Relokasi Hiposenter Gempabumi dengan Menggunakan Metode Double Difference Wilayah Bali dan Sekitarnya
Abstrak
Telah dilakukan penelitian mengenai relokasi hiposenter gempabumi dengan metode Double Difference di wilayah Bali dan Sekitarnya. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Wilayah III Denpasar. Adapun tujuan dari penelitian ini, yaitu guna mengetahui sebaran hiposenter gempa bumi sebelum dan sesudah diakukan relokasi serta nenetahui kemenerusan hiposenter gempabumi yang ada di wilayah Bali. Data yang digunakan adalah data arrival time sebanyak 1.815 kejadian gempabumi dari 1 Januari 2014 s.d 31 Desember 2023 dan data 26 stasiun pencatat gempabumi. Metode relokasi yang diterapkan adalah metode Double Difference dan diproses dengan ph2dt serta HypoDD. Relokasi yang telah dilakukan menunjukkan posisi hiposenter yang baik yang ditandai dengan nilai residual waktu tempuh yang mendekati 0. Sebaran hiposenter gempabumi di wilayah Bali sebelum dilakukan relokasi menyebar ke seluruh wilayah dan setelah dilakukan relokasi, posisi hiposenter semakin mendekat ke sumber penyebab gempa yaitu pada zona penujaman subduksi di bawah wilayah Bali yang ditunjukkan pada hasil cross section. Selain itu, berdasarkan hasil analisis hiposenter gempabumi setelah direlokasi, didapatkan trend kemenerusan hiposenter yang menuju zona penujaman subduksi.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
[2] T. A. P. Setiadi and S. Rohadi,”Relokasi Gempa Bumi Teleseismic Double-Difference di Wilayah Bali-Nusa Tenggara dengan Model Kecepatan 3D,” Jurnal Lingkungan dan Bencana Geologi, vol. 9 no. 1, pp. 45–52, 2018.
[3] I. N Setiawan, D. Krismawati, S. Pramana, and E. Tanur, “Klasterisasi Wilayah 117 Rentan Bencana Alam Berupa Gerakan Tanah dan Gempa Bumi di Indonesia,” in Seminar 118 National Official Statistics, 2022, pp. 669–676.
[4] N. Nuraeni, M. Mujiburrahman, and R. Hariawan, “Manajemen Mitigasi Bencana pada 123 Satuan Pendidikan Anak Usia Dini untuk Pengurangan Risiko bencana Gempa Bumi dan 124 Tsunami,” Jurnal Penelitian Dan Pengkajian Ilmu Pendidikan: E-Saintika, vol. 4, no. 1, pp. 68–79, 2020.
[5] N.P.J.A.R. Pangastuti, “Analisis Energi Potensial Gempabumipada Zona Subduksi Wilayah Bali,” Buletin Fisika, vol. 33 no. 2, pp. 137–144, 2022.
[6] T.A.P. Setiadi, Y. Daud, A.A. Martha, and S. Rohadi, “Relokasi Gempabumi Menggunakan Metode Teleseismik Double Difference di Wilayah Jawa,” Jurnal Meteorologi dan Geofisika, vol. 23, no. 1, pp. 23–27, 2022.
[7] M.F. Gracynthia, “Relokasi Hiposenter Gempabumi Menggunakan Metode Coupled Velocity-Hypocenter dan Local Earthquake Tomography Untuk Sesar Palu Koro,” Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, 2015.
[8] A.M. Lubis, “Analisis Kecepatan Gelombang Seismik Bawah Permukaan di Daerah yang Terkena Dampak Gempabumi 4 Juni 2000 (Studi Kasus: Kampus Universitas Bengkulu),” Jurnal Gradien, vol. 1, no. 2, pp. 69–73, 2005.
[9] N. Nakif, Darsono, and K. Sorja, “Penentuan Tingkat Kekerasan Batuan Menggunakan Metode Seismik Refraksi di Jatikuwung Karanganyar,” Indonesian Journal of Aplied Physics, vol. 3, no. 1, pp. 29–35, 2013.
[10] S. Ayub, M. Zuhdi, and J. Rakhmat, “Aplikasi Metode Seismik Refraksi dalam Menentukan Lapisan dan Tingkat Kekerasan Batuan di Bawah Permukaan Desa Medana Lombok Utara,” Kappa Journal, vol. 4, no. 2, pp. 188–196, 2020.
[11] V. Arintalofa, G. Yuliyanto, and U. Harmoko, “Analisa Mikrotremor Menggunakan Metode HVSR untuk Mengetahui Karakteristik Bawah Permukaan Manifestasi Panas Bumi Diwak dan Derekan Berdasarkan Nilai VP,” Jurnal Energi Baru & Terbarukan, vol. 1, no. 2, pp. 54–61, 2020.
[12] K.E. Bullen and A.B. Bruce, An Introduction to The Theory of Seismology, 4th ed. USA: Cambridge University Press, 1965.
[13] A.V.H. Simanjutak and Olyphia, “Perbandingan Energi Gempabumi Utama dan Susulan (Studi Kasus: Gempabumi Subduksi Pulau Sumatera dan Jawa),” Jurnal Fisika FLUX, vol. 14, no. 1, pp. 19–26, 2017.
[14] A.M. Dziewonski and D.L. Anderson, “Preliminary Reference Earth Model,” Physics of the Earth and Planetary Interiors, vol. 25, no. 4, pp. 297–356, 1981.
[15] F. Waldhauser and W.L. Ellsworth, “A Double Difference Earthquake Location Algorithm: Method Application to the Northern Hayward Fault, California,” Bulletin of Seismological Society of America, vol. 90, no. 6, pp. 1353–1368, 2000.
[16] S.J. Hutchings and W.D. Mooney, “The Seismicity of Indonesia and Tectonic Implications,” Menlo Park, CA, USA, Oct. 2021.
[17] S. Hidayatunnisak, A. Susilo, and M. Anshori, “Studi Tomografi Seismik Untuk Menentukan Model Kecepatan Gelombang P daerah Bali,” Universitas Brawijaya, Malang, Indonesia, 2015.
[18] Y.R. Serhalawan, “Petunjuk Teknis Relokasi Hiposenter Gempabumi Menggunakan Program Hypocenter Double Difference (HypoDD) Berdasarkan Data Katalog/ Buletin Gemabumi,” Sorong, Indonesia, 2018.