PENGARUH PEMBERIAN PUPUK LIMBAH RUMAH POTONG HEWAN (RPH) TERFERMENTASI EM4 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Asystasia gangetica PADA KADAR AIR TANAH YANG BERBEDA
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara dosis pupuk limbah rumah potong hewan (RPH) terfermentasi EM4 dan kadar air tanah yang berbeda serta pengaruh masing – masing faktor terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica. Penelitian ini dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa. Penelitian ini berlansung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah dosis pupuk : dosis 0 ton/ha (D0), dosis 10 ton/ha (D10), dosis 20 ton/ha (D20) dan dosis 30 ton/ha (D30). Faktor kedua terdiri kadar air tanah yaitu: kapasitas lapang 50% (KL50%), kapasitas lapang 75% (KL75%) dan kapasitas lapang 100% (KL100%). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan memiliki tiga kali ulangan, sehingga terdapat 36 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara dosis pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi EM4 dan kadar air tanah pada semua variabel. Pada faktor dosis pupuk limbah rumah potong hewan (RPH) terfermentasi EM4 cenderung menunjukkan hasil tertinggi pada pemberian dosis 10 ton/ha (D10) dan tidak ada perbedaan nyata pada semua variabel kecuali nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Kadar air tanah menunjukkan hasil tertinggi pada pemberian kapasitas lapang 100% (KL100%) dan terdapat perbedaan nyata pada semua variabel kecuali nisbah berat kering daun dengan berat kering batang dan nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi interaksi perlakuan antara dosis pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi EM4 dengan kadar air tanah berbeda terhadap variabel (pertumbubuhan tanaman, hasil dan karakteristik tumbuh), perlakuan dosis pupuk limbah RPH terfermentasi EM4 belum mampu mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica, tetapi dosis 10 ton/ha cenderung menunjukkan hasil tertinggi dan perlakuan kadar air KL100% memberikan respon terbaik dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica.
Kata kunci : Asystasia gangetica, kadar air, pupuk, pertumbuhan