POTENSI EKSTRAK ETANOL BAWANG MERAH (Allium ascolonicum L.) DAN GARAM NaCl MENURUNKAN LUAS AREA SERTA MENINGKATKAN KONTRAKSI JARINGAN LUKA BAKAR RINGAN
Abstrak
Luka bakar (burns) merupakan respon kulit dan jaringan subkutan terhadap trauma suhu atau termal yang berdampak pada kerusakan kulit. Berat atau ringannya kerusakan jaringan akibat luka bakar dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain kedalaman luka bakar, luas luka bakar, lokasi luka bakar, kesehatan tubuh secara umum, mekanisme cedera dan usia. Luas area luka bakar dan persentase kontraksi luka merupakan indikator proses penyembuhan luka bakar ringan. Penelitian ini menggunakan 25 ekor tikus wistar yang dibagi menjadi 5 kelompok perlakuan dengan rancangan randomized posttest only control group design sebagai berikut; K: diberi perawatan vaselin (kontrol negatif), Kp: diberi perawatan bioplacenton (kontrol positif), P1: diberi perawatan garam dapur pada konsentrasi 7,5% dalam vaselin, P2: diberi perawatan ekstrak bawang merah pada konsentrasi 40% dalam vaselin, dan P3: diberi perawatan campuran ekstrak bawang merah 40% dan garam dapur pada konsentrasi 7,5% dalam vaselin. Hasil penelitian dan analisis statistik One-Way ANOVA dan Post Hoc Test LSD menggunakan program SPSS for Windows versi 19 menunjukkan kelompok perlakuan P2 yaitu ekstrak etanol bawang merah dengan konsentrasi 40% memberikan hasil terbaik sehingga sangat berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai bahan obat luka bakar ringan dibandingkan kelompok perlakuan P1 maupun P3 karena kemampuannya menurunkan luas area dari 340,79 mm2 dihari ke-1 menjadi 11,75 mm2 serta meningkatkan kontraksi luka sebesar 81,59% di akhir perawatan.
##plugins.generic.usageStats.downloads##

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License



