Hubungan Kelekatan dengan Orangtua terhadap Intimasi dalam Hubungan Berpacaran pada Individu Dewasa Awal

  • Debby Sintha Uli Br Siahaan Universitas Udayana
  • Luh Made Karisma Sukmayanti

Abstract

Intimasi adalah kemampuan untuk meleburkan identitas diri dengan orang lain tanpa ketakutan akan kehilangan identitas tersebut. Selain itu, intimasi merupakan tugas perkembangan pada tahap individu dewasa awal. Dalam hubungan berpacaran penting mengembangkan intimasi. Keterbukaan sangat penting dalam hubungan berpacaran dan hanya pasangan yang memiliki keintiman yang dapat berbagi perasaan dengan terbuka. Kelekatan adalah ikatan emosional yang kuat dengan orang lain yang signifikan. Pada masa kanak-kanak, orang yang signifikan bagi individu adalah orangtua sedangkan di tahap dewasa, orang yang signifikan bagi individu bergeser menjadi pasangan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kelekatan dengan orangtua dan intimasi dalam hubungan berpacaran pada individu dewasa awal. Subjek penelitian adalah 130 orang individu dewasa awal yang berdomisili di Bali, berusia 20-30 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah skala Kelekatan dengan Orangtua yang dimodifikasi dari IPPA (Inventory of Parent and Peers Attachment), dan skala Intimasi dalam Hubungan Berpacaran. Hasil uji regresi sederhana adalah R=0,325 dan koefisien determinasi sebesar 0,105. Hal ini menunjukkan kelekatan dengan orangtua berperan sebesar 10,5% terhadap intimasi dalam hubungan berpacaran. Koefisien beta terstandarisasi kelekatan dengan orangtua sebesar 0,325 dan signifikansi 0,000 (p<0,05) menunjukkan kelekatan dengan orangtua berhubungan secara signifikan terhadap intimasi dalam hubungan berpacaran.


Kata kunci : intimasi, berpacaran, kelekatan, dewasa awal

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ahad. (2009). Di Bali, 500 kehamilan tak diinginkan terjadi tiap tahun. Retrieved from https://republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/09/09/13/76131-di-bali-500-kehamilan-tak-diinginkan-terjadi-tiap-tahun
Anggraini, K., Wratsangka, R., Bantas, K., & Fikawati, S. (2018). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kehamilan tidak diinginkan di Indonesia. PROMOTIF: Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(1), 27–37.
Arini, D. P. (2018). Peran internal working model orangtua dan persepsi dukungan sosial terhadap kesejahteraan psikologis remaja berorangtua sebagai TKI. Universitas Gajah Mada. Retrieved from http://etd.repository.ugm.ac.id/home/detail_pencarian/154686
Astuti, I. (2018). Tingkat perkawinan anak, Indonesia urutan ke-2 di ASEAN. Retrieved from http://mediaindonesia.com/read/detail/155693-tingkat-perkawinan-anak-indonesia-urutan-ke-2-di-asean.
Banepa, A., Lupita, M., & Gatum, A. M. (2017). Gambaran faktor-faktor yang mempengaruhi kehamilan remaja usia 14-19 tahun di kelurahan Bakunase wilayah kerja Puskesmas Bakunase. CHMK Nursing Scientific Journal, 1(2), 1–17.
Bellis, M.A., Hardcastle, K., Ford, K., Hughes, K., Ashton, K., Quigg, Z., & Butler, N. (2017). Does continuous trusted adult support in childhood impart life-course resilience against adverse childhood experience – a retrospective study on adult health-harming behaviors and mental well-being. BIMC Psychiatry, 17(110), 1–12. Retrieved from https://bmcpsychiatry.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/s12888-017-1260-z
Eliasa, E. . (2011). Pentingnya kelekatan orangtua dalam internal working model untuk pembentukan karakter anak. Developmental Psychology, 33(5), 806–821.
Graff, L. E.M., Cater, A.K., Howell, K.H., & Bermann, S. A. G. (2016). Parent-child warmth as a potential mediator of childhood exposure to intimate partner violence and positive adulthood functioning. An International Journal, 29(3), 259–273. Retrieved from https://www.tandfonline.com/doi/abs/10.1080/10615806.2015.1028030
Hazan, C., & Shaver, P. (1987). Romantic love conceptualized as an attachment process. Journal of Personality and Social Psychology, 52, 511–524.
Herawati, I., & Hidayat, A. (2020). Quarterlife crisis pada masa individu dewasa awal di Pekanbaru. Journal An-Nafs:Kajian Penelitian Psikologi, 5(2). Retrieved from https://doi.org/10.33367/psi.v5i2.1036
Hoeksema, S.N., Fredrickson, L., Loftus, G.R., & Wagenaar, W. A. (2009). Introduction to Psychology 15th edition. United Kingdom: Cengage Learning.
Imam, R. (2016). Indonesia berada di ututan ke-37 dunia pada praktik perkawinan anak. Retrieved from https://majalahkartini.co.id/berita/peristiwa/indonesia-berada-di-urutan-ke-37-dunia-pada-praktik-perkawinan-anak/.
InfoDATIN Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. (2015). Retrieved from http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin reproduksi remaja-ed.pdf
Karamoy, O. (2018). Soal pernikahan dini, pengamat: Indonesia peringkat ke-2 di Asia Tenggara. Retrieved from https://sebarr.com/2018/04/17/32050/soal-pernikahan-dini-pengamat-indonesia-peringkat-ke-2-di-asia-tenggara/
King, L. (2014). Psikologi Umum. Jakarta: Salemba Humanika.
Knight, J. F. (2004). So you’re a teenager. Bandung: Indonesia Publishing House.
Newbury, J.B., Arseneault, L., Moffitt, T.E., Caspi, A., Danese, A., Baldwin, J.R., & Fisher, H. L. (2017). Measuring childhood maltreatment to predict early-adult psychopathology: Comparison of prospective informant-reports and retrospective self-report. Journal of Psychiatric Research, (96), 57–64. Retrieved from https://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/S0022395617307975?token=1E551B70536F817C320349820A25CF6C28421A6580782489E1D31813BE41DE353AD7B6080AAED2753F113AF473A2E987.
Olson, D. H., DeFrain, J., & Skogrand, L. (2011). Marriages and Families. McGraw-Hill.
Papalia, D. E., Old, S. W., & Fieldman, R. D. (2008). Psikologi Perkembangan. Jakarta: Kencana.
Reis, H.T., Collins, W.A., & Berscheid, E. (2000). The relationship context of human behavior and development. Psychological Bulletin, (126), 844–872. Retrieved from http://citeseerx.ist.psu.edu/viewdoc/download?doi=10.1.1.727.1006&rep=rep1&type=pdf
Taylor, S.E., Peplau, L.A. & Sears, D. O. (2009). Psikologi Sosial (Edisi keduabelas). Jakarta: Kencana.
Tempo. (2009). Kasus kehamilan tak diinginkan ancam remaja Bali. Retrieved from https://nasional.tempo.co/read/160273/kasus-kehamilan-tak-diinginkan-ancam-remaja-bali/full&view=ok/.
Utami, C., & Murti, H. A. S. (2017). Hubungan antara kelekatan dengan orangtua dan intimasi dalam berpacaran pada individu dewasa awal. Jurnal Psikologika, 22(1), 40–49.
Vebrianingsih, C, W. (2011). Gaya kelekatan sebagai prediktor tingkat intimasi dalam hubungan berpacaran pada individu di masa individu dewasa awal. Universitas Sanata Dharma. Retrieved from http://repository.usd.ac.id/id/eprint/28950
Xia, M., Fosco, G.M., Lippold, M.A., & Feinberg, M. E. (2018). A development perspective on young adult romantic relationships: Examining family and individual factors in adolescent. Journal of Youth and Adolescence, 47(7), 1499–1516. Retrieved from https://link.springer.com/article/10.1007/s10964-018-0815-8
Published
2022-12-12
How to Cite
SIAHAAN, Debby Sintha Uli Br; SUKMAYANTI, Luh Made Karisma. Hubungan Kelekatan dengan Orangtua terhadap Intimasi dalam Hubungan Berpacaran pada Individu Dewasa Awal. Widya Cakra: Journal of Psychology and Humanities, [S.l.], v. 1, n. 3, p. 1-7, dec. 2022. ISSN 2774-9231. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/widyacakra/article/view/72808>. Date accessed: 26 jan. 2023. doi: https://doi.org/10.24843/widyacakra.2021.v1.i3.p72808.