KALIMAT MAJEMUK SETARA BAHASA BALI BERUNSUR TIGA KLAUSA: KAJIAN KESETARAAN KLAUSANYA

  • Ida Ayu Putu Aridawati Balai Bahasa Denpasar

Abstrak

Kajian kesetaraan klausa ini membahas sifat kesetaraan klausa dalam kalimat majemuk setara. Masalah kesetaraan ini dipilih karena pembicaraan mengenai kalimat majemuk setara selalu diasumsikan bahwa sifat kesetaraan klausa selalu sejenis, yaitu setara mutlak. Pada kalimat majemuk setara yang berunsur dua klausa, konstruksi klausa-klausanya dibangun setara mutlak. Namun, pada kalimat majemuk setara bahasa Bali yang berunsur tiga klausa, kesetaraan klausanya tidak selalu bersifat mutlak (tidak sejenis). Kesetaraan dapat bersifat mutlak atau berjenjang bergantung pada ada tidaknya penggugusan yang membedakan sifat keunsurlangsungan klausanya. Jika setiap klausa diturunkan dari simpul yang sama, kesetaraannya bersifat mutlak. Sebaliknya, jika setiap klausa tidak diturunkan dari simpul yang sama, kesetaraan menjadi berjenjang (bergugus).

 

 

 

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2011-09-01
##submission.howToCite##
ARIDAWATI, Ida Ayu Putu. KALIMAT MAJEMUK SETARA BAHASA BALI BERUNSUR TIGA KLAUSA: KAJIAN KESETARAAN KLAUSANYA. Linguistika: Buletin Ilmiah Program Magister Linguistik Universitas Udayana, [S.l.], v. 18, sep. 2011. ISSN 2656-6419. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/linguistika/article/view/9678>. Tanggal Akses: 06 july 2026
Bagian
Articles

Kata Kunci

kalimat majemuk setara, bahasa Bali, berunsur tiga klausa