Barong Landung: Inspirasi Daya Tarik Wisata dan Industri Kreatif di Bali
Abstrak
Barong Landung adalah pertunjukan kesenian Bali yang langka dan unik yang memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata dan sumber inspirasi bagi industri kreatif. Keunikan Barong Landung dapat dilihat dari karakter-karakter yang dikaitkan dengan mitologi Raja Bali dengan istrinya seorang putri Cina. Artikel ini menganalisis potensi pertunjukan seni Barong Landung untuk dikembangkan sebagai pertunjukan wisata dalam mendukung pariwisata budaya Bali dan sumber inspirasi pengembangan industri kreatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan riset perpustakaan dan data itu dianalisis secara kualitatif menggunakan teori komodifikasi. Penelitian menunjukkan bahwa ada dua jenis pertunjukan Barong Landung yaitu yang sakral dan profan. Yang pertama adalah untuk ritual keagamaan, sedangkan yang kedua dapat diadopsi untuk tujuan wisata dan untuk sumber inspirasi produk-produk souvenir yang keduanya dapat mendukung pariwisata budaya Bali.
Kata kunci: Barong Landung, sakral dan profan, industri kreatif, daya tarik wisata, wisata budaya Bali.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Ardika, I Wayan. (2007). Pusaka Budaya dan Pariwisata. Denpasar: Pustaka Larasan.
Ayatrohaedi. (1986). Kepribadian Budaya Bangsa (Lokal Genius). Jakarta: Pustaka Jaya.
Barker, Chris. (2004). Cultural Studies: Teori &Praktik. Yogyakarta: Kreasi Wacana.
Budiastra, I Putu. (1978). Prasasti Penida Kaja. Museum Bali.
Departemen Pendidikan Nasional. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia: Pusat Bahasa. Edisi Keempat. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Dibia, I Wayan. (1978). Perkembangan Seni Tari di Bali. Denpasar: Proyek sasana Budaya Bali.
Dinas Kebudayaan Provinsi Tingkat I Bali. (1996/ 1997). Data Kebudayaan daerah Bali.
Gadung, Ni Ketut. (2008). Kesenian Barong Landung di Banjar Kaja Pedungan: Sebuah Kajian Budaya. Tesis Program Magister Kajian Budaya, Program Pascasarjana Universitas Udayana, Denpasar.
Gottowik, Volker. (2010). “Transnational, Translocal, Transcultural: Some Remarks on the Relations between Hindu-Balinese and Ethnic Chinese in Bali”, Journal of Social Issues in Southeast Asia, Volume 25, Number 2, October 2010, pp. 178-212.
Jika, I Ketut. (2014). Kesenian Barong Landung di Banjar Tegeh Sari Desa Adat Kerobokan Kabupaten Badung: Kajian Bentuk, Fungsi, dan Makna. Tesis Program Magister Ilmu Agama dan Kebudayaan, Program Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia, Denpasar.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2017). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan.
Mahardika, Harryadin, dkk. (2017). Memahami Inovasi Disrutif Dari Kacamata Sekolah Bisnis. Malang: Media Nusa Creative.
Moelyono, Mauled. (2010). Menggerakkan Ekonomi Kreatif: Antara Tuntutan dan Kebutuhan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Moleong, Lexy J. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatutif. Bandung: ROSDA.
Mudra, I Wayan, dkk. (2017). Data Seni Rupa & Desain di Kecamatan Susut dan Bangli serta Tembuku Kabupaten Bangli Provinsi Bali. Kerjasama Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi Lembaga Penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat dan Pengebangan Pendidikan Institut Seni Indonesia Denpasar dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bangli Nomor: 254/IT5.3/PG/2017 dan 431/226/ Dispabud/ 2017.
Nugroho, Riant. (2014). Kebijakan Publik Di Negara-Negara Berkembang. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Nusa Bali. (2020, Januari 27). nusabali.com. Retrieved from nusabali.com: https://www.nusabali.com/berita/67702/kintamani-festival-ditunda-karena-isu-virus-corona.
Picard, Michel. (2006). Bali Pariwisata Budaya dan Budaya Pariwisata. Jakarta: Gramedia.
Piliang, Yasraf Amir. (2011). Dunia Yang Dilipat Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-Batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.
Piliang, Yasraf Amir. (2005). Transpolitika: Dinamika Politik di Dalam Era Virtualitas: Yogyakarta: Jalasutra.
Pitana, I Gde dan Gayatri, Putu G. (2005). Sosiologi Pariwisata: Kajian Sosiologi terhadap Struktur, Sistem, dan Dampak-Dampak Pariwisata. Yogyakarta: Andi.
Putra, I Nyoman Darma dan Syamsul Alam Paturusi. (2017). Metamorfosis Pariwisata Bali, Tantangan Membangun Pariwisata Berkelanjutan. Denpasar: Pustaka Larasan.
Raka, Anak Agung Gd. (2016). Pura Penataran Kahyangan Jagat Bali. Denpasar: Pustaka Larasan.
Sedyawati, Edi. (2006). Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi Seni dan Sejarah. Jakarta: Rajagrafindo Persada.
Suardana, Gede, I Nyoman Darma Putra, dan Nengah Bawa Atmaja. (2018). “The Legend of Balinese Goddesses”: Komodifikasi Seni Pertunjukan Hibrid dalam Pariwisata Bali. Jurnal Kajian Bali Vol. 8, No. 1, pp. 35-52, Apr. 2018.
Vickers, Adrian. (2013). “Bali Membangun Kembali Pariwisata: 1950-an” Dalam Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies). Volume 03, Nomor 02, Oktober 2013, pp.1-38.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.