PENGARUH PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS Calopogonium mucunoides
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName##
https://doi.org/10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p01
Abstrak
Peralihan fungsi lahan pertanian menjadi wilayah pemukimam dan industri menyebabkan semakinberkurangnya lahan pertanian.Hal tersebut menyebabkan pengembangan pertanian perlu diarahkan padalahan-lahan marginal seperti tanah salin.Tanah salin adalah tanah yang mengandung garam terlarut netraldalam jumlah tertentu yang berpengaruh buruk terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman.Penelitian yangdilaksanakan bertujuan mengkaji pengaruh perbaikan tanah salin secara kimia dan biologi terhadap karakterfisiologis Calopogonium mucunoides. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap dengan 3ulangan. Perbaikan tanah salin dilakukan melalui penambahan gipsum (P1), pupuk kandang (P2), abu sekampadi (P3), tanaman halofita (P4), gipsum dan pupuk kandang (P5), gipsum dan abu sekam padi (P6), gipsumdantanamanhalofita (P7), pupuk kandang dan abu sekam padi (P8), pupuk kandang dan tanaman halofita(P9), abusekam padi dan tanaman halofita (P10) dan tanpa penambahan sebagai kontrol (P0). Parameter yangdiamati adalah kandungan klorofil a, kandungan klorofil b, kandungan total klorofil, aktivitas nitrat reduktase,luas daun dan laju fotosintesis.Data yang diperoleh dianalisis dengan sidik ragam dan uji lanjut dengan ujiwilayah ganda Duncan. Hasil penelitian menunjukkan kandungan klorofil a, klorofil b, total klorofil, aktivitasnitrat reduktase dan laju fotosintesis calopo berbeda nyata (P<0,05) lebih tinggi pada perlakuan perbaikantanah salin dibandingkan kontrol. Kandungan klorofil a, klorofil b dan total klorofil calopo pada perlakuankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta kombinasi gipsum dan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05) lebih tinggi dibandingkan perlakuan lainnya. Aktivitas nitrat reduktase dan laju fotosintesis calopopada perlakuan kombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi serta perlakuan pupuk kandang berbeda nyata(P<0,05) lebih tinggi daripada perlakuan lainnya. Simpulan adalah perbaikan tanah salin dengan penambahankombinasi pupuk kandang dan abu sekam padi meningkatkan karakter fisiologis Calopogonium mucunoidespada tanah salin.##plugins.generic.usageStats.downloads##
##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2014-08-01
##submission.howToCite##
KUSMIYATI, F; KARNO, Karno.
PENGARUH PERBAIKAN TANAH SALIN TERHADAP KARAKTER FISIOLOGIS Calopogonium mucunoides.
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak, [S.l.], v. 4, n. 1, aug. 2014.
ISSN 2549-8444.
Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/pastura/article/view/13661>. Tanggal Akses: 25 sep. 2026
doi: https://doi.org/10.24843/Pastura.2014.v04.i01.p01.
Terbitan
Bagian
Articles
Kata Kunci
aktivitas nitrat reduktase; Calopogonium mucunoides; klorofil; laju fotosintesis; perbaikan tanah; tanah salin
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- All articles published by Pastura Journal Of Tropical Forage Science are made available under an open access license worldwide immediately. This means everyone has free and unlimited access to the full-text of all articles published in Pastura Journal Of Tropical Forage Science, and everyone is free to re-use the published material given proper accreditation/citation of the original publication. Open access publication is supported by authors' institutes or research funding agency by payment of a comparatively article processing charge for accepted articles (SeeĀ Author Fees). Pastura Journal Of Tropical Forage Science publish articles under theĀ Creative Commons Attribution License.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (SeeThe Effect of Open Access).