Penambahan Vitamin E Pada Pengencer BTS ® Terhadap Daya Hidup Dan Motilitas Spermatozoa Babi Landrace Pada Penyimpanan 15°
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya hidup dan motilitas spermatozoa babi Landrace pada pengencer Beltsville Thawing Solution® (BTS) dengan penambahan vitamin E (?tokoferol) yang disimpan pada suhu 15oC selama 96 jam. Semen yang digunakan berupa semen segar dari pejantan babi Landrace berusia dua tahun. Semen dikoleksi dengan metode massage. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat kelompok perlakuan dengan masing-masing: kelompok I sebagai kontrol, kelompok II dengan penambahan 300 µg/ml VitaminE, kelompok III dengan penambahan 400 µg/ml VitaminE dan kelompok IV dengan penambahan 500 µg/ml VitaminE. Masing-masing perlakuan dilakukan pengulangan sebanyak enam kali disimpan pada suhu 15oC selama 96 jam. Hasil menunjukkan bahwa penambahan VitaminE berpengaruh nyata terhadap daya hidup dan motilitas spematozoa babi Landrace. Penambahan vitamin E 400 µg/ml memberikan daya hidup dan motilitas terbaik selama penyimpanan pada suhu 15oC selama 96 jam. Simpulan dari penelitian ini adalah penambahan VitaminE 400 µg/ml dengan pengencer BTS® pada suhu 15oC selama 96 jam mampu meningkatkan daya hidup dan motilitas spermatozoa babi Landrace.
##plugins.generic.usageStats.downloads##
Referensi
Alvarez JG ande Storey BT. 1995. Differential incorporation of fatty acids into and peroxidative loss of fatty acids from phospholipids of human spermatozoa. Mol Reprod Dev, 42: 334-345.
Beconi MT, Francia CR, Mora NG and Affranchino MA. 1993. Effect of natural antioxidants on frozen bovine semen preservation. Theriogenology, 40: 841-851.
Breininger E, Beorlegui NB and OFlaherty CM. 2004. Alpha-tocopherol improves biochemical and dynamic parameters in cryopreserved boar semen. Theriogenology, 63: 2126-2135.
Chatterjee S, De Lamirande and Gagnon E. 2001. Cryopreservation alters membrane sulfhydryl status of bull spermatozoa: protection by oxidized glutathione. Mol Reprod Dev, 60: 498-506.
Hartono M. 2008. Optimalisasi penambahan vitamin E dalam pengencer sitrat kuning telur untuk mempertahankan kualitas semen kambing boer. J Indonesian Trop Anim Agric, 33: 1-9.
Hsieh YY. Chang CC and Lin CS. 2006. Seminal malondialdehyde concentration but not glutathione peroxidase activity is negatively correlated with seminal concentration and motility. Int J Biol Sci, 2: 23-29.
Long JA and Kramer M. 2003. Effect of vitamin E on lipid peroxodation and fertility after artifical insemination with liquid-stored turkey semen. J Poult Sci, 82(11): 1802-1807.
Maxwell WMC and Watson PF. 1996. Recent progressn the preservation of ram semen. Anim Repro Sci, 42: 55-56.
Setiawati DAFR. 2013. Penambahan vitamin E pada pengencer kuning telur fosfat terhadap motilitas dan daya hidup semen kalkun selama penyimpanan pada suhu 5oC. (Skripsi). Fakultas Kedokteran Hewan UNUD, Denpasar.
Suharyati S dan Hartono M. 2013. Peningkatan kualitas semen kambing boer dengan pemberian vitamin E dan mineral Zn. J Kedokteran Hewan, 7: 91-93.
Sumardani NLG, Tuty LY dan Pollung HS. 2008. Viabilitas spermatozoa babi dalam pengencer beltsville thawing solution (BTS) pada tiga tempat penyimpanan berbeda. Media Peternakan, 31: 81-86.
Thompson LH. 2005. Managing swine reproduction. Univ. of Illiois. Urban


