Perbandingan Kinerja Clustering Non-Hierarchical pada Indeks Daya Saing Daerah di Provinsi Jawa Tengah Tahun 2022
Abstrak
Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) merupakan tolak ukur untuk mengukur kemampuan suatu daerah dalam bersaing di suatu pasar yang dipublikasikan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional. IDSD mencakup beberapa pilar atau indikator antara lain infrastruktur, kualitas sumber daya manusia, inovasi, dan kebijakan pemerintah yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kinerja beberapa teknik clustering non-hierarkis. Data yang digunakan yaitu data IDSD pada 35 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah tahun 2022 dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Metode clustering yang digunakan yaitu Fuzzy c-means, K-means, dan K-medoid. Masing-masing metode mendapatkan jumlah cluster optimal yang berbeda. Setelah dilakukan evaluasi pemilihan model terbaik menggunakan Silhouette Coefficient, Dunn Index, Davies Bouldin Index, Akaike Information Criterion (AIC), dan Bayesian Information Criterion (BIC) didapatkan model terbaik menggunakan k-medoid dengan tiga cluster. Berdasarkan cluster yang terbentuk, cluster pertama terdiri dari tiga kabupaten/kota, cluster kedua terdiri atas tujuh kabupaten/kota, dan cluster ketiga terdiri dari dua puluh lima kabupaten/kota.