Studi Kasus: Gangguan Lower Motor Neuron pada Anjing Lokal

Main Article Content

Tessa Saputri Marmanto I Gede Soma I Nyoman Suartha

Abstract

Anjing lokal berusia dua tahun dengan bobot badan 13 kg diperiksa di Laboratorium Ilmu Penyakit Dalam Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana. Hasil pemeriksaan anjing jantan yang berjalan dengan kaki depan menopang tubuh dan memiliki langkah kaki depan pendek ini, menunjukkan tanda klinis paraplegia dan inkontinensia urin. Pemeriksaan neurologi yang dilakukan mengindikasikan terjadinya gangguan lower motor neuron. Pemeriksaan darah rutin menunjukkan anemia normositik hiperkromik [PCV 22.8% (37-55%), MCV 60.9 fl (60-77 fl), dan MCHC 49.3 g/dl (31-34 g/dl)] dan limfositosis [7.6 x 109  (1.0-4.8 x 109 )]. Hasil pemeriksaan rontgen tidak menunjukkan perubahan anatomis yang terlihat. Dari rangkaian pemeriksaan yang telah dilakukan, anjing didiagnosis menderita gangguan lower motor neuron. Gangguan lower motor neuron adalah gangguan saraf yang menyebabkan kelumpuhan otot skeletal pada kaki belakang dan kandung kemih. Prognosa anjing yang mengalami gangguan lower motor neuron adalah infausta. Terapi yang diberikan berupa terapi supportif dengan pemberian neurotropik, vitamin B kompleks tablet, dan  ferrous gluconate 250 mg. Hasil terapi tidak menunjukan adanya perubahan.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
MARMANTO, Tessa Saputri; SOMA, I Gede; SUARTHA, I Nyoman. Studi Kasus: Gangguan Lower Motor Neuron pada Anjing Lokal. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], p. 28-36, jan. 2020. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/60296>. Date accessed: 07 july 2020.
Section
Articles

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>