Pengaruh Kemiringan Lereng terhadap Kerusakan Tanah di Giritontro, Wonogiri

  • MUJIYO MUJIYO Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • WIDHI LARASATI Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • HERY WIDIJANTO Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta
  • AKTAVIA HERAWATI Program Studi Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Abstract

The Effect of Slope Gradient of land on the Soil Damage in Giritontro, Wonogiri. Soil degradation is one of the problems in agriculture that affects the level of quality and carrying capacity of the soil for certain land uses. This study aims to analyse the status of soil degradation, the effect of slope, the determinant factor, and recommendation for land management.It was conducted in Giritontro District, Wonogiri Regencywith survey methods by field verification, taking soil samples and laboratoryanalysis based on Regulation of The Government of Indonesia Number 150 of 2000. Analysis unit is land map unit (LMU) which obtained from an overlay of mapssoil types, slope, rainfall, and land use. There were 12 LMU, and repeated 3 site samplings in each it. The result shows that the status of soil degradation was classified as slightly degraded (R.I) in all area research of 5.016.37 ha. The slope has a very significant effect on soil degradation. Slope 26-40% has significant highest score of soil degradration. Determinant factors were soil bulk density and porosity, therefore giving organic matter and optimizing tillage were recommended to improve land quality.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ajayi, A. S. (2015). Land degradation and the sustainability of agricultural production in Nigeria : A review. Journal of Soil Science and Environmental Management, 6(9), 234–240. https://doi.org/10.5897/JSSEM15.0507
Andrian, Supriadi, & Marpaung, P. (2014). Pengaruh Ketinggian Tempat dan Kemiringan Lereng terhadap Produksi Karet (Hevea brasiliensis Muell. Arg.) di Kebun Hapesong PTPN III Tapanuli Selatan. E-Journal Agroekoteknologi, 2(3), 981–989.
Arisandi, G., Arifandi, J. A., & Sudibya, J. (2015). Studi faktor penyebab kerusakan tanah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bomo Kabupaten Banyuwangi. Berkala Ilmiah Pertanian, 1–6.
Arsyad Sinatala. (2000). Konservasi Tanah & Air. IPB. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/42667?show=full
Bintang, R., Suyarto, R., & Kesumadewi, A. A. I. (2016). Kajian Status Kerusakan Tanah pada Lahan Pertanian di Kecamatan Denpasar. E Journal Agroteknologi Tropika, 5(1), 1–10.
BPS Kabupaten Wonogiri. (2019). Giritontro dalam angka (pp. 1–39). BPS Kabupaten Wonogiri. https://doi.org/1102001.3312030
Budiarti, Gravitiani, W., Evi, & Mujiyo. (2017). Upaya Mitigasi Banjir di Sub DAS Samin Melalui Pengembangan Masyarakat Tangguh Bencana. Jurnal Teknologi Lingkungan, 18(2), 241. https://doi.org/10.29122/jtl.v18i2.962
Casanova, M., Tapia, E., Seguel, O., & Salazar, O. (2016). Direct measurement and prediction of bulk density on alluvial soils of central Chile. Chilean Journal of Agricultural Research, 76(1), 105–113. https://doi.org/10.4067/S0718-58392016000100015
Chandra, D., Banuwa, I. S., & Afrianti, N. A. (2018). PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN PEMBERIAN HERBISIDA TERHADAP KEHILANGAN UNSUR HARA DAN BAHAN ORGANIK AKIBAT EROSI PADA PERTANAMAN JAGUNG MUSIM TANAM KETIGA DI LABORATORIUM LAPANG TERPADU UNIVERSITAS LAMPUNG. J. Agrotek Tropika., 6(1), 56–65.
Christanto, R. E., Suryono, Mujiyo, & Winarno, J. (2010). Pemetaan Tingkat Bahaya Erosi Lahan Kering di Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar dengan Sistem Informasi Geografi (SIG). Sains Tanah–J Lmu Tanah Dan Agroklimatologi, 7(2), 117–121. https://123dok.com/document/zpd40nrz-christanto-fakultas-pertanian-universitas-surakarta-pertanian-universitas-surakarta.html
Dela Risnain Tarigan, & Mardiatno, D. (2012). Pengaruh Erosivitas dan Topografi Terhadap Kehilangan Tanah pada Erosi Alur di Daerah Aliran Sungai Secang Desa Hargotirto Kecamatan Kokap Kabupaten Kulonprogo. Tarigan, 1(3), 411–420. http://lib.geo.ugm.ac.id/ojs/index.php/jbi/article/view/109
DEWI, I., TRIGUNASIH, N., & KUSMAWATI, T. (2012). Prediksi Erosi Dan Perencanaan Konservasi Tanah Dan Air Pada Daerah Aliran Sungai Saba. E-Jurnal Agroekoteknologi Tropika (Journal of Tropical Agroecotechnology), 1(1), 12–23.
Firmansyah, I., & Sukwika, T. (2020). Penilaian Kondisi degradasi tanah di SPK Sawangan Kota Depok. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 7 (1)(January), 45–57. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2020.007.1.7
Intara, Y. I., Sapei, A., Erizal, Sembiring, N., & Djoefrie, M. H. B. (2011). Pengaruh pemberian bahan organik pada tanah liat dan lempung berliat terhadap kemampuan mengikat air. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 16 (2), 130–135.
Kasmawati, Hasanah, U., & Rahman, A. (2016). Prediksi Erosi pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Labuan Toposo Kecamatan Labuan Kabupaten Donggala. E-J. Agrotekbis, 4(6), 659–666.
Manansal, E., J.Lengkong, & J.Supit. (2006). Aspek pengolahan tanah dalam konsevasi tanah dan air. Soil Environment Ilmu & Teknologi, 4(April).
Martono. (2004). Pengaruh Intensitas Hujan dan Kemiringan Lereng Terhadap Laju Kehilangan Tanah pada Tanah Regosol Kelabu [Diponegoro University]. http://core.ac.uk/download/files/379/11713338.pdf
Mujiyo, Sumarno, Sudadi, & Retno Wisnu Murti. (2020). Asessment of soil degradation in Pitu District, Ngawi Regency. 7(2), 2049–2057. https://doi.org/10.15243/jdmlm.
Murphy, B. . (2015). Impact of soil organic matter on soil properties—a review with emphasis on Australian soils. Soil Research, 53(6), 605–635.
Muzaiyanah, S., & Subandi. (2016). Peranan bahan organik dalam peningkatan produksi kedelai dan ubi kayu pada lahan kering masam (pp. 149–158). Balai Penelitian Kacang-kacangan dan Umbi-umbian.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 150 Tahun 2000. (2000). Pengendalian Kerusakan Tanah Untuk Produksi Biomassa. Pemerintah RI.
Primadani, P. (2008). Pemetaan kualitas tanah pada beberapa penggunaan lahan di Kecamatan Jatipuro Kabupaten Karanganyar. Universiitas Sebelas Maret.
Retno Wahyu Murti. (2019). Kajian status kerusakan tanah pada lahan kebun dan tegalan untuk produksi biomassa di Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi. Universitas Sebelas Maret.
Saribun, D. S. (2007). Pengaruh Jenis Penggunaan Lahan dan Kelas Kemiringan Lereng Terhadap Bobot Isi, Pororsitas Total, dan Kadar Air Tanah pada Sub-DAS Cikapundung Hulu. In Pustaka Unpad. Universitas Padjajaran.
SE, O., GU, C., Peth, S., & Ouyang, Y. (2017). Soil organic matter as sole indicator of soil degradation. Environ Monit Asses, 189 (176), 1–19.
Sukisno, Hindarto, K. S., Hasanudin, & Wicaksono, A. H. (2011). Pemetaan potensi dan status kerusakan tanah untuk mendukung produktivitas biomassa di Kabupaten Lebong. Prosiding Seminar Nasional Budidaya Pertanian Pengendalian Alih Fungsi Lahan Pertanian, 140–157.
Sumarno, S., Hartati, S., & Hapsari, R. C. (2015). Pemetaan status kerusakan tanah di Lahan Pertanian di Kecamatan Cepogo Kabupaten Boyolali. Agrosains: Jurnal Penelitian Agronomi, 17(1), 21. https://doi.org/10.20961/agsjpa.v17i1.18662
Surya, A., & Hasibuan, Z. (2015). Pemanfaatan bahan organik dalam perbaikan beberapa sifat tanah pasir Pantai Selatan Kulon Progo. Journal of Agro Science, 3(1), 31–40. https://doi.org/10.18196/pt.2015.037.31-40
Sutanto. (2005). Dasar-dasar ilmu tanah: konsep dan kenyataan. Kanisius.
Suyanto, & Wawan. (2017). Pengaruh Kemiringan Lahan dan Mucuna bracteata terhadap Aliran permukaan dan Erosi di PT Perkebunan Nusantara V Kebun Lubuk Dalam. Jom Faperta, 4(1), 1–15.
Tyas, D., & Hermawan, B. (2010). Hubungan antara Beberapa Karakteristik Fisik Lahan dan Produksi Kelapa Sawit Relations between Physical Characteristics of Land and Palm Oil Production. Akta Agrosia, 13(1), 35–39. http://repository.unib.ac.id/76/1/Akta 13(1)_35-39.pdf
Wahyuningtyas, R. S. (2010). Melestarikan lahan dengan olah tanah konservasi. Galam, 4(2), 81–96.
Wicaksono, T., Sagiman, S., & Umran, I. (2015). Kajian aktivitas mikroorganisme tanah pada beberapa cara penggunaan lahan di Desa Pal Ix Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya (pp. 1–14). Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.
Widiatiningsih, A., Mujiyo, & Suntoro. (2018). Study of Soil Degradation Status at Jatipurno District, Keduang Sub-Watershed, Wonogiri Regency, Central Java. Journal of Soil Science and Agroclimatology, 15(1), 1–14. https://doi.org/10.15608/stjssa.v15i1.862
Young, R., Orsini, S., & Fitzpatrick, I. (2015). Soil degradation : a major threat to humanity (pp. 1–15). Sustainable Food Trust. http://sustainablefoodtrust.org
Yulnafatmawita, Adrinal, & Isminingsih, S. (2008). Kajian fisika tanah pada pertumbuhan tanaman manggis (Garcinia mangostana L.) di Kabupaten Lima Puluh Kota. Jurnal Solum, 2, 78–87. https://doi.org/10.1017/CBO9781107415324.004
Zeng, C., Wang, Q., Zhang, F., & Zhang, J. (2013). Temporal changes in soil hydraulic conductivity with different soil types and irrigation methods. Geoderma, 193–194, 290–299. https://www.researchgate.net/publication/256716448_Temporal_changes_in_soil_hydraulic_conductivity_with_different_soil_types_and_irrigation_methods
Published
2021-11-17
How to Cite
MUJIYO, MUJIYO et al. Pengaruh Kemiringan Lereng terhadap Kerusakan Tanah di Giritontro, Wonogiri. Agrotrop : Journal on Agriculture Science, [S.l.], v. 11, n. 2, p. 115-128, nov. 2021. ISSN 2654-4008. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/agrotrop/article/view/79817>. Date accessed: 26 june 2022. doi: https://doi.org/10.24843/AJoAS.2021.v11.i02.p02.
Section
Articles