Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi Yang Diberi Amoksisilin Dan Asam Mefenamat Pada Tikus Putih

  • I Wayan Fandhi Wibawa Lostapa
  • Anak Agung Gde Jaya Wardhita
  • I Gusti Agung Gde Putra Pemayun
  • Luh Made Sudimartini

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecepatan kesembuhan luka insisi pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diberikan obat amoksisilin dan asam mefenamat ditinjau dari gambaran makroskopik dan mikroskopik. Tiga puluh dua ekor tikus putih jantan dengan berat 150-200 gram dibagi menjadi 2 kelompok secara acak dibuat luka insisi pada linea alba dengan panjang insisi 2 cm dengan kedalaman hingga menembus peritoneum. Tikus Kelompok perlakuan I adalah tikus yang diberikan amoksisilin dengan dosis 150 mg/kg BB/ hari pasca operasi, sedangkan kelompok perlakuan II adalah tikus yang diberikan amoksisilin dosis 150 mg/kg BB/ hari yang dikombinasikan dengan asam mefenamat dengan dosis 45 mg/kg BB/hari pasca operasi selama 3 hari. Pengamatan kesembuhan luka secara makroskopik dilakukan setiap hari selama 14 hari. Pada hari ketujuh dan keempat belas, 8 ekor tikus dari masing-masing kelompok dieutanasi, kemudian kulit lokasi luka insisi dikoleksi untuk pemeriksaan histopatologis. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pemberian amoksisilin dan asam mefenamat mempercepat kesembuhan luka dibandingkan kelompok tikus yang hanya diberi amoksisilin dengan hilangnya tanda kemerahan dan kebengkakan pada hari ke-6. Secara histopatologis tidak terjadi perbedaan yang signifikan terhadap sel epitel, sel radang dan jaringan kolagen luka insisi tikus putih.

##plugins.generic.usageStats.downloads##

##plugins.generic.usageStats.noStats##

##submission.authorBiographies##

I Wayan Fandhi Wibawa Lostapa

Praktisi dokter hewan di Denpasar

Anak Agung Gde Jaya Wardhita

Laboratorium Bedah Veteriner Universitas Udayana

I Gusti Agung Gde Putra Pemayun

Laboratorium Bedah Veteriner Universitas Udayana

Luh Made Sudimartini

Laboratorium Farmakologi dan Farmasi Veteriner Universitas Udayana

Referensi

Baxter C. 1990. The Normal Healing process. In: New directions in Wound Healing. Wound care manual Princeton, NJ: E.R. Squlbb & Sons, Inc.
Beltrani VS. 2006. Contact Dermatitis. http://www.contactdermatitis, irritantemedicinedermatology.mht. (20 Januari 2015).
Cockbill S. 2002. Wounds The Healing Process. The Welsh School Of Pharmacy. University College. Cardiff.
Fishman TD. 2010. Phases Of Wound Healing. Website: http://www.medicaledu.com/ phases.htm. (02 November 2014)
Gabriel A, Mussman, J. 2009. Wound Healing, Growth Factor. Department of Plastic Surgery. Loma Linda University School of Medicine. Birmingham.
Gayatri D. 1999, Perkembangan manajemen perawatan luka: dulu dan kini. J Keperawatan Indo, 2(8): 304-308.
Goodman. 2007. The pharmacological basis of therapeutics, 8th ed. Millan Publishing Company,1990: 207-300.
Ingold W. 1993. Wound Therapy: Growth Agents As Factor to Promotes Wound Healing. Trends Biotechnol 11, Hal 387-392.
Lorenz HP, Longaker MT. 2005. Wounds: biology, pathology and management. Ann Surg, 217(4): 391-396.
Mustika DG. Kardena IM, Pemayun P. 2015. Efektivitas plester luka pada aplikasi penutup luka insisi pasca operasi. Buletin Veteriner Udayana, 7(2): 137-145.
Price A, Wilson L. 1995. Patofisiologi. Buku 2. Edisi 4. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Jakarta.
Robert F. 2004. Wound Healing: an overview of acute, fibrotic and delayed healing. Frontiers in Bioscience, 9: 283-289.
Rozman P, Bolta Z. 2007. Use of platelet growth factor in treating wounds and soft tissue injuries. Acta Dermatoven APA, 16(4).
Singer AJ, Clark RA. 1999. Cutaneous wound healing. NEJM, 341(1).
Suwiti NK. 2010. Deteksi histologik kesembuhan luka pada kulit pasca pemberian daun mengkudu (Morinda citrofilia Linn). Buletin Veteriner Udayana. 2(1): 1-7.
Zulfa, Murachman E, Gayatri D. 2008. Perbandingan Penyembuhan luka terbuka menggunakan balutan Madu atau balutan normal salin-povidone iodine. J Keperawatan Indo, 12(1): 34-39.
Diterbitkan
2016-08-11
##submission.howToCite##
LOSTAPA, I Wayan Fandhi Wibawa et al. Kecepatan Kesembuhan Luka Insisi Yang Diberi Amoksisilin Dan Asam Mefenamat Pada Tikus Putih. Buletin Veteriner Udayana, [S.l.], aug. 2016. ISSN 2477-2712. Tersedia pada: <http://ojs.unud.ac.id/index.php/buletinvet/article/view/23315>. Tanggal Akses: 16 feb. 2026
Bagian
Articles

Kata Kunci

amoksisilin; asam mefenamat; kesembuhan luka; amoxicillin; mefenamic acid; wound healing

##plugins.generic.recommendByAuthor.heading##

1 2 > >>