Studi Kasus: Miasis pada Anjing Ras Shih-Tzu

  • Alfitri Wulandari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana
  • I Gusti Agung Gde Putra Pemayun Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Abstract

Miasis adalah infestasi larva lalat ke dalam jaringan hidup hewan maupun manusia. Infestasi larva miasis tidak menimbulkan tanda klinis yang spesifik dan sangat bervariasi tergantung pada lokasi luka. Miasis bisa menyerang semua ras anjing baik jantan maupun betina, berumur tua atau muda. Seekor anjing ras Shih-Tzu berumur 4 tahun, bobot badan 3,50 kg dan berjenis kelamin betina diperiksa di Rumah Sakit Hewan Pendidikan, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana dengan keluhan adanya luka terbuka disertai adanya belatung pada daerah kepala dekat dengan mata kiri. Secara klinis anjing nampak lesu dengan nafsu makan dan minum menurun, namun defekasi dan urinasi masih normal. Hasil pemeriksaan fisik anjing didiagnosis menderita miasis dengan prognosis fausta. Anjing ditangani dengan melakukan pembersihan luka dan mengambil belatung setiap hari menggunakan larutan NaCl 0.9%. Anjing diobati dengan antibiotika amoksisilin (R/Betamox) dan amoksisilin sirup. Deksametason, asam mefenamat diberikan sebagai anti radang dan analgesik, disamping itu juga diberikan ivermectin untuk pengobatan belatungnya jika masih ada yang tertinggal. Hari kelima setelah pengobatan luka sudah menutup dan pada hari kesepuluh luka sudah sembuh dan menutup dengan baik.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

I Gusti Agung Gde Putra Pemayun, Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Udayana

Laboratorium Ilmu Bedah Veteriner

Published
2019-03-31
How to Cite
WULANDARI, Alfitri; PEMAYUN, I Gusti Agung Gde Putra. Studi Kasus: Miasis pada Anjing Ras Shih-Tzu. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], p. 177-185, mar. 2019. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/50710>. Date accessed: 24 oct. 2020.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)