Kebijakan Pendidikan Bermotif Politik: Pengembangan Pendidikan Dasar Melalui Pembagian Laptop Gratis di Kabupaten Badung, Bali

  • Agus Putra Mahendra Universitas Udayana
  • I Nyoman Darma Putra Universitas Udayana
  • Ida Bagus Gede Pujaastawa Universitas Udayana
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i01.p15

Abstrak

Tulisan ini menganalisis tentang kebijakan pembagian laptop gratis oleh Pemkab Badung, Bali, untuk seluruh siswa kelas 5 dan 6 di SD Negeri, tetapi tidak diberikan kepada pelajar SD swasta, di Kabupaten Badung, Bali sejak tahun 2016 untuk mengembangkan pendidikan dasar di wilayahnya. Topik ini diteliti karena merupakan kebijakan publik pengembangan pendidikan dasar yang pertama kali dilaksanakan di Bali. Masalah yang dikaji adalah bagaimana respons para pengampu kepentingan di SD Negeri dan SD swasta atas kebijakan tersebut. Data diperoleh berdasarkan hasil wawancara, studi dokumen, dan observasi yang kemudian dianalisis dengan teori hermeneutika dan kuasa pengetahuan. Analisis menghasilkan tiga simpulan. Pertama, kebijakan itu direspons positif oleh pengampu kepentingan SD Negeri. Kedua, kebijakan itu direspons sebagai kebijakan diskriminatif oleh pengampu kepentingan SD swasta. Ketiga, kebijakan pendidikan itu rasa politik untuk kepentingan penguasa.

Kata kunci: kebijakan publik, pendidikan dasar, laptop gratis, kebijakan pendidikan bermotif politik, Kabupaten Badung

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

Antaranews.Com. (2017). “Bupati Badung Gratiskan PBB P2”, sumber: https://bali.antaranews.com/berita/106265/bupati-badung-gratiskan-pbb-p2 Diakses 15/10/2019.

Aur, Alexander. (2005). ‘Pascastrukturalisme Michel Foucault dan Gerbang Menuju Dialog Antarperadaban’, dalam Teori-teori Kebudayaan. Mudji Sutrisno & Hendar Putranto (eds). Bandung: Kanisius.

Bali Express. (2017). “Seragam Gratis di Badung Molor Karena Data Siswa Belum Rampung”, https://baliexpress.jawapos.com/read/2017/07/18/1841/seragam-gratis-di-badung-molor-karena-data-siswa-belum-rampung Diakses 21/8/2019.

Barker, Chris. (2014). Cultural Studies: Teori dan Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Bungin, Burhan. (2018). Komunikasi Politik Pencitraan. Jakarta: Prenada Media Group.

Cavallaro, Dani. (2004). Teori Kritis dan Teori Budaya. Yogyakarta: Niagara.

Darmaningtyas. (2015). Pendidikan yang Memiskinkan. Malang: Intrans Publishing.

DenPost. (2018). “Giri Prasta Terima 20 Calon Mahasiswa Beasiswa ke Luar Negeri”. DenPost, 15 September, Halaman 3.

DenPost. (2019). “Ngenteg Linggih di Pura Ulun Desa, Tabanan. Suiasa Serahkan Dana Hibah Rp 1,3 Miliar Lebih”, DenPost, 9 April, Halaman 3.

Erfina, Tahmid Sabri, Syamsiati. (2012). Penggunaan Audio Visual Laptop Untuk Meningkatkan Keterampilan Menyimak Cerita Anak Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Sumber: https://media.neliti.com/media/publications/210439-none.pdf Diakses 3/7/2019.

Foucault, Michel. (2012). Arkeologi Pengetahuan. (Inyiak Ridwan Muzir, Pen). Yogyakarta: Ircisod.

Haryatmoko. (2007). Etika Komunikasi, Manipulasi Media, Kekerasan, dan Pornografi. Yogyakarta: Kanisius.

Hayat. (2018). Kebijakan Publik, Evaluasi, Reformasi dan Formulasi. Malang: Intrans Publishing.

Heryanto, Ariel. (2018). Identitas dan Kenikmatan, Politik Budaya Layar Indonesia. Jakarta: Gramedia.

Jogloabang.Com. (2019). “UU 23 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional”, sumber: https://www.jogloabang.com/pendidikan/uu-20-tahun-2003-tentang-sistem-pendidikan-nasional. Diakses 20/10/2019.

Jorgensen, Marianne W, dan Luoise J. Philips. (2010). Analisis Wacana Teori dan Metode. (Imam Suyitno dkk, Pen). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Lubis, Akhyar Yusuf. (2016). Filsafat Ilmu Klasik Hingga Kontemporer. Jakarta: Rajagrafindo Persada.

Nugroho D, Riant. (2004). Kebijakan Publik, Formulasi, Implementasi, dan Evaluasi. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Piliang, Yasraf Amir. (1998). Sebuah Dunia yang Dilipat. Bandung: Mizan.

Setyawan, Dody. (2017). Pengantar Kebijakan Publik. Malang: Inteligensia Media.

Sihabudin, Ahmad. (2011). Komunikasi Antarbudaya, Satu Perspektif Multidimensi. Jakarta: Bumi Aksara.

Suciati dan Nur Hidayah. (2011). Penggunaan Laptop Dalam Perkuliahan di Kelas, Manfaat atau Mudharatkah?. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, Vol. 17, Nomor 3, Mei 2011, 291-298.

Suda, I Ketut. (2011). Komodifikasi Pendidikan dan Kanibalisme Intelektual dalam Proses Pembelajaran di Sekolah, dalam Jelajah Kajian Budaya. I Made Suastika, I Nyoman Kutha Ratna, I Gede Mudana (eds). Denpasar: Pustaka Larasan.

Sugiartha, I Komang. (2009). Penggunaan Telepon Seluler Sebagai Representasi Gaya Hidup Siswa SMA Negeri 2 Denpasar. Denpasar: Universitas Udayana.

Tamaka, Glendy Indra dan Eko Harry Susanto. (2013). Pencitraan Aburizal Bakrie Melalui Iklan Televisi. Jurnal Kajian Komunikasi, Vol. 1. Nomor 1, Juli 2013, 32-50.

Ungasan.Com. (2016). “Di Badung 8636 Siswa Kelas 6 Dapat Laptop”, sumber: http://www.ungasan.com/2016/12/di-badung-8636-siswa-kelas-vi-dapat Diakses 15/10/2019.
Diterbitkan
2020-04-13
##submission.howToCite##
MAHENDRA, Agus Putra; DARMA PUTRA, I Nyoman; PUJAASTAWA, Ida Bagus Gede. Kebijakan Pendidikan Bermotif Politik: Pengembangan Pendidikan Dasar Melalui Pembagian Laptop Gratis di Kabupaten Badung, Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 10, n. 1, p. 327–345, apr. 2020. ISSN 2580-0698. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/54686>. Tanggal Akses: 25 sep. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2020.v10.i01.p15.
Bagian
Articles

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##