Studi Kasus : Penanganan Hernia Umbilikalis Pada Babi Duroc

  • I Ketut Anom Dada
  • Mohammad Gufron Ananta

Abstract

Kasus hernia pada Babi sering terjadi pada peternak tradisional sehingga kurang mendapat perhatian karena kurang pengetahuan dan informasi tentang cara penanganan dan perawatannya. Babi yang menderita hernia tidak mempunyai nilai ekonomis kerena pertumbuhannya sangat terganggu.  Dengan Laparotomy yaitu operasi membuka rongga abdomen untuk mereposisi organ visceral yang keluar melalui cincin hernia dan selanjutnya menutup kembali luka yang dibuat saat membuka rongga abdomen dengan tiga lapis jahitan yaitu peritoneum dengan sederhana menerus, subcutan dengan putus sederhana dan kulit dengan putus sederhana pula. Setelah duapuluh satu hari jahitan dilepas Babi dinyatan sembuh lalu dipelihara seperti Babi yang lain yang sekelahiran. Lima bulan kemudian semua Babi di jual sesuai berat badannya masing masing. Ternyata berat babi yang mengalami hernia tidak berbeda jauh dengan yang normal. Pada kasus sebelum dilakukan operasi reposisi berat Babi yang mengalami hernia hanya sengah dari berat Babi yang normal setelah dipelihara selama lima bulan. Dapat disimpulkan bahwa operasi laparotomy untuk reposisi hernia pada Babi secara ekonomis sangat menguntungkan.

Downloads

Download data is not yet available.
How to Cite
DADA, I Ketut Anom; ANANTA, Mohammad Gufron. Studi Kasus : Penanganan Hernia Umbilikalis Pada Babi Duroc. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], p. 167-178, mar. 2017. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/32277>. Date accessed: 18 may 2021.
Section
Articles