KANDUNGAN HARA MAKRO SETELAH PENAMBAHAN PUPUK KOMPOS BLOTONG PADA TANAH PERKEBUNAN

  • I. Rahmah Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.
  • P. Suarya Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • I. B. P. Manuaba Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia
  • N. K. Ariati Program Studi Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Udayana, Badung, Bali, Indonesia.

Abstract

      Blotong atau filter cake merupakan kotoran nira tebu dari proses pembuatan gula. Namun, blotong dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik karena kandungan hara dalam blotong cukup tinggi. Misalnya kandungan C, N, P, dan K yang dapat menjadi sumber hara serta meningkatkan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan unsur hara C, N, P, dan K pada tanah setelah pemberian pupuk blotong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Walkley and Black untuk penetapan hara C, metode Kjeldahl untuk penentuan hara N, dan metode Bray I untuk penentuan hara P dan K. Perlakuan pemupukan dilakukan dalam skala kecil, dimana tanah perkebunan direparasi dalam wadah polybag berukuran 50 cm x 50 cm. Pemupukan dilakukan selama 4 minggu dengan takaran variasi pupuk setara 0 ton/ha, 10 ton/ha, 25 ton/ha, dan 60 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pupuk blotong dapat meningkatkan kadar hara pada tanah perkebunan. Perlakuan 0 ton/ha diperoleh hasil kadar C, N, P, dan K berturut-turut sebesar 1,12%; 0,12%; 102,7588 ppm, dan 101,320 ppm. Perlakuan 10 ton/ha diperoleh hasil kadar berturut-turut sebesar 1,18%; 0,13%; 122,9938 ppm, dan 145,610 ppm. Perlakuan 25 ton/ha diperoleh hasil kadar berturut-turut sebesar 1,22%; 0,14%; 144,8662 ppm, dan 260,960 ppm. Perlakuan 60 ton/ha kadar berturut-turut sebesar 2,58%; 0,15%; 190,6140 ppm, dan 380,180 ppm. Hal tersebut menunjukkan bahwa takaran setara 60 ton/ha cukup untuk meningkatkan kandungan hara C, N, P, dan K tanah dalam waktu 4 minggu.


Kata kunci: Blotong, tanah, C-organik, N, P, K


ABSTRACT


     Blotong or filter cake is sugar cane sap dirt from the sugar-making process. However, blotong can be used as an organic fertilizer because the nutrient content in blotong is relatively high. For example, the contents of C, N, P, and K can be a source of nutrients and improve soil quality. This study aimed to determine the increase in nutrients C, N, P, and K in the soil after applying blotong fertilizer. There were methods used in this study, such as the Walkley and Black method for determining C nutrients, the Kjeldahl method for determining N nutrients, and the Bray I method for determining P and K nutrients. Fertilization treatment was carried out on a small scale, where who repaired the plantation soil in polybags measuring 50 cm x 50 cm. Fertilization is carried out for four weeks with varying doses of fertilizer equivalent to 0 tons/ha, 10 tons/ha, 25 tons/ha, and 60 tons/ha. The results showed that blotong fertilizer could increase the nutrient content of the plantation soil. Treatment of 0 ton/ha resulted in C, N, P, and K of 1.12%, 0.12%, 102.7588 ppm, and 101.320 ppm, respectively, while the 10 ton/ha treatment yielded 1.18%, 0.13%, 122.9938 ppm, and 145.610 ppm, respectively. Moreover, the 25 ton/ha treatment produced a grade of 1.22%, 0.14%, 144.8662 ppm, and 260.960 ppm, respectively, whereas the treatment of 60 tons/ha of 2.58%, 0.15%, 190.6140 ppm, and 380.180 ppm successively. These results showed that the equivalent dose of 60 tons/ha was sufficient to increase the contents of C, N, P, and K nutrients in the soil within four weeks.


Keywords: blotong, soil, C-organic, N, P, K

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dery P., Indrawan, M., & Soemarno. 2017. Pengaruh Blotong, Abu Ketel, Kompos terhadap Ketersediaan Fosfor Tanah dan Pertumbuhan Tebu di Lahan Tebu Pabrik Gula Kebon Agung, Malang. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan. 4(1). 431–443.
Fikdalillah, M. Basir dan I. Wahyudi. 2016. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Terhadap Serapan Fosfor Dan Hasil Tanaman Sawi Putih (Brassica pekinensis) Pada Entisols Sidera. Agrotekbis. 4(5):491-499.
Gonçalves, J. C., Vasques, N. C., Da Silva, C. N., De Souza Paccola, E. A., Filho, E. S., Yamaguchi, N. U., Andreazzi, M. A., & Gasparotto, F. 2018. Influence of the application of filter cake on soil chemical characteristics. Chemical Engineering Transactions, 6(5): 775–780.
Kaharuddin, Dahlan, Hamzah, F., & Suryaningsih Taufieq, N. A. 2019. The effect of alfisol soil quality improvement using filter cake, bagasse, and dolomite ameliorant on peanut (Arachis hypogaea L.) production. International Journal on Advanced Science, Engineering and Information Technology, 9(5): 1611–1617.
Lukman A., Sari, A. P., Hiola, S. F., & Jumadi, O. 2012. Ketersediaan Nitrogen Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Bayam ( Amaranthus tricolor L .) yang Diperlakukan dengan Pemberian Pupuk Kompos Azolla The Availability of Nitrogen Soil and Growth of Spinach ( Amaranthus tricolor L .) Treated with the Azolla Compost. Jurnal Sainsmat. 1 (2): 167–180.
Mukhlisi & K. Sidiyasa. 2011. Aspek Ekologi Nyamplung (Calophyllum inophyllum L.) di Hutan Pantai Tanah Merah, Taman Hutan Raya Bukit Soeharto. Jurnal Penelitian Hutan dan Konservasi Alam, 8 (3): 385-397.
Nariratih, I., M.M.B. Damanik dan G. Sitanggang. 2013. Ketersediaan Nitrogen Pada Tiga Jenis Tanah Akibat Pemberian Tiga Bahan Organik Dan Serapannya Pada Tanaman Jagung. Agroekoteknologi. 1(3):479-488.
Prijono, S., dan Kusuma, Z. 2012. Instruksi Kerja Laboratorium Kimia Tanah. Fakultas Pertanian UB. Brawijaya.
Roidah, I. S. 2013. Manfaat penggunaan pupuk organik untuk kesuburan tanah. Jurnal Universitas Tuluagung Bonorowo. 1(1) : 30- 42.
Sutedjo, M. M. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Published
2024-01-31
How to Cite
RAHMAH, I. et al. KANDUNGAN HARA MAKRO SETELAH PENAMBAHAN PUPUK KOMPOS BLOTONG PADA TANAH PERKEBUNAN. Jurnal Kimia (Journal of Chemistry), [S.l.], p. 80 - 85, jan. 2024. ISSN 2599-2740. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/jchem/article/view/89518>. Date accessed: 20 june 2024. doi: https://doi.org/10.24843/JCHEM.2024.v18.i01.p12.
Section
Articles