Identifikasi dan Prevalensi Cacing Nematoda Saluran Pencernaan pada Anak Babi di Bali

  • Ady Fendriyanto Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.
  • Ida Bagus Made Oka Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.
  • Kadek Karang Agustina Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.

Abstract

pencernaan pada anak babi yang dijual di pasar tradisional di wilayah Bali. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 250 sampel feses anak babi yang berasal dari pasar ternak di Kabupaten Karangasem, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Gianyar. Sampel diperiksa dengan menggunakan metode sedimentasi formol ether dan diidentifikasi berdasarkan morfologi telur cacing. Berdasarkan penelitian ini didapatkan hasil bahwa prevalensi infeksi cacing nematoda saluran pencernaan pada anak babi yang dijual dipasar tradisional adalah sebanyak 71,6% (179/250). Setelah dilakukan identifikasi diketahui ada empat jenis cacing nematoda saluran pencernaan yaitu, Ascaris suum, Trichuris suis, cacing tipe Strongyl dan Macrachantorynchus dengan prevalensi masing – masing sebesar 33,2%, 14,0%, 57,6% dan 2%.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Ady Fendriyanto, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.
Mahasiswa Pendidikan Profesi Dokter Hewan

Ida Bagus Made Oka, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.
Laboratorium Parasitologi

Kadek Karang Agustina, Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana.
Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner

Published
2015-10-30
How to Cite
FENDRIYANTO, Ady; OKA, Ida Bagus Made; AGUSTINA, Kadek Karang. Identifikasi dan Prevalensi Cacing Nematoda Saluran Pencernaan pada Anak Babi di Bali. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], oct. 2015. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/17563>. Date accessed: 22 june 2021.
Section
Articles

Keywords

Nematoda, saluran pencernaan, anak babi.