Diferensial Granulosit Sapi Bali di Dataran Tinggi dan Rendah di Nusa Penida
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui diferensial granulosit terhadap neutrofil, eosinofil, dan basofil sapi bali yang diternakkan di dataran tinggi dan rendah Nusa Penida. Sampel yang digunakan adalah darah 60 ekor sapi bali betina. Pengambilan sampel darah sapi bali dilakukan secara random dengan tekhnik multi-stage sampling. Pengambilan darah dilakukan melalui vena jugularis menggunakan venoject. Pembuatan apusan darah menggunakan metode slide yang dilanjutkan dengan fiksasi dan pewarnaan Giemsa. Penghitungan diferensial leukosit menggunakan metode Battlement hingga ditemukan 100 sel leukosit dengan pembesaran 1000x. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan Independent Samples T-Test. Hasil penelitian menunjukkan ketinggian lokasi pemeliharaan (dataran tinggi dan rendah) berpengaruh terhadap neutrofil, namun tidak berpengaruh terhadap eosinofil dan basofil. Persentase neutrofil sapi bali di dataran tinggi lebih rendah dibandingkan di dataran rendah.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Brian K, McFarlin, Joel BM. 2003. Exercise in hot and cold environments: differential effects on leukocyte number and NK cell activity. Aviation, Space, and Environ. Med. 74(12): 1231-1236.
Hadi PU. 2002. Problem dan prospek pengembangan usaha pembibitan sapi potong di indonesia. J. Litbang Pertanian. 21(4): 18-157.
Hertaningsih N, Sudana G, Malole MBM. 1983. The blood picture of bali cattle in Bali. Hemera Zoa Indon. J. Anim. Sci. 71(2): 155-160.
Houwen B. 2000. Blood film preparation and staining procedures. Lab. Hematol. 6: 1-7.
Iskandar. 2011. Performan reproduksi sapi PO pada dataran rendah dan dataran tinggi di Provinsi Jambi. J. Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan. 14(1): 51-61.
Kasa IW, Sukmaningsih AAS, Darmayasa IB. 2015. Efforts in conserving purebred bali cattle as draught and beef type in Bali Island, Indonesia. Bul. Vet. Udayana. 7(1): 95-100.
Lee WL, Harrison RE, Grinstein S. 2003. Phagocytosis by neutrophils. Microb. Infect. 5:1299-1306.
Lendrum DC, Woodruff R. 2006. Comparative risk assessment of the burden of disease from climate change. Environ. Health Perspect. 114: 1935–1941.
Lestari SHA, Ismoyowati, Indradji M. 2013. Kajian jumlah leukosit dan diferensial leukosit pada berbagai jenis itik lokal betina yang pakannya di suplementasi probiotik. J. Ilmiah Peternakan. 1(2): 699-709.
Marcolina KN. 2009. Profil sel darah putih sapi bali. Skripsi. Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Udayana, Denpasar.
Mashaly MM, Hendrricks GL, Kalam MA, Gerhad AE, Abbas AO, Pattersom PH. 2004. Effect of heat stress on production parameters and immune responses of commercial laying hens. Poult. Sci. 83(6): 889-894.
Muhammad Z, Puja IK, Wandia IN. 2012. Polimorfisme lokus mikrosatelit RM185 sapi bali di Nusa Penida. Indon. Med. Vet. 1(4): 505-518.
Nawaan S. 2006. Daya tahan panas pada Sapi Peranakan Simmental, Peranakan Ongole dan Sapi Pesisir. J. Peternakan Indonesia. 11(2): 158-166.
Pawitri NLPS, Dwinata IM, Dharmawan NS. 2014. Total dan diferensial leukosit sapi bali yang terinfeksi cysticercus bovis secara eksperimental. Indon. Med. Vet. 3: 213-222.
Putra IPC, Suwiti NK, Ardana IBK. 2016. Suplementasi mineral pada pakan sapi bali terhadap diferensial leukosit di empat tipe lahan. Bul. Vet. Udayana. 8(1): 8-16.
Saragih CI. 2014. Profil hormon pertumbuhan sapi bali di Kecamatan Nusa Penida Kabupaten Klungkung Provinsi Bali. M.Sc. Thesis. Universitas Udayana. Denpasar.
Sugito, Fakhrurrazi, dan Isa M. 2011. Efek pemberian ekstrak jaloh dikombinasi dengan probiotik dan kromium terhadap profil hematologi dan titer antibodi vaksin ND pada ayam broiler yang mengalami stres panas. Agripet. 11(2): 8-15.
Suherman D. 2014. Efek waktu pemberian pakan dan level energi terhadap cekaman panas berdasarkan suhu rektal dan kulit sapi dara Fries Holland. J. Sain Peternakan Indon. 9(2): 117-129.
Suwiti NK. 2009. Fenomena jembrana disease dan bovine immunodeficiency virus pada sapi bali. Bul. Vet. Udayana. 1(1): 21-25.
Triana E dan Nurhidayat N. 2006. Pengaruh pemberian beras yang difermentasi oleh Monascus purpureus Jmba terhadap darah tikus putih (Rattus Sp.) hiperkolesterolemia. J. Biol. Divers. 7(4): 317-321.
Turvey SE, Broide DH. 2010. Innate immunity. J. Allergy. Clin. Immunol. 125(2): 24-32.
Utama IH, Kendran AAS, Widyastuti SK, Virgania P, Sene SM, Kusuma WD, dan Arisandi BY. 2013. Hitung diferensial dan kelainan-kelainan sel darah sapi bali. J. Vet. 14(4): 462-466.
Warsono IU, Mu’in MA. 2008. Daya tahan panas sapi bali di Kabupaten Manokwari. J. Ilmu Peternakan. 3(1): 20-23.
Weiss DJ, Wardrop KJ. 2010. Schalm’s veterinary hematology 6th ed. Blackwell Publishing Ltd. Singapore.
Zainudin M. 1999. Metodologi Penelitian. Unair Press. Surabaya.


