RISIKO DAN FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI GULA AREN CETAK DI DESA BELIMBING, KABUPATEN TABANAN
Abstrak
ABSTRAK
Tanaman aren (Arrenga pinnata Merr) sampai dewasa ini tidak banya dibudidayakan, masih tetap merupakan tanaman hutan. Tanaman ini sangat banyak dapat dimanfaatkan, baik sebagai bahan alat rumah tangga maupun sebagai bahan industri rumah tangga. Hasil utama yang banyak dimanfaatkan dalam industri rumah tangga adalah nira yang diproses menjadi gula aren, yang selanjutnya gula aren digunakan sebagai pemanis dalam berbagai macam kue, minuman dan lainnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap produksi gula aren dan untuk mengetahui risiko dalam industri kecil gula aren. Dari penelitian ini, diharapkan dapat dipakai sebagai bahan pertimbangan di dalam memajukan industri gula aren di pedesaan terutama di daerah penelitian. Penelitian ini dilakukan di Desa Belimbing Kabupaten Tabanan, Bali. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya faktor pengalaman pengerajin dan volume nira yang dapat mempengaruhi produksi gula aren, dari lima faktor lain yang diduga. Pembuatan gula aren dari bahan nira mempunyai risiko produksi yang cukup besar 115,587 kg, tetapi masih dengan mudah dapat dihindarkan oleh pengrajin. Dengan ambang batas risiko produksi gula aren cetak 35,74 kg.








