Laporan Kasus: Prolapsus Rektum pada Kucing Persia Peaknose

  • Iin Mutmainnah Muhadjir Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana
  • I Nengah Wandia Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana
  • Anak Agung Gde Jaya Wardhita Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Abstract

Prolapsus rektum merupakan suatu kondisi keluarnya satu atau lebih lapisan rektum melalui orificium ani. Prolapsus umumnya terjadi pada hewan muda dan tua karena konstipasi, endoparasit, diare, faktor keturunan, kehilangan daya spinchter ani dan pelonggaran selaput lendir rektum. Seekor kucing datang ke Rumah Sakit Hewan Pendidikan Universitas Udayana dengan keluhan prolapsus berulang, nafsu makan baik, dan kucing pasif. Pemeriksaan fisik menunjukkan pada bagian rektum yang mengalami prolapsus memiliki perbedaan warna, bagian proksimal berwarna merah muda sedangkan bagian distal berwarna merah dan mengecil. Hasil pemeriksaan darah menunjukkan bahwa kucing layak untuk dioperasi. Kucing dioperasi dengan menggunakan teknik reposisi rektum. Rektum dimasukkan secara perlahan dengan manual, kemudian dilakukan penjahitan di sekeliling anus dengan pola purse string. Perawatan pascaoperasi dilakukan dengan memberikan antibiotik amoxicilline long acting 1 ml/10 kg BB, dilanjutkan dengan amoxicilline sirup (10-25 mg/kg BB; q 12h) dan antiinflamasi dexamethasone (0,1-0,2 mg/kgBB; q12h). Namun kucing mengalami kematian pada hari kedua pascaoperasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Anak Agung Gde Jaya Wardhita, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Laboratorium Ilmu Bedah Veteriner

Published
2019-09-30
How to Cite
MUHADJIR, Iin Mutmainnah; WANDIA, I Nengah; WARDHITA, Anak Agung Gde Jaya. Laporan Kasus: Prolapsus Rektum pada Kucing Persia Peaknose. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], p. 615-623, sep. 2019. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/57007>. Date accessed: 21 oct. 2020.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >>