Perkiraan Waktu Kematian Berdasarkan Kehadiran Serangga Dekomposer pada Bangkai Untuk Kepentingan Entomologi Forensik
Main Article Content
Abstract
Serangga dapat digunakan untuk menentukan waktu kematian dalam entomologi forensik dan untuk studi penyebaran penyakit zoonosis dalam bidang kedokteran hewan. Teknik yang dimanfaatkan yaitu dengan melakukan identifikasi spesies serangga pemakan bangkai. Mencit (Mus musculus L.) umum digunakan sebagai hewan coba pada penelitian entomologi forensik. Mencit yang digunakan pada penelitian ini dalam kondisi sehat dan telah mendapatkan persetujuan etik hewan untuk penelitian dengan nomor sertifikat: B/8/UN.14.2.9/PT.01. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perkiraan waktu kematian korban dengan analisis spesies serangga dekomposer pada bangkai mencit serta mengamati karakteristik kondisi bangkai mencit disetiap tahapan dekomposisi yang diberi perlakuan luka pada bagian abdomen. Penelitian menggunakan 30 bangkai mencit yang diletakkan di tiga titik berbeda dengan jumlah 10 mencit pada masing masing titik dan jarak antar titik adalah tiga meter. Pada tiap titik, bangkai mencit ditutup dengan kotak kawat berbentuk kubus. Serangga dewasa pada bangkai mencit dikoleksi setiap hari pada pukul 08.00 - 16.00 WITA dengan durasi jeda 30 menit pada pukul 12.10 WITA dan dilanjutkan kembali pukul 12.40 WITA. Bangkai mencit diambil secara acak dengan masing-masing satu bangkai mencit dari setiap titik. Serangga yang didapat dikoleksi dan disimpan pada botol koleksi yang diisi alkohol 70% dan diberi label untuk keperluan identifikasi. Hasil penelitian menunjukkan faktor lingkungan berupa suhu dengan didapati rentang suhu 27,66oC hingga 31,07oC, dan rata-rata 29,5oC. Kelembapan udara berada pada rentang 71,33% hingga 89,33%, dan rata-rata 76,49%. Rentang kecepatan angin berkisar 6,03km/jam hingga 15,67km/jam, dengan rata-rata 10,7km/jam. Proses dekomposisi pada bangkai mencit didapatkan empat tahapan yakni fresh stage, decay stage, post decay, dan tahap skeletal. Serangga dewasa yang didapat berasal dari empat ordo, 8 famili, dan 21 spesies. Musca domestica (ordo Diptera) dan Canthon muabilis (ordo Coleoptera) adalah spesies yang ditemukan pada setiap tahapan dekomposisi.