REVITALISASI BAHASA JAWA MELALUI PISUHAN BERUNSUR HEWAN: STUDI BUDAYA SILANG BAHASA DALAM KOMUNIKASI VERBAL
Abstract
Pisuhan dalam bahasa Jawa digunakan dalam konteks untuk menjalin keakraban, sarana bercanda, sarana mengumpat, dan lain-lain. Penelitian deskriptif kualitatif ini digunakan untuk mendeskripsikan tiga permasalahan, yaitu pisuhan sebagai penanda kepribadian seseorang, pisuhan sebagai bentuk revitalisasi bahasa Jawa, dan pisuhan sebagai penanda silang bahasa pada komunikasi verbal. Data pada penelitian ini yaitu berupa pisuhan unsur hewan. Sumber data dari penelitian ini adalah tuturan pisuhan unsur hewan yang diujarkan oleh masyarakat pengguna bahasa Jawa. Data pada penelitian ini dianalisis dengan menggunakan metode analisis teks dan wacana lisan. Dalam metode ini dilakukan analisis terhadap teks referen pisuhan unsur hewan dengan makna asli yang ada di kamus bahasa Jawa untuk mengidentifikasi struktur, makna, dan pola yang muncul dalam bahasa. Temuan dalam penelitian ini adalah ditemukannya 25 pisuhan unsur hewan yang sering digunakan pemuda untuk berkomunikasi. Hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa “silang bahasa” merupakan budaya komunikasi yang sering digunakan di masyarakat. Dengan berbagai konteks komunikasinya, silang bahasa memiliki berbagai tujuan, yaitu untuk meluapkan emosi, menyamarkan nama panggilan, menjalin keakraban dengan teman, dan lain-lain.