REDESAIN ALAT PEMARUT KELAPA MENGURANGI BEBAN FISIOLOGIS DAN MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS KERJA PADA PEKERJA INDUSTRI ADONAN (LULUH) SATE DI DESA KABA-KABA KEDIRI TABANAN
Abstract
Industri adonan (luluh) sate di Desa Kaba-kaba merupakan industri skala kecil dalam bentuk industri rumah tangga di pedesaan. Saat ini kinerja para pembuat luluh sate relatif masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menurunkan beban fisiologis dilihat dari beban kerja, keluhan muskuloskeletal, kelelahan dan meningkatkan produktivitas kerja pada pekerja industri adonan (luluh) sate di Desa Kaba-kaba Kediri Tabanan.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimental dengan rancangan randomized pre and post test control group design dan melibatkan 24 sampel penelitian yang dipilih secara acak sederhana. Sampel dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelopok kontrol adalah menggunakan alat pemarut kelapa lama dan kelompok perlakuan adalah redesain alat pemarut kelapa. Beban kerja ditentukan berdasarkan peningkatan denyut nadi kerja dihitung secara palpasi dengan metode sepuluh denyut, kelelahan didata dengan kuesioner 30 item of rating scale, keluhan muskuloskeletal didata dengan kuesioner Nordic body map, dan produktivitas didata dari jumlah parutan kelapa persatuan waktu. Analisis data menggunakan uji statistik t-independent test dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan bermakna (p<0,05) pengurangan beban fisiologis dan peningkatan produktivitas kerja pembuat adonan (luluh) sate. Redesain alat pemarut kelapa ternyata menurunkan beban kerja sebesar 18,14%, keluhan muskuloskeletal sebesar 28,07%, kelelahan sebesar 25,98%, dan meningkatkan produktivitas kerja sebesar 62,39%.
Disimpulkan bahwa penerapan ergonomi berupa redesain alat pemarut kelapa menurunkan beban fisiologis dan meningkatkan produktivitas kerja pada pekerja industri adonan (luluh) sate di Desa Kaba-kaba Kediri Tabanan.