Bisnis Foto Prewedding: Komersialisasi Ritual Perkawinan pada Masyarakat Bali

  • Anantawikrama Tungga Atmadja Universitas Pendidikan Ganesha
  • Tuty Maryati Universitas Pendidikan Ganesha
  • Nengah Bawa Atmadja Universitas Pendidikan Ganesha

Abstract

This article is a part of the fundamental research result conducted for in 2019. The method is a qualitative research that refers to a critical paradigm. The research location is in various regencies in Bali. The results showed the use of prewedding in marriage ritual in Bali is triggered  by various reasons, namely not contrary to Hinduism, shame, the push of meme, postmodern identity, and the desire to show the status. The practice of prewedding is done by buying at prewedding entrepreneurs. This led to the perception of the commercialization of marriage in Balinese society. Commercialization is done in a variety of ways, namely to make prewedding as the creative industry, to develop a collaborative, create tiered quality prewedding, and conduct business activities with B2C model.


Key words: Social change, prewedding, marriage, and commercialization

Downloads

Download data is not yet available.

References

Atmadja, Anantawikrama T., Nengah Bawa Atmadja. 2019. Sosiologi Korupsi: Kajian Multiperspektif, Integralistik, dan Pencegahannya. Jakarta: Prenada Media.

Atmadja, Nengah Bawa, Anantawikrama Tungga Atmadja dan Tuty Maryati. 2015. Industri Banten Jaringan Bisnis dan Implikasinya terhadap Masyarakat Bali. Singaraja: Universitas Pendidikan Ganesha.

Atmadja, Nengah Bawa dan Luh Putu Sri Ariyani. 2017. Sosiologi Media Perspektif Teori Kritis. Jakarta: CV Grafindo-Persada.

Atmadja, Nengah Bawa. 2001. Reformasi ke Arah Kemajuan yang Sempurna dan Holistik: Gagasan Perkumpulan Surya Kanta tentang Bali di Masa Depan. Surabaya: Paramita.

Berger, Jonah. 2013. Contagious Rahasia di Balik Produk dan Gagasan yang Populer. [Penerjemah. Alex Tri Kantjono Widodo]. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Culler, Jonathan. 2003. Barthes. [Alih Bahasa. Ruslani]. Yogyakarta: Jendela.

Dawkins, Richard. 2017. The Selfish Gene. [Penerjemah K. El-Kaziem]. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Fiske, John. 2011. Memahami Budaya Populer. [Penerjemah Asma Bey Mahyuddin]. Yogyakarta: Jalasutra.

Fukuyama, Francis. 2002. Trust: Kebajikan Sosial dan Penciptaan Kemakmuran. [Penerjemah. Ruslani]. Yogyakarta: Qalam.

Hartley, John. 2010. Communication, Cultural, & Media Studies: Konsep Kunci. [Penerjemah. Kartika Wijayanti]. Yogyakarta: Jalasutra.

Heryanto, Ariel. 2012. “Budaya Pop dan Pesaingan Identitas”. Dalam Ariel Heryanto ed. Budaya Pop di Indonesia Mencairnya Identitas Pasca-Orde Baru. [Penerjemah Eka S. Saputra]. Yogyakarta: Jalasustra. Halaman 1-52.

Kellner, Douglas. 2010. Budaya Media: Cultural Studies, Identitas, dan Politik Antara Modern dan Postmodern. [Penerjemah. Galih Bondan Rambatan]. Yogyakarta: Jala Sutra.

Kotler, Philip., Hermawan Kartajaya dan Iwan Setiawan. 2017. Marketing 4.0 Bergerak dari Tradisional ke Digital. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Lee, Martyn. 2006. Budaya Konsumen Terlahir Kembali Arah Baru Modernitas dalam Kajian Modal, Konsumsi, dan Kebudayaan. [Penerjemah Nurhadi]. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Lubis, A. Y. 2014. Postmodernisme Teori dan Metode. Jakarta: Raja Grafindo Perkasa.

Lury, Celia. 1998. Budaya Konsumen. [Penerjemah. Hasti T Champion]. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Moelyono, Mauled. 2010. Menggerakkan Ekonomi Kreatif Antara Tuntutan dan Kebutuhan. Jakarta: Rajawali Press.

Pattinasarany, Indera Ratna I. 2016. Stratifikasi Sosial Mobilitas Sosial. Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Piliang, Yasraf A. dan Jejen Jaelani. 2018. Teori Budaya Kontemporer Penjelajahan Tanda dan Makna. Yogyakarta: Aurora.

Plummer, Ken. 2011. Sosiologi The Basics. [Penerjemah Nanang Martono dan Siswono]. Jakarta: PT Grafindo Persada.

Sadnyini, Ida Ayu. 2016. Sanksi Perkawinan Terlarang di Bali Dulu dan Kini. Denpasar: Udayana University Press.

Schmidt, Eric dan Jared Cohen. 2014. The New Digital Age Cakrawala Baru Negara, Bisnis, dan Hidup Kita. [Penerjemah. Selviya Hanna]. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia].

Soemardjan, Selo. 1993. “Beberapa Pemikiran tentang Pembangunan.” Dalam Pokok-pokok Pikiran Selo Soemardjan [Ed. Desiree Zuraida dan Jufrina Rizal]. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan. Halaman 25-230.

Strinati, Dominic. 2009. Popular Culture Pengantar Menuju Teori Budaya Populer. [Penerjemah Abdul Muchid]. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.

Sudharta, Tjok Rai. 1993. Manusia Hindu Dari Kandungan Sampai Perkawinan. Denpasar: Yayasan Dharma Naradha.

Sukarsa, Made. 2009. Biaya Upacara Manusia Bali. Denpasar: Buku Arti.

Sunardi, St. 2012. Vodka dan Birahi Seorang Nabi: Esai-esai Seni dan Estetika. Yogyakarta: Jalasutra.

Tim Penyusun Kamus Pembinaan. 1995. Kamus Besar Bahasa Indoonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Usman, Sunyoto. 2018. Modal Sosial. Yogyakarta: Pustaka Larasan.

Weber, Max. 2006. Studi Komprehensif Sosiologi Kebudayaan. [Penrjemah. Abdul Qodir Shaleh]. Yogyakarta: IRCiSoD.

Wiana, I Ketut. 2004. Makna Upacara Yajnya Dalam Agama Hindu. Surabaya: Paramita.

Wiana, I Ketut. 2006. Sembahyang Menurut Hindu. Surabaya: Paramita.

Wijayanto, Eko. 2012. Genetika Kebudayaan Seri 2. Jakarta: Salemba Humanika.
Published
2019-10-30
How to Cite
ATMADJA, Anantawikrama Tungga; MARYATI, Tuty; BAWA ATMADJA, Nengah. Bisnis Foto Prewedding: Komersialisasi Ritual Perkawinan pada Masyarakat Bali. Jurnal Kajian Bali (Journal of Bali Studies), [S.l.], v. 9, n. 2, p. 339–358, oct. 2019. ISSN 2580-0698. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/kajianbali/article/view/52335>. Date accessed: 25 nov. 2020. doi: https://doi.org/10.24843/JKB.2019.v09.i02.p04.