Induksi Berahi dengan PGF2 Alfa dan Penyuntikan Gn-RH Setelah di Inseminasi Buatan pada Sapi Bali

Main Article Content

Made Kota Budiasa Tjok Gde Oka Pemayun

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui munculnya berahi setelah penyuntikan PGF2 alfa dan angka kebuntingan setelah penyuntikan Gn-RH (Gonadotrophin Releasing Hormone) pada sapi bali. Materi penelitian adalah 20 ekor sapi bali betina yang sudah dua kali beranak, dan kondisi sehat serta mempunyai siklus berahi normal. Sapi-sapi penelitian dibagi menjadi dua kelompok perlakuan. Kelompok I disuntik PGF2 alfa (LutalyseTM, Pharmacia & Upjohn Company, Prizer Inc.) Sebanyak 25 mg/ml/ekor secara intramuskuler. Kelompok II disuntik PGF2 alfa 25 mg/ml/ekor secara intrauterin dengan masing – masing kelompok terdiri dari 10 kali ulangan. Sapi-sapi yang menunjukkan gejala berahi dibagi menjadi 2 kelompok. Kelompok I diinseminasi tanpa penyuntikan Gn-RH (kontrol), dan kelompok II disuntik Gn-RH 250 ug/ekor (Fertagyl, Intervet. Inc) secara intramuskuler, 3 hari setelah inseminasi buatan, dengan masing-masing kelompok terdiri dari 10 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa rataan munculnya berahi setelah penyuntikan PGF2 alfa secara intramuskuler adalah 65.,60 ± 8.26 jam dan 40.80 ± 6.19 jam secara intrauterin, dan secara statistik menunjukkan perbedaan yang nyata. Persentase kebuntingan  pada penyuntikan Gn-RH  adalah 100% dan tanpa Gn-RH (adalah 70%). Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian PGF2 alfa secara intrauterin mampu menginduksi munculnya berahi lebih cepat dan penyntikan Gn-RH mampu meningkatkan angka kebuntingan.

Article Details

How to Cite
BUDIASA, Made Kota; PEMAYUN, Tjok Gde Oka. Induksi Berahi dengan PGF2 Alfa dan Penyuntikan Gn-RH Setelah di Inseminasi Buatan pada Sapi Bali. Indonesia Medicus Veterinus, [S.l.], p. 555-561, sep. 2019. ISSN 2477-6637. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/imv/article/view/55825>. Date accessed: 22 jan. 2020.
Section
Articles