Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Beras di Provinsi Bali Tahun 2020

  • Ni Wayan Suarni Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali
##plugins.pubIds.doi.readerDisplayName## https://doi.org/10.24843/JMA.2022.v10.i01.p08

Abstrak

Berdasarkan publikasi BPS pada tahun 2020, Provinsi Bali produktivitas tertinggi di Indonesia sebesar 58,49 Kuintal per hektar (ha) pada tahun 2020, tetapi bukanlah penghasil padi terbesar di Indonesia. Jumlah penduduk 4.317.404 jiwa tahun 2020, hal ini mengakibatkan konsumsi beras di Bali juga besar. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis ketersediaan dan kebutuhan beras di Provinsi Bali. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode studi literatur dan analisis data sekunder. Hasil analisis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Kabupaten Tabanan dan Gianyar merupakan sentra beras di Bali karena didukung dengan kondisi geografis dapat menanam komoditas padi yang optimal, selain faktor kondisi sosial masyarakat yang lebih menekuni pertanian pada komoditas padi. Hal ini dibuktikan Kabupaten Tabanan menyumbangkan 26,84 % dan Kabupaten Gianyar 17,22 % dari total keseluruhan produksi padi di Bali termasuk 2 kabupaten yang surplus beras yaitu Kabupaten Tabanan dan Kabupaten Gianyar serta 6 kabupaten yaitu Kabupaten Badung, Jembrana, Buleleng, Bangli, Klungkung, Karangasem dan 1 kota Denpasar defisit beras.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##
Diterbitkan
2022-05-28
##submission.howToCite##
SUARNI, Ni Wayan. Analisis Ketersediaan dan Kebutuhan Beras di Provinsi Bali Tahun 2020. JURNAL MANAJEMEN AGRIBISNIS, [S.l.], v. 10, n. 1, p. 588-599, may 2022. ISSN 2684-7728. Tersedia pada: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/agribisnis/article/view/78508>. Tanggal Akses: 10 jan. 2026 doi: https://doi.org/10.24843/JMA.2022.v10.i01.p08.