TRANSFORMASI STRUKTURAL DAN KETIMPANGAN ANTAR KABUPATEN/KOTA DI JAWA BARAT
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa transformasi struktural ekonomi dan ketimpangan antar daerah yang terjadi di wilayah Jawa Barat. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Location Quotient (LQ), Shift Share, Indeks Williamson dan Entropy Theil. Sementara itu, jenis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Data sekunder yang digunakan dalam kajian ini dari tahun 2011 sampai dengan 2016. Hasil analisis LQ menunjukkan terdapat 7 (tujuh) daerah yang memiliki basis ekonomi pada sektor industri dengan Purwakarta sebagai wilayah penyumbang terbesar. Sementara itu, 11 (sebelas) daerah di Provinsi Jawa Barat memiliki basis ekonomi pada sektor pertanian dan wilayah yang memberikan kontribusi terbesar adalah Cirebon. Selanjutnya, ada 8 (delapan) daerah yang memiliki basis ekonomi pada sektor jasa – jasa dengan Bogor merupakan wilayah yang berkontribusi terbesar. Tingkat ketimpangan pendapatan di Provinsi Jawa Barat mengalami penurunan dari 0,670 pada tahun 2010 menjadi 0,646 pada tahun 2016. Hal tersebut menunjukkan distribusi pendapatan yang semakin merata dalam kurun waktu tahun 2010 – 2016 dengan rata – rata tingkat ketimpangan paling besar adalah Purwakarta. Sementara itu, wilayah dengan rata – rata tingkat ketimpangan paling kecil adalah Bogor dan tingkat ketimpangan terkecil berada Kab. Cianjur.







