Pembentukan Perarem Tentang Tata Cara Pemeliharaan Anjing dan Kucing di Desa Adat Sega, Bunutan, Karangasem, Bali
Abstrak
Kematian manusia akibat rabies yang terjadi di wilayah Desa Adat Sega pada tahun 2018 membuat aparat desa menilai bahwa rabies merupakan ancaman bagi masyarakat di wilayah desa adat tersebut. Kehadiran program dharma di tahun 2020 di desa adat sega membantu upaya penyadaran masyarakat terkait bahaya rabies dan pentingnya vaksinasi dalam pencegahan dan penanggulangan rabies. Pembentukan sebuah peraturan di internal desa dinilai perlu dan penting untuk disusun untuk membantu dan menunjang upaya pengendalian rabies di wilayah Desa Adat Sega. Perarem pangele mulai disusun menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) bersama dengan pihak internal desa adat yang terdiri dari bendesa adat, prajuru dan tokoh masyarakat. Pertimbangan pakar hukum dan akademisi dari Program Dharma juga dimasukkan dalam menyempurnakan draft perarem pangele. Hasil draft Perarem kemudian dikonsultasikan dengan lembaga terkait dan direvisi sesuai dengan kaidah, tata bahasa yang sistematis. Perarem ini telah terbit dengan nomor registrasi P/0038/1206/043/07/DPMA/2022 dengan judul Perarem Pangele No 07 Tahun 2021 Tentang Tata Cara Pemeliharaan Anjing dan Kucing di Desa Adat Sega, Desa Bunutan Kecamatan Abang Kabupaten Karangasem. Terdapat 4 point penting yang terkandung dalam perarem pangele ini adalah berkaitan dengan hak dan kewajiban pemilik anjing dan kucing, cara pemeliharaan anjing dan kucing, cara penanganan anjing dan kucing serta larangan dan sanksi pelanggaran. Sosialisasi lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengimplementasikan perarem pangele ini.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Adharinalti A. 2012. Eksistensi hukum adat dalam penyelenggaraan pemerintahan desa di Bali. J. Rechts. Vinding. 1(3): 409-418.
Arief RA, Hampson K, Jatikusumah A, Widyastuti MD, Basri C, Putra AA, Unger F. 2017. Determinants of vaccination coverage and consequences for rabies control in Bali, Indonesia. Front. Vet. Sci.3(123): 1-8.
Artajaya GS. 2020. The COVID-19 pandemic perspective of religious literature studies In Bali. Widyadari. 21(2): 652–664.
Bali G. 2019. Perda Provinsi Bali No 4 Tahun 2019 Tentang Desa Adat di Bali.
Bouli FPNO, Awah-Ndukum J, Mingoas KJP, Tejiokem MC, Tchoumboue J. 2020. Dog demographics and husbandry practices related with rabies in Cameroon. Trop. Anim. Health Prod. 52(3): 979-987.
Dinkes Kab. Karangasem. 2021. Laporan rabies karangsem 2016-2020.
Dinkes Prov. Bali. 2020. Laporan kasus GHPR Provinsi Bali.
Disdikpora Bali. 2019. Nangun Sat Kerthi Loka Bali, Online, p. 1. Available at: https://disbud.baliprov.go.id/nangun-sat-kerthi-loka-bali/.
Garba A, Dzikwi AA, Okewole PA, Chitunya WB, Tirmidhi AB, Kazeem HM, Umoh JU. 2013. Evaluation of dog slaughter and consumption practices related to the control of rabies in Nigeria. J. Exp. Biol. Agric. Sci. 1(2S): 125-130.
Gholami A, Alamdary A. 2020. The world rabies day 2020: Collaborate and vaccinate. Iranian Biomed. J. 24(5): 264–268.
Haesler B. 2012. Evaluation of rabies control in the province of Bali, Indonesia. World Society for the Protection of Animals. Economic analysis of rabies control in Bali, Indonesia.
Hukmi A. 2019. National master plan for eradicating rabies in Indonesia. Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Pp. 1–100. Available at: http://keswan.ditjenpkh.pertanian.go.id/?p=2681.
Lloyd JKF. 2008. Concepts in animal welfare: environment enrichment. New Zealand Veterinary Nurse.
Morters MK, Restif O, Hampson K, Cleaveland S, Wood JL, Conlan AJ. 2013. Evidence‐based control of canine rabies: a critical review of population density reduction. J. Anim. Ecol. 82(1): 6-14.
Okeme SS, Kia GS, Mshelbwala PP, Umoh JU, Magalhães RS. 2020. Profiling the public health risk of canine rabies transmission in Kogi state, Nigeria. One Health. 10: 100154.
Satya T, Naipospos P. 2010. Rabies, zoonosis dan anjing jalanan. Pp. 1–4.
Setiawan KH. 2018. Human behaviour in keeping dogs and its relationship to rabies. Int. Res. J. Manag. IT Soc. Sci. 5(6): 105-113.
States WHO M. 2017. Human rabies: 2016 updates and call for data Rage humaine : mise à jour de 2016 et appel à la communication de données. Pp. 13–20.
Suardana IW. 2015. Penyakit menular dari hewan ke manusia. PT. Kanisius.
Suartha I, Anthara M, Dewi NMRK, Wirata IW, Mahardika IGNK, Dharmayudha AAGO, Sudimartini LM. 2014. Perhatian pemilik anjing dalam mendukung Bali bebas rabies. Bul. Vet.Udayana. 6(1): 87-91.
Utami NWA, Agustina KK, Atema KN, Bagus GN, Girardi J, Harfoot M, Hiby E. 2019. Evaluation of community-based dog welfare and rabies project in sanur, a sub-district of the Indonesian island province of Bali. Front. Vet. Sci. 6(193): 1-12.
WHO. 2018. WHO Expert Consultation on Rabies: WHO TRS N°1012, World Health Organization - Technical Report Series. Available at: https://www.who.int/publications/i/item/WHO-TRS-1012.
Widyastuti MDW, Bardosh KL, Basri C, Basuno E, Jatikusumah A, Arief RA, Gilbert J. 2015. On dogs, people, and a rabies epidemic: results from a sociocultural study in Bali, Indonesia. Infect. Dis. Poverty. 4(1): 1-18.


