PERFORMA BABI BALI YANG DIPELIHARA DALAM KANDANG LANTAI BAPUK DAN BETON

  • BUDAARSA K Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali
  • A. W. PUGER Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali
  • T. I. PUTRI Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali
  • I D. G. A. UDAYANA Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali
  • I.W. SUDIASTRA Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Denpasar Bali

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa babi bali antara yang dipelihara dalam kandang lantai
bapuk (deep litter) dengan lantai beton. Masing-masing kelompok terdiri dari 10 ekor babi bali dengan berat 10-12
kg. Pakan yang diberikan sama untuk kedua kelompok. Data dianalisis dan diuji dengan Two Independent Sample
T test. Variabel yang diukur adalah konsumsi pakan, pertambahan bobot, konversi pakan dan kecernaan ransum.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertambahan bobot badan harian pada kandang bapuk dibandingkan
dengan kandang lantai beton 0,3540 ± 0,0084 vs 0,3680 ± 0,0103 kg (P<0,05), konversi pakan 3,2106 ± 0,0796
vs 3,1108 ± 0,0895 (P<0,05), konsumsi pakan harian 1,1360 ± 0.0117 vs 1,1440 ± 0,0117kg (P>0,05). Kecernaan
bahan kering 79,1840 ± 0,5700 vs 82,0800 ± 1,2518%, bahan organik 80,6620 ± 0,7633 vs 82,5340 ± 0,5046%,
protein kasar 81,5730 ± 0,8219 vs 83,7310 ± 1,6578%, serat kasar 81,5730 ± 0,8219 vs 83,7310 ± 1,6578%, lemak
kasar 87,6820 ± 0,8633 vs 89,1800 ± 0,8202% dan energi 80,7200 ± 1,0696 vs 81,0620 ± 1,0892% dan semua
variabel kecernaan pada kandang beton nyata lebih tinggi (P<0,05). Dapat disimpulkan bahwa pemeliharaan babi
lokal (babi bali) dengan kandang beton menunjukkan performa yang lebih baik ditinjau dari aspek pertambahan
bobot, konversi pakan dan kecernaan ransum.