Budaya Layar Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Jogloabang.Com. (2019). “UU 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional”, sumber: https://www.jogloabang.com/pendidikan/uu-20-tahun-2003-tentang-sistem-pendidikan-nasional. Diakses 20/10/2019.

Jorgensen, Marianne W, dan Luoise J. Philips. (2010). Analisis Wacana Teori dan Metode. (Imam Suyitno dkk, Pen). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lubis, Akhyar Yusuf. (2016). Filsafat Ilmu Klasik Hingga Kontemporer. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Nugroho D, Riant. (2004). Kebijakan Publik, Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Piliang, Yasraf Amir. (1998). Sebuah Dunia yang Dilipat. Bandung: Mizan.

Setyawan, Dody. (2017). Pengantar Kebijakan Publik. Malang: Inteligensia Media.

Sihabudin, Ahmad. (2011). Komunikasi Antarbudaya, Satu Perspektif Multidimensi. Jakarta: Bumi Aksara.

Suciati dan Nur Hidayah. (2011). Penggunaan Laptop Dalam Perkuliahan di Kelas, Manfaat atau Mudharatkah?. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 3, Mei 2011, 291-298.

Suda, I Ketut. (2011). Komodifikasi Pendidikan dan Kanibalisme Intelektual dalam Proses Pembelajaran di Sekolah, dalam Jelajah Kajian Budaya. I Made Suastika, I Nyoman Kutha Ratna, I Gede Mudana (eds). Denpasar: Pustaka Larasan.

Sugiartha, I Komang. (2009). Penggunaan Telepon Seluler Sebagai Representasi Gaya Hidup Siswa SMA Negeri 2 Denpasar. Denpasar: Universitas Udayana.

Tamaka, Glendy Indra dan Eko Harry Susanto. (2013). Pencitraan Aburizal Bakrie Melalui Iklan Televisi. Jurnal Kajian Komunikasi, Vol. 1. Nomor 1, Juli 2013, 32-50.

Ungasan.Com. (2016). “Di Badung 8636 Siswa Kelas 6 Dapat Laptop”, sumber: http://www.ungasan.com/2016/12/di-badung-8636-siswa-kelas-vi-dapat Diakses 15/10/2019.
Published
2020-04-13
How to Cite
MAHENDRA, Agus Putra; DARMA PUTRA, I Nyoman; PUJAASTAWA, Ida Bagus Gede. Kebijakan Pendidikan Bermotif Politik: Pengembangan Pendidikan Dasar Melalui Pembagian Laptop Gratis di Kabupaten Badung, Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 10, n. 1, p. 327–345, apr. 2020. ISSN 2580-0698. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/54686>. Date accessed: 12 july 2020. doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i01.p15.