Peningkatan Hasil Bawang Merah dan Perubahan Sifat Kimia Tanah dengan Pemupukan Berimbang Semi Organik pada Tanah Inceptisol

  • A.A. NYOMAN SUPADMA Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana
  • I MADE DANA Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana
  • I DEWA MADE ARTHAGAMA Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Udayana

Abstract

 Increased Yields Onion Plant and Changes of Soil Chemical Properties with Semiorganic Fertilization on Inceptisol Soil Tabanan. Thisexperiment to study the effects of inorganic fertilizer (P) and organic fertilizer (K) on the chemical properties as well as onion yields. A Factorial Randomized Block Design pot Experiment was conducted under Inceptisol soil conditions located at Kerambitan District, Tabanan Regency. The inorganic treatments consisted of P0 (control), P1 (50kg Phonska ha-1 + 200 kg ZA ha-1), P2 (100 kg Phonska ha-1 + 150 kg ZA ha-1), P3 (150 kg Phonska ha-1 + 100 kg.ZA ha-1). The organic treatments consisted of K0 (control), K1 (2 tons ha-1), K2 (4 tons ha-1), K3 (6 tons ha-1). Plant parameters observed including: plant height (cm), maximum number of leaves, maximum number of tubers, fresh and oven dry weight of tubers and hypothetical tubers fresh yields. The observed chemical soil properties including: soil pH and CEC.  All data were analyzed using variance analysis and Duncan's test (0.05). The results showed that all fertilization treatments have significant effects on most parameters observed except plant height, soil pH and CEC. The P2K2 (100 kg Phonska ha-1 + 150 kg ZA ha-1) and (4 tons ha-1) treatment resulted in the best effects on the number tubers (7.7 tubers), weight of fresh tubers (37.9 g), tubers dry weight (6.5 g) per pot respectively. The highest hypothetical yields (9.5 tons ha-1) were also found under this treatment as well as the highest soil pH (6.6) and CEC (46.8 me 100g-1 of soil).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Badan Statistik Provinsi Bali, 2017.Produksi Tanaman Pangan di Daerah Bali Tahun 2016.
Darmawijaya, M.I., 1992. Klasifikasi Tanah, Dasar Teori Bagi Peneliti Tanah dan Pelaksana Pertanian di Indonesia. Gajah Mada University Press.Yogyakarta.
Erfandi, D.,A. Kasno, 2000. Efektivitas Penggunaan Pupuk anorganik dan organik untuk meningkatkan Produktivitas Tanah pada lahan kering masam. Prosiding HITI. VII. Bandung.
Elisabeth,D.W., Santoso,M., Herlina,N., 2013. Pengaruh Pemberian Berbagai Komposisi Bahan Organik pada Pertumbuhan dan hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). J.Prod.Tanaman, Vol. 1, No. 3.
Go Ban Hong, 1998. Tanah Lapar dan Lapar Tanah. Berita HITI. Vol. 7, Nomor 20. Bogor.
Gunadi,N., 2009. Kalium Sulfat dan kalium Klorida sebagai Sumber Pupuk Kalium pada Tanaman Bawang Merah. J. Hort. Vol. 1, No. 2.
Hardjowigeno, S. 1998. Klasifikasi Tanah dan Pedogenesis. CV. Akademika Pressindo. Bogor. 268 hal.
Hendro, S. dan Prasodjo,S. 1983. Budidaya Bawang Merah. Sinar Baru Bandung. 26 h.
Kurnianingsih, A., Susilawati, Sefrila, M. 2018. Karakter Pertumbuhan Tanaman Bawang Merah pada Berbagai Komposisi Media Tanam. J. Hort. Indonesia. Vol. 9. No. 3. h. 267-173.
Napitupulu, D. & Winarto,M., 2010. Pengaruh Pemberian Pupuk N dan K terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah. J. Hort. Vol. 20. No. 1.
Niswati,A.,Aeny, T.N., Thalib,H., Ghani,S., 1993. Perubahan Populasi Mikroorganisme Tanah Ultisol Tanjungan akibat aplikasi Limbah Cair MSG pada Pertanaman Bawang Merah. J. Pen. Pengb.Wil. Lahan Kering. No. 12.Lampung.
Notohadiprawiro,T.,Suryanto, Hidayat, Asmara, A.A., 1991. Nilai Pupuk Sari Kering Limbah (Sludge)Kawasan Industri dan Dampak Penggunaannya sebagai Pupuk atas Lingkungan. Agric. Sci. Vol. IV. No. 7.
Novisan. 2002. Petunjuk Pemupukan Efektif. Agromedia Jakarta.
Rosmarkam, A. & Yuwono, N.W. Ilmu Kesuburan Tanah. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.
Samsuddin, U.S. 1982. Bawang Merah. Penerbit Bina Cipta. 42h.
Setyorini,D., J.S. Adiningsih & S. Rohayati. 2003. Uji Tanah Sebagai Dasar Penyusunan Rekomendasi Pemupukan. Balai Penelitian Tanah. Bogor.
Soepardi, G., Ismunadji,S., Partohardjono. 1985. Menuju Pemupukan Berimbang Guna Meningkatkan Jumlah dan Mutu Hasil Pertanian. Departemen Pertanian . Jakarta.
Sugito, Y., Nuraini,Y., Nihayati, E., 1995. Sistem Pertanian Organik. Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya. Malang.
Suryanto, 1993. Pemanfaatan Penggunaan Limbah Kertas untuk Media Tumbuh dan Pupuk organik . J.Agrotek. Vol. 1. No.1. IPB. Bogor.
Tangketasik, A., 1991. Pengaruh Dosis N dan KCl terhadap Pertumbuhan dan Produksi Bawang Merah (Allium ascalonicum L.). Skripsi S1. Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa. Denpasar.
Utomo, M., Sabrina, T., Sudarsono, Lumbanraja, J., Rusman, B., Wawan. 2016. Ilmu Tanah, Dasar Dasar Pengelolaan. Prenadamedia Group. Jakarta.
Published
2020-05-29
How to Cite
SUPADMA, A.A. NYOMAN; DANA, I MADE; ARTHAGAMA, I DEWA MADE. Peningkatan Hasil Bawang Merah dan Perubahan Sifat Kimia Tanah dengan Pemupukan Berimbang Semi Organik pada Tanah Inceptisol. Agrotrop: Journal on Agriculture Science, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 67-76, may 2020. ISSN 2654-4008. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/agrotrop/article/view/60237>. Date accessed: 11 july 2020.
Section
Articles