Uji Toksisitas Akut Jamu Kombinasi Bawang Tiwai, Kemiri, Daun Kemangi, Jeruk Nipis, Dan Madu Pada Mencit (Mus Musculus)
Main Article Content
Abstract
Tanaman obat telah lama dipercaya masyarakat sebagai alternatif pengobatan dan telah banyak diolah menjadi jamu. Tanaman obat secara empiris telah terbukti berkhasiat untuk mengobati berbagai penyakit. Meskipun menunjukkan potensi khasiat yang menjanjikan. Namun, belum banyak kajian ilmiah yang membahas tentang keamanannya. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menguji tingkat keamanan jamu yang dibuat dengan mengkombinasikan bawang tiwai, kemiri, daun kemangi, jeruk nipis, dan madu, serta mengamati efek toksik kombinasi bahan tersebut terhadap perubahan bobot badan, dan bobot organ absolut maupun relatif. Sebanyak 20 ekor mencit digunakan dalam penelitian ini. Mencit dibagi menjadi lima kelompok: satu kelompok kontrol yang diberi akuades dan empat kelompok perlakuan yang diberi jamu kombinasi dengan dosis 2, 4, 8 dan 16 g/kg BB secara per oral. Mortalitas dan gejala klinis diamati selama 14 hari setelah perlakuan. Parameter lain yang diamati yaitu bobot badan, bobot organ absolut dan bobot organ relatif, untuk menentukan efek toksisitas jamu kombinasi terhadap mencit. Simpulan dari penelitian ini adalah jamu kombinasi bawang tiwai, kemiri, daun kemangi, jeruk nipis, dan madu dianggap relatif tidak membahayakan. Gambaran bobot organ tidak menunjukkan adanya efek toksik terhadap organ jantung, paru-paru, hati, ginjal dan limpa mencit.