KADAR TANIN PADA KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) KABUPATEN POLIWALIMANDAR DAN TORAJA UTARA

  • Suryadi Pappa Program Studi kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Jalan Perintis Kemerdekaan 10, Tamalanrea Indah, Makassar, Sulawesi Selatan 90245
  • Abdul Wahid Jamaluddin Program Studi kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Jalan Perintis Kemerdekaan 10, Tamalanrea Indah, Makassar, Sulawesi Selatan 90245
  • Adryani Ris Program Studi kedokteran Hewan, Fakultas Kedokteran, Universitas Hasanuddin Jalan Perintis Kemerdekaan 10, Tamalanrea Indah, Makassar, Sulawesi Selatan 90245

Abstract

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa bioaktif kulit buah kakao serta kandungan total senyawa tanin pada dua daerah yang berbeda yakni di Kabupaten Poliwalimandar Sulawesi Barat dan Kabupaten Toraja Utara Sulawesi Selatan. Masing – masing kulit buah kakao dari kedua daerah yang berbeda dimaserasi dengan pelarut metanol 96 % dengan perbandingan 1 : 4 untuk zat terlarut dan pelarut, ekstraksi cair kemudian diuapkan dengan bantuan Vacuum rotary evaporator sehingga diperoleh ekstrak kental sebanyak 39 gram sehingga persentase rendamannya adalah 3,9 %. Hasil ekstrak kemudian diuji fitokimia untuk mengetahui senyawa bioaktif didalamnya serta pengujian total kadar tanin. Hasil uji fitokimia menunjukkan kulit buah kakao mengandung senyawa terpenoid, saponin dan tanin di dalamnya, perbandingan kandungan total tanin dari masing-masing sampel dari Kabupaten Poliwalimandar dan Kabupaten Toraja Utara adalah sebesar 4,981 % : 12,679%.


Kata kunci: Kulit buah kakao,  Senyawa Bioaktif, Tanin, Poliwalimandar, Kabupaten Toraja Utara.


ABSTRACT: This study aims to determine the bioactive compounds and the total content of tannin of cocoa fruits’ peels taken from different regions which are Poliwalimandar Regency, West Sulawesi and North Toraja Regency, South Sulawesi. The cocoa pods (1000 grams) were macerated with 96% methanol solvent in a ratio of solute to solvent of 1: 4 for 1 week. The extract solution  was then evaporated using vacuum rotary evaporator to get  39 grams of viscous extract.  The phytochemical tests of the extract were carried out to determine the bioactive compounds therein and the total tannin content well as. The phytochemical test results showed that the skin of cocoa fruits’ peels contains terpenoids, saponins and tannins while the total tannin content of the extracts are 4.981% and 12.679% for Poliwalimandar cocoa and North Toraja Regency respectively.

Downloads

Download data is not yet available.

References

[1] Yumas, M. 2017. Pemanfaatan Limbah Kulit Ari Biji Kakao (Theobroma cacao L) sebagai Sumber Antibakteri Streptococcus mutans. Jurnal Industri Hasil Perkebunan, 2 (2): 7-20.
[2] Mulyatni A.S., Asmini B., Darmono T. 2012. Aktivitas antibakteri ekstrak kulit buah kakao (Theobroma cacao L.) terhadap Escherichia coli, Bacillus subtilis, dan Staphylococcus aureus. Menara Perkebunan, 80 (2): 77-84.
[3] Wisri P. dan Susana I.W.R. 2014. Potensi dan Pemanfaatan Kulit Buah Kakao sebagai Pakan Alternatif Ternak Ruminansia. WARTAZOA, 24 (3): 151-159.
[4] Rachmawaty A. Mu’nisa, Hasri. 2017. Analisis Fitokimia Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.) Sebagai Kandidat Antimikroba. Seminar Nasional LP2M UNM.
[5] Malangngi Liberty, Meiske Sangi, Jessy Paendong. 2012. Penentuan Kandungan Tanin dan Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Biji Buah Alpukat (Persea americana Mill.). Jurnal Mipa Unsrat Online, Vol. 1 (1): Hal. 5-10.
[6] Wardani R.S., Mifbakhiddin, Yokorinanti K. 2010. Pengaruh Konsentrasi Daun Tembelekan Terhadap Kematian Larva Aedes aegypti. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia,. 6 (2): 30-38.
[7] Kaihena M., Vika L., Maria N. 2011. Efektivitas Ekstrak Etanol Daun Sirih (Piper Betle L.) Terhadap Mortalitas Larva Nyamuk Anopheles Sp. dan Culex. Jurnal Molluca Medica, (1): 88 - 105.
[8] Jusmiati A., Rolan R., Laode R. 2015. Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Kakao Masak dan Kulit Buah Kakao Muda. Jurnal Sains dan Kesehatan, 1 (2): 34 – 38.
[9] Kayaputri I.L., Debby M.S., Mohamad D., Rossi I., Dita L.D. 2014. Kajian Fitokimia Ekstrak Kulit Biji Kakao (Theobroma cacao L.). Chimica et Natura Acta, 2 (1): 83 – 90.
[10] Tiwari, P., Kumar, B., Kaur, M., Kaur, G. & Kaur, H. 2011. A review: Phytochemical screening and extraction. Internationale Pharmaceutica Sciencia, 1 (1): 98-106.
[11] Devina I.A. dan Lily F.N. 2018. Activity Test of Suji Leaf Extract (Dracaena angustifolia Roxb.) on in vitro cholesterol lowering. Jurnal Kimia Sains dan Aplikasi, 21 (2) : 54 – 58.
[12] Harborne J.B. 1987. Metode Fitokimia Penuntun Cara Modern Menganalisis Tumbuhan. Penerbit ITB. Bandung.
[13] Atanassova M., & Christova, V. 2009. Determination of tannins content by titrimetric method for comparison of different plant species. Journal of the University of Chemical Technology and Metallurgy, 44 (4): 413-415.
[14] Sutomo, Arnida, M. Ikhwan R., Liling T., Agung N., Evi M., Salamiah. 2016. Skrining Fitokimia dan Uji Kualitatif Aktivitas Antioksidan Tumbuhan Asal Daerah Rantau Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Jurnal Pharmascience, 3 (1): 66 – 74.
[15] Ummah M.K. 2010. Ekstraksi dan Pengujian Aktivitas Antibakteri Senyawa Tanin pada Daun Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.). Skripsi. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Malang.
[16] Leksono W.B., Rini P., Gunawan W. S., Wilis A. S. 2018. Jenis Pelarut Metanol Dan N-Heksana Terhadap Aktivitas Antioksidan Ekstrak Rumput Laut Gelidium sp. dari Pantai Drini Gunungkidul – Yogyakarta. Jurnal Kelautan Tropis, 21 (1): 9–16.
[17] Wientarsih I., Aulia A.M., April W., Dodi D., Lina N.S. 2017. Daun Binahong (Andredera cordifolia Steenis) sebagai Alternatif Insektisida Terhadap Miasis yang disebabkan Lalat Chrysomya bezziana. Jurnal Veteriner, 18 (1): 121 – 127.
[18] Azizah D.N., Endang K., Fahrauk F. 2014. Penetapan Kadar Flavonoid Metode AlCl3 Pada Ekstrak Metanol Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao L.). Kartika Jurnal Ilmiah Farmasi, 2 (2): 45-49.
[19] Firdiyani F., Tri W. A., Widodo F. M. 2015. Ekstraksi Senyawa Bioaktif sebagai Antioksidan Alami Spirulina Platensis Segar dengan Pelarut yang Berbeda. JPHPI, 18 (1): 28-37.
[20] Mihra Minarni R. J., Purnama N. 2018. Analisis Kadar Tanin dalam Ekstrak Daun Mimba (Azadirachta Indica A. Juss) dengan Pelarut Air dan Etanol. Jurnal Akademika Kimia, 7(4): 179-184.
[21] Septiana A., Indrawati, Rustin. 2014. Analisis Kadar Alkaloid dan Tanin Tumbuhan Beluntas (Pluchea indica Less.) pada Lahan Salin di Desa Asingi Kecamatan Tinanggea dan Non Salin di Desa Lambodijaya Kecamatan Lalembuu Sulawesi Tenggara. Biowallacea, 1 (2): 82-89.
[22] Suryawati S. dan Eko M. 2011. Hubungan Sifat Tanah Madura dengan Kandungan Minyak Atsiri dan Tingkat Kelarutannya Pada Jahe (Zingiber offocinale L.). AGROVIGOR,.4 (2): 99-104
[23] Salim M., Yahya, Hotnida S., Tanwirotun N., Marini. 2016. Hubungan Kandungan Hara Tanah dengan Produksi Senyawa Metabolit Sekunder pada Tanaman Duku (Lansium domesticum Corr var Duku) dan Potensinya sebagai Larvasida. Jurnal Vektor Penyakit, 10 (1): 11-18.
[24] Lopez. 2005. In Vitro Effect of Condosed Tannins from Tropical Fodder Crops Againts Eggs and Larvae of the Nematode Haemunchus contortus. J.Food Agric. Environ, 3(2):191-194.
[25] Siamtuti W.S., Renika A., Zulvika K. W., Nanang A., Indra V. H. 2017. Potensi Tannin Pada Ramuan Nginang sebagai Insektisida Nabati yang Ramah Lingkungan. Bioeksperimen, 3 (2): 83 – 93.
Published
2019-10-31
How to Cite
PAPPA, Suryadi; JAMALUDDIN, Abdul Wahid; RIS, Adryani. KADAR TANIN PADA KULIT BUAH KAKAO (Theobroma cacao L.) KABUPATEN POLIWALIMANDAR DAN TORAJA UTARA. CAKRA KIMIA (Indonesian E-Journal of Applied Chemistry), [S.l.], v. 7, n. 2, p. 92-101, oct. 2019. ISSN 2302-7274. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/cakra/article/view/56181>. Date accessed: 30 sep. 2022.