Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ.)

  • I Kadek Wirawan Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali
  • Pande Ketut Diah Kencana Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali
  • I Made Supartha Utama Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Udayana, Badung, Bali

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu dan waktu pengeringan terhadap karakteristik kimia dan sensorik teh daun bambu Tabah. Penelitian ini dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor, yaitu faktor suhu pengeringan (50o C dan 60o C) dan faktor waktu pengeringan (1 jam, 2 jam, dan 3 jam). Perlakuan diulang tiga kali untuk mendapatkan 18 unit percobaan. Parameter yang diamati adalah kadar air, pH, total asam, total fenol, dan organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi suhu dan lama pengeringan daun teh bambu Tabah memiliki pengaruh berbeda nyata terhadap kadar air, pH, total asam, total fenol, warna, penerimaan keseluruhan, tetapi tidak memiliki pengaruh yang berbeda nyata terhadap aroma dan rasa, dengan perlakuan terbaik ini, kadar air, pH, asam total, fenol total, warna, aroma, rasa dan penerimaan keseluruhan ditemukan kadar air 6,881%, pH 6,6, total asam 0, 73%, total fenol 84,01mg / 100g, warna 4,33, aroma 4,40, rasa 3,93, dan penerimaan keseluruhan 4,07.


 


This study aimd to determine the effect of temperature and drying time on the chemical and sensory characteristics of Tabah bamboo leaf tea. This study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) with two factors, namely the drying temperature factor (50oC and 60oC) and the drying time factor (1 hour, 2 hours, and 3 hours). The treatment was repeated three times to obtain 18 experimental units. The parameters observed were water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste, and overall acceptance tested organoleptically. The results showed that the interaction of temperature and duration of drying of Tabah bamboo tea leaves had significantly different effects on water content, pH, total acid, total phenol, color, overall reception, but did not have a significantly different effect on aroma and taste. with this combained best treatment, the water content, pH, total acid, total phenol, color, aroma, taste and overall acceptance were found water content 6,881 %, pH 6,6, total acid 0, 73%, total phenol 84,01mg / 100g,color 4,33, aroma 4.40, taste 3,93, and overall acceptance 4,07.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adri, D., & Hersoelistyorini, W. (2013). Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Daun Sirsak (Annona muricata Linn.) Berdasarkan Variasi Lama Pengeringan. Jurnal Pangan dan Gizi, 4(1).


Anjarsari, B. (2015). Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Terhadap Karakteristik Teh Herbal Daun Katuk (Sauropus adrogynus L. Merr) (Doctoral dissertation, Fakultas Teknik Unpas).


Chu, D. C., & Juneja, L. R. (1997). General chemical composition of green tea and its infusion. Chemistry and applications of green tea, 13-22.


Daroini, O. S. (2006). Kajian proses pembuatan teh herbal dari campuran teh hijau (Camellia sinensis), rimpang bangle (Zingiber cassumunar Roxb.) Dan daun ceremai (Phyllanthus acidus (l.) Skeels.). Skripsi. Fakultas Pertanian IPB. Bogor.


Diantoro, A., Rohman, M., Budiarti, R., & Palupi, H. T. (2015). Pengaruh penambahan ekstrak daun kelor (Moringa Oleifera L.) terhadap kualitas yoghurt. TEKNOLOGI PANGAN: Media Informasi dan Komunikasi Ilmiah Teknologi Pertanian, 6(2).


Hambali, E., Nasution, M . Z, & Herliana, E. 2005. Membuat Aneka Herbal Tea. Penebar Swadaya. Jakarta.


Kencana, P. K. D., Widia, W. And Antara, N. S. (2012) ‘Praktek Baik Budi Daya Bambu Rebung Tabah (Gigantochloa Nigrociliata Buse-Kurz)’, Pp. 1– 69.


Morisco. 2006. Teknologi Bambu, Bahan Kuliah Magister Teknologi Bahan Bangunan, Program Studi Teknik Sipil Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta


Rofiah, D. (2015). Aktivitas Antioksidan dan Sifat Organoleptik Teh Daun Kelor Dengan Variasi Lama Pengeringan dan Penambahan Jahe serta Lengkuas sebagai Perasa Alami (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).


Rusnayanti, Y. (2018). Pengaruh Suhu Dan Lama Pengeringan Terhadap Mutu Teh Hijau Daun Kakao (Theobroma cacao L.) (Doctoral dissertation, Universitas Mataram).


Safriani, N., Novita, M., Sulaiman, I., & Ratino, W. (2014). Pengemasan Manisan Kolang-Kaling Basah (Arenga pinnata L.) dengan Bahan Kemas Plastik dan Botol Kaca pada Penyimpanan Suhu Ruang. Rona Teknik Pertanian, 7(1), 31-44.


Sukandar, D. (2014). Aktivitas Antioksidan dan Mutu Sensori Formulasi Minuman Fungsional Sawo-Kayu Manis. Jurnal kimia valensi, 4(2), 80-89.


Vesania, M. B. (2016). Pengaruh penambahan bubuk daun stevia rebaudiana (Bertoni) terhadap komposisi fitokimia dan aktivitas antioksidan minuman teh hitam (Doctoral dissertation, Widya Mandala Catholic University Surabaya).


Widiarso, B. P., Nurcahyo, W., Prastowo, J., & Kurniasih, K. (2019). Potensi Daun Bambu Sebagai Agen Anthelmetika Pada Ternak Kamabing (Bamboo Leaves Potency as anthelmintic Agent on Goat). Jurnal Pengembangan Penyuluhan Pertanian, 14(1), 134-143.


Winarno, FG. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.


Winarno, F. G. (2008). Kimia Pangan dan Gizi. 171-172. M-Brio Press, Bogor.
Published
2019-12-06
How to Cite
WIRAWAN, I Kadek; KENCANA, Pande Ketut Diah; UTAMA, I Made Supartha. Pengaruh Suhu dan Waktu Pengeringan terhadap Karakteristik Kimia serta Sensori Teh Daun Bambu Tabah (Gigantochloa nigrociliata BUSE-KURZ.). Jurnal BETA (Biosistem dan Teknik Pertanian), [S.l.], v. 8, n. 2, p. 249-256, dec. 2019. ISSN 2502-3012. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/beta/article/view/54144>. Date accessed: 18 jan. 2021. doi: https://doi.org/10.24843/JBETA.2020.v08.i02.p08.
Section
Articles