Makna Falsafah Hidup Batak Toba Marpangkirimon di Era Milenial Bagi Generasi Muda
Abstract
Falsafah hidup Batak Toba, khususnya Marpangkirimon, memegang peranan penting sebagai pedoman hidup masyarakat Batak Toba. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi makna, penerapan, dan relevansi falsafah ini di era milenial, terutama bagi generasi muda. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di Desa Sipoholon, Tarutung, Tapanuli Utara. Temuan menunjukkan bahwa Marpangkirimon berperan dalam membentuk karakter generasi muda, termasuk nilai kejujuran, kerja keras, optimisme, penghormatan terhadap Tuhan, dan penghargaan terhadap kekerabatan. Meskipun relevansinya tetap kuat, penerapannya mulai berkurang di kalangan generasi muda, khususnya mereka yang jauh dari lingkungan adat. Untuk menjaga kelestarian nilai ini, diperlukan peran aktif orang tua, tokoh adat, dan lembaga pendidikan. Dengan pelestarian yang tepat, falsafah ini dapat membantu generasi muda Batak Toba menghadapi tantangan modern tanpa kehilangan identitas budaya mereka.
Downloads
References
Nasution, A. F. (2023). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: CV Harfa Creativ.
Ndona, Y. (2018). Kemanusiaan dalam falsafah hidup masyarakat Batak Toba. Jurnal Citizenship: Media Publikasi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 1(1), 15-22.
Qosim, N. (2019). Ikhtiar Guru Agama Dalam Membina Kesehatan Mental Generasi Muda Di Sma Irsyadul Mubtadiin Gading Probolinggo. At-Ta'lim: Jurnal Pendidikan, 5(1), 63-78.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Penerbit Alfabeta.
Tarihoran, M. J. (2019). Falsafah Hidup Batak Pada Film Toba Dreams Dengan Pendekatan Analisis Wacana Kritis (Doctoral dissertation, Institut Seni Indonesia Yogyakarta).
Tinambunan, W. E. 2010. Pemberdayaan Komunitas Suku Sakai Dalam Mempertahankan Kebudayaan Daerah di Kabupaten Bengkalis. Lembaga Penelitian. UNRI, Pekanbaru.