Lama Penyimpanan Semen Burung Puyuh pada Suhu 29ºC dengan Pengencer Fosfat Kuning Telur Terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa

Main Article Content

Priscilla Mariani Sariyono Putri Made Kota Budiasa I Wayan Bebas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan semen burung puyuh
pada suhu 29ºC dengan pengencer fosfat kuning telur terhadap motilitas dan viabilitas Spermatozoa
untuk keperluan inseminasi buatan. Syarat keberhasilan pada proses inseminasi buatan adalah
motilitas spermatozoa diatas 40% dan viabilitas diatas 45%. Pengamatan motilitas dan viabilitas
semen burung puyuh yang disimpan pada suhu 29ºC dengan pengencer Fosfat kuning telur dilakukan
selama 12 jam dengan interval waktu dua jam pengamatan yakni pada waktu penyimpanan 0, 2, 4, 6,
8, 10, dan 12 jam. Hasil penelitian ini menunjukkan motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh
selama 12 jam pengamatan secara umum mengalami penurunan. Kesimpulannya adalah penurunan
motilitas dan viabilitas spermatozoa puyuh ini seiring dengan lama waktu penyimpanan, semakin
lama waktu penyimpanan menyebabkan persentase motilitas dan viabilitas spermatozoa yang
diperoleh semakin menurun.

Article Details

How to Cite
PUTRI, Priscilla Mariani Sariyono; BUDIASA, Made Kota; BEBAS, I Wayan. Lama Penyimpanan Semen Burung Puyuh pada Suhu 29ºC dengan Pengencer Fosfat Kuning Telur Terhadap Motilitas dan Viabilitas Spermatozoa. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], june 2016. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/24752>. Date accessed: 19 sep. 2019.
Keywords
fosfat kuning telur, motilitas spermatozoa, viabilitas spermatozoa, burung puyuh
Section
Articles