The process of self adjustment Self-Adjustment’s Process of Balinese Woman Who Walk On Ngerob Marriage

Self-Adjustment

  • Made ayu satwika pradnyaneswari Student

Abstract

Seluruh pasangan yang telah menikah, secara umum membutuhkan kemampuan penyesuaian diri dari masing-masing pasangan. Penyesuaian diri terasa lebih kompleks pada istri yang tinggal dengan mertua atau dalam kebudayaan Bali disebut dengan ngerob. Perempuan Bali yang telah menikah, namun belum memiliki rumah secara mandiri, memiliki suatu keharusan untuk tinggal dengan mertua dan keluarga suami. Hal ini dapat menjadi penyebab kemunculan konflik psikologis tersendiri bagi istri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Kriteria responden yang digunakan dalam penelitian ini adalah perempuan Bali yang sudah kawin, tinggal dengan mertua dan keluarga suami serta bekerja. Melalui analisis koding, ditemukan beberapa hal yang meliputi proses penyesuaian diri yaitu kendala mencakup keterkejutan, konflik dengan mertua konflik dengan suami, masalah finansial dan memiliki peran berlebih. Faktor-faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri meliputi pengalaman, proses belajar, konsep diri, dukungan keluarga serta kondisi lingkungan lalu tindakan yang dilakukan untuk mengatasi kendala meliputi pengembangan strategi koping. Penelitian ini diharapkan dapatvmemberikan informasi terkait dengan proses penyesuaian diri dalam kehidupan perkawinan ngerob.

Downloads

Download data is not yet available.

References

DAFTAR PUSTAKA
Julianto, V. & Cahyani, D., N. (2017). Jalan terbaikku adalah bercerai denganmu. Jurnal Psikologi Integratif. 5(2). 175-189
Grunlan, S. A. & Marvin, K. M. (2015). Cultural Anthropology: A Christian Perspective, A Amerika: Zondervan Publication.
Wibawa, W., S. Mertua yang suka ikut campur bisa akibatkan perceraian. Retrieved 16 February 2017. From: https://lifestyle.kompas.com/read/2017/02/16/140400320/mertua.yang.suka.ikut.campur.bisa.sebabkan.perceraian
Indrawati, E & Fauziah, N. (2012). Attachment dan penyesuaian diri dalam perkawinan. Jurnal Psikologi Undip. 11(1). 1-10.
Laswell, M., & Laswell, T. (2015). Marriage and The Family. Inc California: Wadsworth
Lestari, N., K., A. (2014). Pengahayatan psikologi pada perempuan yang mengalami perkaiwnan turun kasta (nyerod) terhadap penyesuaian sosial di Bali. (Unpublished Thesis). Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta, Indonesia.
Natalia, D., & Iriani, F. (2002). Penyesuaian Perempuan Non-Batak Terhadap Pasangan Hidupnya yang Berbudaya Batak. Jurnal Ilmiah Psikologi. 7(1). 27-36.
Rahayuningsih, D., L. Triple roles perempuan bali pada era modernisasi. Retrieved 14 April 2019 from: https://www.balipost.com/news/2019/04/24/73755/Triple-Roles-Perempuan-Bali-pada.html
Sweat. (2006). Conflict between mother and daughters in law. Journal of Family History. 32(2), 161- 178.
Anjani, C., & Suryanto. (2006). Pola penyesuaian perkawinan pada periode awal. Journal of Unair. 2(2). 143-146.
Sa’adah. Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan berbeda tapi juga menyatukan dua keluarga berbeda. Retrieved February 23 2017 from: Pernikahan-Bukan-Hanya-Tentang-Menyatukan-Dua-Insan-Berbeda,-Tapi-Juga Menyatukan-Dua-Keluarga-Berbeda
Diantari, W. Menjadi perempuan Bali itu berat. Retrieved January 4 2019) from: http://www.widiadiantari.com/2019/01/menjadi-perempuan-Bali-itu-berat.html.
Ambarini, A. Perempuan Bali tidak dihargai? (sebuah tinjauan perspektif hukum hindu). Retrieved June 25 2015 from: https://www.kompasiana.com/hukumhindu.com/55178403813311a4689de2d7/perempuan-Bali-tidak-dihargai-sebuah-tinjauan-persfektif-hukum-hindu
Dharma, I & Nikita. Meredam perang menantu vs mertua. Retrieved December 15 2011 from: http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Pasangan/Meredam/Perang/Mertua-vs-Menantu
Erdianto, K. Kaum Perempuan Diantara Budaya Patriarki dan Diskriminasi Regulasi. Retrieved March 9 2017 from: https://nasional.kompas.com/read/2017/03/09/08481931 /kaum.perempuan.di.antara.budaya.patriarki.dan.diskriminasi.regulasi
Putra, K. Pelaksanaan perkawinan menurut tradisi dan adat istiadat Bali: Sastra dan Budaya Bali. Retrieved May 24 2016 from: https://www.komangputra.com/perkawinan-bali-padagelahang.html.
Bagus, I., G., N. (1990). “Kebudayaan Bali”, dalam Koentjaraningrat, Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan.
Putri, W., A. Drama serumah bersama mertua. Retrieved December 14 2017 from: https://tirto.id/drama-serumah-bersama-mertua-cBFK
Hidayatullah, A. Tinggal serumah dengan mertua, dilemma dan tips menjalaninya. Retrieved November 10 2018 from: https://www.suara.com/lifestyle/2018/11/10/205625/tinggal-serumah-dengan-mertua-dilema-dan-tips-menjalaninya?page=all
Erdianto, K. Kaum Perempuan Diantara Budaya Patriarki dan Diskriminasi Regulasi. Retrieved March 9 2017 From: https://nasional.kompas.com/read/2017/03/09/08481931 /kaum.perempuan.di.antara.budaya.patriarki.dan.diskriminasi.regulasi
Geriya, I. W., Swarsi, S., Astika, I. K. S., & Suci, I. K. (2002). Sistem kesatuan hidup setempat daerah Bali, cetakan 2. Denpasar: Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata, Deputi Bidang Pelestarian dan Pengembangan Budaya, Bagian Proyek Pengkajian dan Pemanfaatan Sejarah dan Tradisi Bali.
Muslimah, A.I., & Aliyah, S. (2013). Tingkat kecemasan dan strategi coping religius terhadap penyesuaian diri pada pasien hiv/aids klinik vct rsud kota bekasi. Jurnal Soul. 6(2).
Lazarus, R. S., & Folkman S. (1984). Stress appraisal and coping. New York: Springer Publishing Company.
Andriyani, S., S. & Widyayanti, N. (2015). Mertua Perempuan dan Keharmonisan Keluarga. Yogyakarta: Sekolah Tinggi Psikologi.
Allendorf, K. (2015). Like her own: ideals and experiences of the mother in law and daughter in law relationship. Journal of family issues. 38(15). 2012-2127.
Fitroh, S. 2011. Hubungan antara kematangan emosi dan hardiness dengan penyesuaian diri menantu perempuan yang tinggal di rumah ibu mertua. Jurnal Psikologi Islam. 8(1). 130-140
Wu, T. F., Yeh. K. H., Cross, S. E., Larson, L. M., Wang, Y. C., & Tsai, Y., L. (2010). Conflict with mothers-in-law and Taiwanese woman’s marital satisfaction: The moderating role of husband support. Journal the Counselling Psychology. 38(4). 497-522.
Haber., A. & Runyon., R. (1984). Psychology of Adjusment. Homewood IL: The Dorsey Presa.
Noviasari, N., & Dariyo, A. (2017). Hubungan psychological well-being dengan penyesuaian diri pada istri yang tinggal di rumah mertua. Jurnal Psikodimensia. 1(1). 134-151
Potter, P., A. & Perry, A., G. (2006). Buku Ajar Fundamental: Konsep, Proses dan Praktik. Jakarta: EGC.
Kinanti, J., A. & Hendrati, F. (2013). Hubungan tipe kepribadian dengan komunikasi interpersonal menantu perempuan terhadap ibu mertua. Jurnal Psikologi Tabularsa. 8(2). 1-8.
Keyes, Corey., L. M. Shmotkin, D. & Ryff, C., D. (2002). Optimizing well being: The empirical encounter of two traditions. Journal of Personality and social psychology. 82(6). 200-216.
Schneiders, A., A. (2008). Personal adjustment and mental health. New York: Holt Rinechart and Winston.
Fatimah, E. (2006). Psikologi Perkembangan. Bandung: Pustaka Ceria
Rothschild, B. (2000). Tubuh Mengingat: Psikofisiologi Trauma dan Pengobatan Trauma. New York: Norton
Dharma, I & Nikita. Meredam perang menantu vs mertua. Retrieved December 15 2011 from: http://www.tabloidnova.com/Nova/Keluarga/Pasangan/Meredam/Perang/Mertua-vs-Menantu
Brunson, et.al. (2005). Mekanisme penurunan kognitif onset akhir setelah stress awal kehidupan. Jurnal Ilmu Saraf. 1(1). 100-120
Surya, T., F. (2013). Kepuasan perkawinan pada istri ditinjau dari tempat tinggal. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya. 2(1). 1-13
Manuaba, I., B., P. (2010). Wacana dominan dalam teks Awig-awig. Jurnal Kebudayaan Bali. 23(3). 236-243
Diputra, I., B. (2003). Pola Penyelesaian Perkawinan Nyeburin Berbeda Wangsa di Wilayah Pemerintahan Kabupaten Tabanan. (Unpublished Thesis). Fakultas Hukum Universitas Diponogoro, Semarang, Indonesia.
Pinatih, D., M. (1998). Beberapa Catatan Tentang Perkawinan Menurut Hukum Adat Hindu Bali. Denpasar: Kertha Patrika.
Hasyim, R., M. & Hidayah, N. (2019). Konflik menantu perempuan dengan ibu mertua yang tinggal dalam satu rumah. Jurnal Pendidikan Sosiologi Universitas Negri Yogyakarta. 1(1). 1-24
Sadarjoen, S. S. (2005). Konflik Marital: Pemahaman Konseptual dan Alternatif Solusinya. Bandung: Refika Aditama.
Cordova, J. V. (2009). The marriage checkup: A scientific program for sustaining and strengthening marital health. United States of America: Jason Aronson
Desmita. (2009). Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Aryani, D. & Setiawan, L., J. (2007). Pola relasi dan konflik interpersonal antara menantu perempuan dan ibu mertua. Arkhe Jurnal Ilmiah Psikologi. 12(2). 077-090. Retrieved from: https://dspace.uc.ac.id/handle/123456789/101?show=full
Saparwati, M. (2012). Studi Fenomenologi: Pengalaman Kepala Ruang dalam Mengelola Ruang Rawat di RSUD Ambarawa. (Unpublished Master’s Thesis). Universitas Indonesia, Depok, Indonesia.
Friedman, M. (2010). Buku Ajar Keperawatan keluarga: Riset, Teori, dan Praktek. Jakarta: EGC.
Davison, Gerald. C, John, M. Neale, Ann, M. Kring. (2012). Psikologi Abnormal 9th Edition. (Noermala F, Trans). Jakarta: Rajawali Pers.
Published
2021-04-30
How to Cite
PRADNYANESWARI, Made ayu satwika. The process of self adjustment Self-Adjustment’s Process of Balinese Woman Who Walk On Ngerob Marriage. Widya Cakra: Journal of Psychology and Humanities, [S.l.], v. 1, n. 2, p. 37-46, apr. 2021. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/widyacakra/article/view/69020>. Date accessed: 18 june 2021.