Analisis Labilitas Atmosfer Pada Peristiwa Hujan Lebat Di Wilayah Bali Selatan (Studi Kasus: Kejadian Banjir 5 dan 6 Desember 2021)

  • Anin Nuril Firdausi physics Udayana university
  • I Made Yuliara
  • Kadek Sumaja
  • Komang Ngurah Suarbawa
  • Putu Suardana
  • I Ketut Putra
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/BF.2024.V25.i01.p10

Abstrak

Telah dilakukan analisis terjadinya labilitas atmosfer pada saat kejadian hujan lebat di wilayah Bali Selatan yaitu pada saat terjadi banjir pada tanggal 5 dan 6 Desember 2021. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan atmosfer berdasarkan parameter cuaca dan labilitas atmosfernya di tiga wilayah Bali Selatan yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Badung. Penelitian ini menggunakan data sekunder meliputi data pengamatan sinoptik intensitas curah hujan tanggal 5-6 Desember 2021, data Reanalisis ECMWF, data citra Satelit Himawari, serta data observasi udara atas (Radiosonde). Data-data tersebut dianalisis berdasarkan faktor cuaca lokal dan labilitas atmosfernya. Diperoleh bahwa pada tanggal 5 Desember 2021, suhu udara di atmosfer relatif tinggi pada pukul 14.00 WITA dengan kelembaban relatif berkisar 82%-88% dan relatif rendah pada tanggal 6 Desember pada jam yang sama dengan kelembaban relatif menurun hingga 78%. Kecepatan angin mengalami peningkatan hingga 12,8 Knot dari tanggal 5 sampai 6 Desember dan labilitas atmosfer mengalami perubahan sebesar 94,3%. Meskipun demikian masih ada hujan dengan intensitas sedang yang disertai Thunderstorm.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

Referensi

[1] R. Hadiansyah, A. L. Indranata, A. K. Silitonga, et al., Kajian Kondisi Atmosfer Saat Kejadian Hujan Ekstrem di Padang Sumatera Barat (Studi Kasus Tanggal 14 Februari 2018). Prosiding [SNFA] Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, Vol. 3, 2018, pp. 246-257.
[2] E. Diniyati, D. Q. Syofyan, A. Mulya, Pemanfaatan Satelit Himawari-8 dengan Metode NWP dan RGB untuk Menganalisis Kondisi Atmosfer Saat Banjir di Sidoarjo Tanggal 28 Mei 2020, Jurnal Pendidikan dan Ilmu Geografi, Vol. 6, 2021, pp. 1-14.
[3] Hajar Firdaus, Analisa Cluster Menggunakan K-Means dan Fuzzy C-Means dalam Pengelompokan Provinsi Menurut Data Intensitas Bencvana Alam di Indonesia Tahun 2017-2021, Jurnal Ilmiah Matematika Universitas Negeri Surabaya, Vol. 10 No. 1, 2022, pp. 50-60.
[4] L. M. Fu’adah, A. D. P. Ariyanto, H.H. Samsuri, et al., Kajian Indeks Stabilitas Atmosfert Terhadap Kajadian Hujan Lebat di Wilayah Bogor, Prosiding [SNFA]Seminar Nasional Fisika dan A5plikasinya, 2018, pp. 163-172.
[5] Wasfi Qordowi, Analisis Kondisi Atmosfer Terkait Kejadian Banjir Menggunakan Data Radiosonde dan Citra Satelit Himawari-8 (Studi Kasus: Sungailiat, Kabupaten Bangka Tanggal 12 Februari 2018), Prosiding [SNFA] Seminar Nasional Fisika dan Aplikasinya, 2018, pp. 277-286.
[6] M. F. Handoyo, M.P. Hadi, S. Suprayogi, Estimasi Debit Aliran menggunakan Data Radar Cuaca (Studi Kasus: DAS Manna, Bengkulu), Megasains, Vol. 12 No. 2, 2021, pp. 17-26.
[7] K. D. Meilinda, A. I. Sabila, Analisis Faktor Penyebab banjir di Aceh Selatan (Studi Kasus: 17 Mei 2021), Megasains, Vol. 13 No 2, 2022, pp.6-11.
[8] Y. D. Haryanto, R. Agdialta, A. Hartako, Analisis Monsun di Laut Jawa, Jurnal Berkala Perikanan Terubuk Sinta 5, Vol. 48, 2020, pp. 492-501.
[9] Oky Sukma Hakim, Prakiraan Kejadian Hujan Berdasarkan K-Index, Lifted Index, dan Showalter Index, Jurnal Sains dan Teknologi Atmosfer, Vol. 1 No.1, 2021, pp. 1-7.
[10] S. S. Prayuda, R. Irawadi, H. N. Rahmadini, et al., Penerapan Metode Mean Fields Bias (MFD) Sebagai Faktor Pengkoreksi Estimasi Curah Hujan Radar Cuaca BMKG Juanda Sidoarjo, Jurnal Sains dan Teknologi Atmosfer, Vol. 1 No. 1, 2021, pp. 9-14.
[11] D. R. Purnama, N. Safira, Willian, et al., Perbandingan Performa Model Weather Research and Forecasting Asimilasi Data Advanced Microwave Sounding Unit-A, Microwave Humidity Sounder, dan Himawari-8 dalam Memprediksi Curah Hujan di Wilayah Tangerang, Jurnal Fisika Universitas Negeri Semarang, Vol. 11(1), 2021, pp. 37-52.
[12] D. T. W. Jatmiko, U. Efendi, A. Kristanto, et al., Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 dan Radar Cuaca C-Band untuk Identifikasi Hujan Lebat. Prosiding [Sinas Inderaja] Seminar Nasional Pengindraan Jauh, 2018, pp. 872-881.
[13] A. S. Asmita, A. R. Widayana, Pemanfaatan Data Citra Satelit Himawari-8 untuk Deteksi Kejadian Hujan Ekstrem (Studi Kasus: Banjir di Makassar, Sulawesi Selatan), Jurnal Meteorologi, Klimatologi Geofisika dan Instrumentasi [MKGI], Vol. 1 No. 1, 2021.
[14] D. F. Sidik, B. P. Syahputra, H. Akbar, et al., Pwmanfaatan citra satellite Himawari-8 dalam Kejadian Hujan Lebat di Kabupaten Cianjur (Studi Kasus Cianjur 11, April 2021), Prosiding Seminar Nasional MIPA UNIBA, Vol. 2 No. 1, 2022, pp. 275-283.
[15] S. Prasetyo, U. Hidayat, Y. D. Haryanto, et al., Variasi dan Trend Suhu Udara Permukaan di Pulau Jawa, Jurnal Geografi, Vol. 18(1), 2021, pp. 60-68.
[16] N. Sagita, A. Bianti, Pemanfaatan Data Satelit Himawari-8 Dalam Mengestimasi Land Surface Temperature (LST) dan Suhu Udara Permukaan (SUP) di Palembang, Jurnal Meteorologi [JAM], Vol. 1 No. 2, 2022, 37-47.
Diterbitkan
2024-02-28
##submission.howToCite##
FIRDAUSI, Anin Nuril et al. Analisis Labilitas Atmosfer Pada Peristiwa Hujan Lebat Di Wilayah Bali Selatan (Studi Kasus: Kejadian Banjir 5 dan 6 Desember 2021). BULETIN FISIKA, [S.l.], v. 25, n. 1, p. 74 – 80, feb. 2024. ISSN 2580-9733. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinfisika/article/view/103069>. Tanggal Akses: 06 july 2026 doi: https://doi.org/10.24843/BF.2024.V25.i01.p10.

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##