KALIMAT PASIF BAHASA BATAK TOBA

  • Magdalena Br Marpaung Universitas Darma Agung Medan

Abstract

Bahasa Batak Toba (BBT) adalah Bahasa yang urutan kata dalam klausanya diawali oleh verba, dan yang berdasarkan contoh klausanya tidak menonjolkan subjek sama sekali sehingga dikategorikan sebagai Bahasa yang menonjolkan topik. Diketahui juga Bahasa BBT memiliki 4 struktur dasar kalimat yaitu (1) non-verba, (2) verba intransitif, (3) verba transitif, dan (4) verba pasif. Merujuk pada aturan perubahan kalimat aktif menjadi pasif lintas Bahasa yaitu penghilangan makna subjek, memiliki pemarkah pasif pada verba, dan penonjolan objek (Erlewine, 2015; Legate, 2021), studi ini bertujuan untuk melihat apakah dengan karakteristik urutan kata dan pentopikalan dalam BBT ketiga prinsip kalimat pasif secara universal Bahasa dapat terjadi. Berdasarkan struktur kalimat pasif BBT dalam Bahasa sehari-hari dan juga bila merujuk pada kalimat pasif dalam naskah resmi yaitu kitab suci umat Nasrani dalam BBT, diketahui bahwa 2 prinsip dalam perubahan kalimat aktif menjadi pasif lintas Bahasa tidak terjadi. Pertama, kalimat pasif yang seharusnya menghilangkan makna subjek secara universal, dalam BBT justru bermakna mempromosikan subjek, hal ini terjadi karena tidak adanya kosa kata bermakna “oleh/dengan” yang dapat mengubah subjek menjadi OTL dalam kalimat pasif. hal ini juga berdampak pada prinsip ketiga secara universal dalam hal perubahan kalimat aktif ke pasif yaitu mempromosikan objek yang secara otomatis dalam BBT tidak dapat terjadi.

Published
2024-01-19
How to Cite
MARPAUNG, Magdalena Br. KALIMAT PASIF BAHASA BATAK TOBA. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu, [S.l.], v. 1, n. 1, p. 159--166, jan. 2024. ISSN 3048-2003. Available at: <https://ojs.unud.ac.id/index.php/snbi/article/view/SNBI.2023.102.p09>. Date accessed: 12 july 2024.